Creativedisc Exclusive Interview with Wolf Alice: Tentang ‘The Sofa’, ‘The Clearing’ dan Kerinduan Tampil di Indonesia

Oleh: dundhee - 17 Sep 2025

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Wolf Alice memang bukan nama baru di dunia musik. Sudah sejak 2010 mereka merilis karya-karya mereka. Yang menjadikan era baru mereka menarik untuk disimak adalah karena bergabungnya Wolf Alice ke Columbia Records. Oleh karena itu, selepas merilis single ‘The Sofa’ beberapa bulan yang lalu, Creativedisc berkesempatan untuk ngobrol bersama anggota Wolf Alice, Ellie Rowsell dan Joel Amey. Mereka berdua berbagi cerita tentang kembalinya mereka ke dunai musik, proses pembuatan album terbaru mereka sampai harapan mereka untuk akhirnya bisa tampil di hadapan penggemar mereka di Indonesia.

“Rasanya seperti kami benar-benar kembali,” kata Ellie yang menggambarkan kegembiraan mereka setelah melepas ‘Bloom Baby Bloom’ dan ‘The Sofa’. Sementara menurut Joel, ‘The Sofa’ sendiri merupakan lagu kunci yang ada di album mereka “The Clearing”. Pertama kali dikenalkan pertama kali saat mereka manggung di Paris, menurut Joel lagu ini cocok untuk dimainkan baik di panggung yang intim maupun panggung yang lebih besar. Ini tentu juga jadi ambisi tersendiri dari Wolf Alice untuk tampil di ruang yang lebih besar dan megah.

Ellie sendiri mengatakan bahwa ‘The Sofa’ dalah sebuah ekplorasi Wolf Alice mengenai tema penerimaan diri dan ketidaksempurnaan. Hal ini terlihat dari potongan lirik ‘I can be a bitch when I get mad’. Diapun menambahkan bahwa lirik itu sangat terasa personal untuknya karena seolah mengingatkan kalau “kita tidak bisa selalu menyalahkan diri sendiri karena kadang bersikap agak menyebalkan.” Tidak salah memang jika lagu ini menjadi track terakhir di album “The Clearing” karena lagu tersebut dapat menjadi momen untuk merenungkan apa yang telah mereka eksplorasi di album ini dan juga di album-album sebelumnya.

Membahas tentang perpindahan mereka ke Columbia Records/Sony Music, Joel merasa justru hal tersebut jadi hal yang terasa positif dan tidak menambah tekanan untuk mereka. “Columbia sangat mendukung proses kreatif kami,” ungkapnya. “Kami yang justru selalu menaruh tekanan pada diri kami sendiri. Bukan tekanan yang buruk sih, tapi tekanan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi,” tambah Joel menegaskan kalau musik akan selalu jadi hal yang terpenting bagi Wolf Alice.

“The Clearing” kini memang sudah dirilis, tapi Wolf Alice tetap berharap jika album tersebut akan terus menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menggembirakan bagi para pendengar. “Lagu-lagu di album ini benar-benar membangkitkan semangatku saat mendengarkannya,” kata Joel. “Aku juga berharap album ini bisa memberikan momen damai atau refleksi tenang yang menyenangkan buat banyak orang,” sambung Ellie.

Di interview ini, baik Ellie dan Joel juga menunjukkan kerinduan mereka untuk bisa manggung di Indonesia. Bahkan, mereka mendorong para promotor untuk menghubungi mereka dan berjanji akan datang. Selain itu, mereka berdua mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan para penggemar yang selama ini sudah sangat rasakan. Hal itu membuat mereka merasa sangat berarti dibuatnya.

Dengarkan album “The Clearing” berikut ini:

Simak interview selengkapnya:

Author

dundhee

More from Creative Disc