Eminem, rapper berpengaruh asal Detroit, telah diakui sebagai salah satu bintang pop terbesar di abad ke-21, menduduki peringkat No. 12 di Billboard’s Greatest Pop Stars of The 21st Century.
Karirnya dimulai dengan terobosan album “The Slim Shady LP” pada tahun 1999, dan singel utamanya, ‘My Name Is,’ memperkenalkan dunia kepada sosok kontroversial ini.
Meskipun lagu tersebut hanya mencapai No. 36 di Billboard Hot 100, video musiknya yang unik membuatnya menjadi sensasi MTV.
Kejayaan Awal dan Album Ternama

Memasuki awal 2000-an, Eminem terus mengukuhkan posisinya dengan album “The Marshall Mathers LP,” yang meraih sukses besar dengan lagu ‘The Real Slim Shady’ dan penjualan album yang mencetak rekor.
Selain liriknya yang tajam dan humoris, album ini juga memicu berbagai kritik mengenai konten kekerasan dan homofobiknya. Eminem mencapai puncaknya pada tahun 2002 dengan The Eminem Show dan film 8 Mile, yang memperkenalkan lagu ikonik ‘Lose Yourself,’ menjadi lagu No. 1 pertamanya di Hot 100.
Kontroversi dan Kritik

Meskipun popularitasnya mulai mereda, ia tetap aktif di industri musik, berkolaborasi dengan banyak artis, termasuk 50 Cent dan Rihanna ‘Love the Way You Lie.’ Konten lirik yang eksplisit dan tema kekerasan dalam musiknya membuat Eminem menjadi topik pembicaraan yang kontroversial di kalangan publik, tetapi juga menjadikannya sebagai suara bagi banyak penggemar yang merasa terpinggirkan.
Momen Budaya di Paruh Belakang 2010-an

Perhatian media sosial terbesar yang didapat Eminem di paruh belakang tahun 2010-an muncul dari beberapa momen budaya non-album. Di BET Hip-Hop Awards 2017, ia mengecam presiden Donald Trump dengan penampilan a cappella berjudul ‘The Storm,’ menegaskan posisinya yang anti-Trump.
Selain itu, pada tahun 2018, ia terlibat dalam perseteruan selebriti dengan rapper Machine Gun Kelly, yang dimulai dari komentar MGK tentang putrinya, Hailie. Balasan Eminem dalam lagu ‘Killshot’ mencapai No. 3 di Hot 100, menandai akhir dari perseteruan tersebut.
Keberlanjutan di Tahun 2020-an

Memasuki tahun 2020-an, Eminem tetap tampil baik secara komersial. Albumnya tahun 2020, Music to Be Murdered By, menandai album No. 1 ke-10 dan menghasilkan hit lima teratas dengan kolaborasi anumerta Juice WRLD, ‘Godzilla.’
Selain itu, “The Death of Slim Shady (Coup de Grace)” meninjau kembali era paling klasik Eminem, dengan singel utama ‘Houdini,’ yang memulai debutnya di No. 2 di Hot 100.
Warisan Eminem dalam Musik Pop

Warisan Eminem dalam ketenaran pop sulit untuk dinilai. Meskipun mungkin tidak pernah mampu menyamai dampak dari kariernya di awal tahun 2000-an, begitu pula rapper lainnya.
Pendengar yang lebih muda mungkin kesulitan memahami Eminem sebagai salah satu bintang pop yang benar-benar hebat, tetapi mereka dapat melihat pengaruhnya yang tidak salah lagi pada artis favorit mereka.
Artis-artis seperti Juice WRLD, Mac Miller, Kendrick Lamar, dan Ed Sheeran semuanya mengakui Eminem sebagai inspirasi. Meskipun mereka tidak semua terlihat atau terdengar seperti dia, pengaruh Eminem pada budaya pop dan musik rap di abad ke-21 tidak dapat diabaikan.
Kesimpulan
Seiring perjalanan kariernya, Eminem telah menjadi ikon budaya yang terus mempengaruhi generasi baru rapper. Ketenarannya dan kontribusinya terhadap musik dan budaya pop di abad ke-21 tetap mengesankan.
Meskipun kontroversi dan perubahan tren, bakatnya terus bersinar di industri musik. Warisannya akan terus membentuk arah industri musik di masa depan, membuktikan bahwa Eminem adalah salah satu bintang terbesar di abad ini.