CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Di balik perawakannya yang tenang dan jawabannya yang simpel sesuai musiknya yang mengedepankan vocal jazz dengan lirik yang gampang dicerna, ada satu pernyataan yang cukup menghebohkan keluar dari aron!. Dia mengatakan bahwa musik yang dibuat oleh kecerdasan buatan atau biasa disebut AI tidak bisa mengalahkan musik yang dibuat oleh manusia terutama musik jazz.
Menurutnya, musik jazz adalah musik yang penuh dengan improvisasi yang lahir dari olahan emosi manusia. Jazz adalah sebuah musik yang mengedepankan kebebasan berekspresi dan tidak mempunyai batasan, sesuatu yang tidak bisa dibuat oleh AI karena keterbatasan ekspresi dan emosional dari AI yang selalu bergantung kepada pola musik yang sudah ada. Jazz adalah sesuatu yang indah menurut aron! dan tidak bisa direplikasi bahkan untuk musisi jazz sekalipun karena output musik setiap orang berbeda-beda tergantung dari emosi yang dialami saat itu.
Wajar jika ia berani mengatakan hal seperti itu karena jika kita melihat profil aron! di berbagai macam akun media sosial, ia merupakan musisi yang sudah paham betul bagaimana internet dan media sosial bekerja termasuk bagaimana memancing algoritma bekerja agar orang mendengarkan musiknya. Ia menjadikannya sebagai medium untuk berekspresi, membagikan cover lagu kesukaannya dengan hanya sebuah gitar, berkolaborasi bersama berbagai macam orang yang mengapresiasi lagunya, dan tempat dirinya untuk mempromosikan lagunya (bahkan ia membagikan akun e-wallet-nya sendiri sebagai tip jika ada orang yang suka dengan kontennya). Ia pun mendapatkan followers dengan cepat berkat semua itu sambil menyertakan karya orisinalnya yang penuh dengan lagu yang penuh kehangatan dan menenangkan pendengarnya. Terbukti dari nama EP yang ia berikan yaitu “cozy you (and other nice songs)”.
Charm tersebut membuat ia menjadi salah satu nama yang akan meroket di dunia musik jazz. Mendengar aron! sama seperti mendengar Laufey di awal karirnya, dimana mereka berdua mengusung vocal jazz yang tidak pretentius dan berbicara tentang kehidupan cinta dan sehari-hari yang simpel untuk diterima anak muda saat ini. Ia menjunjung tinggi simplicity ke dalam musik yang ia usung.
Simplicity tersebut akan ia bawa ke dalam gelaran Java Jazz Festival 2026 nanti dimana ia akan tampil dengan nama besar di dunia jazz yang ia idam-idamkan, ketika kami mengobrol ia mengatakan bahwa ia sangat antusias untuk ikut serta karena ia mendengar kabar bahwa banyak musisi jazz legendaris yang ia tahu akan turun gunung di acara ini.
Dibalik sosoknya yang imut dan musiknya yang tenang, aron! mempunyai keyakinan teguh akan jazz di masa depan yang tidak akan mati oleh waktu bahkan teknologi komputer sekalipun. Perkembangan zaman boleh berubah, tapi musik jazz tidak akan pernah pudar. Karena sejarah membuktikan dari Chet Baker, Frank Sinatra, Norah Jones sampai Laufey, vocal jazz masih menjadi musik yang digemari oleh banyak orang sebagai peneduh di saat sulit dan ditengah berisiknya teknologi yang selalu berkembang secara eksponensial dan aron! bisa menjadi wajah baru penerus pergerakan tersebut.
Simak wawancara CreativeDisc bersama aron! dimana kami bercerita tentang musik jazz, lagu terbarunya, persiapan dia tampil di Java Jazz dan pernyataan keras dia terhadap musik AI lewat video di bawah ini: