Java Jazz Festival 2025 Day 3: Tempat Tampilnya Bintang Jazz dan Soul Masa Kini

Oleh: luthfi - 07 Jun 2025

Photo: Budi Susanto
CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Ada hal lucu ketika saya menghadiri konferensi pers Java Jazz 2025 kemarin. Ketika nama Kamasi Washington diumumkan, hanya saya yang berteriak kencang di ruangan tersebut. Hal ini sedikit menimbulkan tanda tanya, apakah saya saja yang dengar musiknya kejauhan atau memang regenerasi jazz di Indonesia ini masih belom masif di mata tastemaker musik di Indonesia sehingga nama besar seperti Kamasi masih asing di telinga? 

Tapi, tak apalah toh akhirnya saya bisa melihat penampilan bestie Kendrick Lamar ini secara langsung di Jakarta, benar saja penampilan dari Kamasi Washington sangat spektakuler dan luar biasa meski dia tidak masuk kategori special show. Kamasi membawa band-nya dan memainkan lagu dari katalog dia serta satu lagu dari soundtrack anime yang ia garap bersama Shinichirou Watanabe bernama “Lazarus”. Menonton penampilan dari pecinta Macross Plus ini tidak seperti melihat penampilan artis jazz yang kalem. Malah seperti melihat band progressive rock tampil. Meskipun dia tidak membawa orkestra yang megah, namun brass section yang ia bawa mampu membuat sebuah lanskap musik yang megah. Kibordisnya mampu mengubah synth menjadi bunyi raungan gitar yang distorsif, DJ-nya mampu membawa konteks cerita di musiknya, serta permainan saksofon dari Kamasi yang melengkapi semua jagonya skill pemainnya meskipun dia merupakan ketua dari iringan musiknya.
attachment
Photo: Budi Susanto (Kamasi Washington)
Kamasi hadir di hari ketiga dari Java Jazz Festival 2025 yang sekaligus merayakan gelaran ke-20 dari festival ini. Dari sekedar festival yang ditunjukkan untuk orang tua yang sudah berduit menjadi sebuah festival yang mulai banyak menarik nama baru di dunia jazz dan soul. Salah satu pembuktiannya di tahun lalu, ketika mereka sukses membuat hall utama dari acara ini penuh sesak berkat kedatangan Laufey selama dua hari. 
attachment
Photo : Sulinda Sumardi (UMI) 
Meski bintang jazz baru-nya tidak banyak dan selalu menjadi permasalahan festival ini pasca 2022, setidaknya ada beberapa nama baru yang bisa menjadi representasi musik jazz dan soul masa kini. Seperti Busty and the Bass, Snarky Puppy, The Yussef Dayes Experience, UMI, dan tentunya penampil utama pada hari itu yaitu RAYE. Jangan lupakan juga kehadiran band asal Surabaya Thee Marloes yang tampil seperti pulang ke rumah setelah album mereka “Perak” diputar di berbagai macam radio di Jepang dan Inggris (sampai-sampai penyiar radio di Jepang sedikit kesulitan ketika mengucapkan judul lagu mereka “Mungkin Saja”).

Mengingat lanskap musik jazz dan soul internasional saat ini sedang seru-serunya, ada sedikit rasa kekecewaan namun juga harapan untuk gelaran Java Jazz ini. Sedikit kecewa karena di perayaan ke 20-nya, festival ini tidak bisa memberikan sesuatu yang wah atau besar entah dari segi lineup atau dari segi gimmick.

Everything is the same from last 3 years, bahkan di beberapa titik agak mengalami penurunan dari tahun lalu. Namun, ada juga harapan untuk festival ini terutama ketika melihat penampil hari ketiganya. Secara perlahan, Java Jazz Festival 2025 seolah memberikan kesempatan bagi para pengunjungnya untuk menyaksikan bintang jazz dan soul masa kini. Kedepannya, bukan tidak mungkin akan ada lebih banyak bintang baru yang tampil di festival ini, sehingga festival ini bisa mengikuti jaman jazz dan bisa menjadi sebuah festival yang dinikmati siapa saja, tua dan muda, yang baru menekuni jazz dan yang tidak serta membuat jazz dan soul bukanlah lagi musik eksklusif dan tua. Finger crossed for that.
attachment

Photo: Sulinda Sumardi

Author

luthfi

More from Creative Disc