Bagi Sebagian pecinta musik barat, nama SIX60 (dibaca: six sixty) mungkin terdengar sangat asing di telinga tapi coba tanyakan pada warga Selandia Baru mereka pasti sudah sangat awam dengan band pop rock yang didirikan dari tahun 2008 tersebut. Dari awalnya sekumpulan teman yang tinggal serumah dan membawakan lagu dari berbagai macam genre mulai dari reggae, drum n bass, R&B, soul dan pop rock mereka sanggup mengalahkan penjualan “The Dark Side of The Moon” milik Pink Floyd di negara mereka sendiri. Mereka sudah mengantungi hampir 100 kali sertifikasi platinum dan berhasil menjual jutaan kopi di negara mereka sendiri dan menjadi salah satu artis lokal paling populer sepanjang masa.
Mereka tidak hanya ingin menjadi terkenal di negara mereka sendiri saja tetapi juga ingin dikenal di seluruh dunia. Tidak hanya membawa musik mereka ke panggung global tetapi mereka juga ikut serta membawa budaya Selandia Baru dan Maori-nya. Mencampurkan musik mereka sendiri dan budaya dari negaranya membuat pertunjukan mereka di penjuru dunia sukses menjadi bahan pujian media internasional. “Untuk bisa mencampurkan budaya lokal kami ke panggung dunia kami harus benar-benar pintar meramunya agar terlihat tidak canggung dan aneh di depan panggung”, ungkap SIX60 ketika ditemui oleh CreativeDisc melalui Zoom sedang berada di Belanda dalam rangkaian tur mereka.
Misi mereka yang ingin semakin membumi dan tidak lupa akan akar tempat mereka tumbuh terasa di album keempat mereka berjudul “Castle St” (dan merupakan album perdana mereka yang tidak diberi judul “SIX60” lagi). Mereka sengaja menamai album ini dengan nama jalan tempat mereka tinggal serumah waktu pertama kali mendirikan band karena mereka ingin kembali lagi menjadi band yang belum terkenal seperti dahulu kala agar bisa kembali tanpa takut dan lebih bebas dalam berkarya tanpa ekspektasi yang berlebihan mengingat mereka adalah artis paling populer di Selandia Baru saat ini. Harapannya mereka ingin bisa bebas lepas dari semua titel dan pencapaian yang mereka lakukan agar mereka kembali membumi menjadi musisi seutuhnya.
Simak wawancara eksklusif CreativeDisc bersama SIX60 selengkapnya dimana kami berbicara soal album baru mereka, cerita tur mereka di Belanda, dan mencampurkan budaya Maori ke dalam konser mereka lewat video di bawah ini: