Foto: Official: Northstar Entertainment
Sejatinya, konser artis luar negeri yang digelar di Indonesia seharusnya ditonton oleh orang Indonesia juga. Tapi hal ini tidak terjadi di konser solo perdana grup idol Jepang Cho Tokimeki Sendenbu di Jakarta. Pada kunjungan keduanya ke Jakarta dalam rangka tur “KIMI NO HEART NI ROCK ON TOUR 2024” pada Sabtu, 3 Agustus 2024 kemarin, penonton yang datang kebanyakan berasal dari Jepang ketimbang penonton Indonesia.
Sah-sah saja, banyak penggemar dari Jepang datang ke Jakarta demi menyaksikan grup yang sering disingkat Tokisen ini. Karena di negara asalnya tiket untuk menonton mereka selalu terjual habis mengingat grup ini sudah masuk jajaran grup idol papan atas di Jepang.
Di Jakarta, penggemar dari Jepang ini bisa menyaksikan idolanya dengan harga yang lebih murah. Mereka juga bisa menonton dari jarak yang lebih dekat karena kursi kelas depan konser ini hampir 90% diisi oleh orang Jepang yang rela merogoh kocek lebih untuk akomodasi untuk melihat enam orang dewi kesayangan mereka.
Konser yang diselenggarakan oleh Northstar Entertainment dan diadakan di Balai Sarbini ini dimulai tepat waktu seperti yang dijanjikan di rundown acara yaitu pukul 19:00. Sebelum dimulai, ada arahan dari panitia untuk tetap duduk di tempatnya masing-masing selama konser berlangsung.
Tetapi ketika Kanamin, Juli, Hito-chan, Oharu, Aki-chan, dan Hiyorin naik ke atas panggung, arahan dari panitia untuk duduk terus selama acara tidak diindahkan. Karena siapa yang bisa menolak untuk tidak loncat mengikuti gemuruh irama lagu bersama member Tokisen?
Semangat bombastis dari Tokisen di bagian pertama konser mampu menaikkan energi bagi siapapun yang melihatnya. Setelah diselingi ucapan Bahasa Indonesia sambil memperkenalkan satu sama lain, mereka memulai bagian kedua konser dengan ‘Kawaiimemorial’ dimana mereka berkata, “kami juga menambahkan gerakan kawaii yang bisa dihafal oleh para penggemar kami loh.” dan memang beberapa gerakan di lagu ini sangat tiktok-able.
Tokisen menunjukkan sisi sensual dan garangnya di bagian kedua konser, sambil penonton nge-chant bareng di tengah lagu ‘Hapilablue’. Menjembatani bagian ketiga konser ini, mereka menyapa penonton dan memperkenalkan masing-masing member dengan lebih detail dimulai dari Kanami sampai Hito-chan sambil menunjukkan kebisaannya berbahasa Indonesia.
Di bagian ketiga konser, Tokisen menunjukkan kepiawaian dari vokal mereka. Meskipun musiknya minus one tapi mereka bernyanyi secara live. Walaupun sound yang ada membuat pengang kuping, setidaknya itu tertutup oleh stamina mereka yang luar biasa. Dengan tidak membiarkan desahan nafas keluar di mikrofon karena kelelahan bernyanyi sambil berjoget.
Setelah bernyanyi sebanyak 15 lagu, Tokisen menghadap ke backstage sambil diiringi teriakan encore dari para penontonnya. Beberapa menit kemudian, mereka kembali ke atas panggung dan memperbolehkan para penontonnya merekam dan mengambil foto di lagu encore pertama ‘Saijoukyuu ni Kawaii no!’. Sebelumnya, panitia melarang penonton untuk merekam dan mengambil foto selama konser berlangsung.
Sehabis memberhentikan penonton merekam penampilannya, sebuah pengumuman tentang Tokisen diumumkan. Isinya adalah pengumuman konser tunggal terbesar mereka pasca pandemi di Saitama Super Arena pada 28 Desember 2024 mendatang. Setelahnya, mereka kembali bercerita tentang pengalaman membeli oleh-oleh di Jakarta.
Selesai bercerita, Tokisen langsung membawakan ‘SUKI! ~CHO ver.~’ yang sempat viral di TikTok beberapa tahun lalu. Sontak para penonton Indonesia langsung bernyanyi kencang di lagu tersebut. Kehebohan penonton Indonesia di lagu ini menjadi sebuah pertanda. Bahwa mereka memang hanya menunggu lagu ini untuk dibawakan. Lagu ciptaan vokalis KANA-BOON Maguro Taniguchi berjudul ‘Endless’ menjadi penutup konser.
Sebanyak 18 lagu dibawakan oleh Tokisen pada malam itu. Selepas konser bubar, Tokisen mengadakan sesi meet and greet dengan penggemarnya di Indonesia dan Asia Tenggara yang sudah membeli tiket tambahan untuk bisa bertemu dengan mereka.
Militansi dan loyalitas penggemar Jepang Tokisen menjadi sorotan utama dari konser ini. Mereka rela terbang jauh dari negaranya demi bisa lebih dekat dengan idolanya yang belum tentu bisa mereka dapatkan di negaranya sendiri, meskipun terbesit pertanyaan “jika penonton Jepangnya tidak ada pada malam itu, berapa banyak orang Indonesia yang rela merogoh koceknya demi menonton konser tunggal Tokisen?”.