CreativeDisc Exclusive Interview With Keljo: Membuka Pintu ke Era Baru Pop Retro-Modern Indonesia

Oleh: welly - 16 Apr 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Dari panggung Indonesian Idol hingga kontrak label internasional, Keljo siap menegaskan identitas musikalnya lewat album penuh yang sarat warna nostalgia dan kejujuran rasa.
Di tengah geliat musik pop Indonesia yang semakin dinamis, muncul nama Keljo sebagai sosok yang membawa warna berbeda, memadukan nuansa retro, R&B modern, dan storytelling yang dekat dengan keseharian pendengarnya. Lewat karya-karya yang konsisten dan karakter musikal yang semakin matang, ia perlahan membuka pintu menuju fase baru dalam perjalanan kariernya.

Dari Kelvin Joshua Menjadi Keljo: Nama Unik yang Melekat di Industri

Nama aslinya adalah Kelvin Joshua, namun publik musik Indonesia mengenalnya sebagai Keljo. Julukan tersebut ternyata lahir dari situasi sederhana saat masa kuliah.
“Waktu itu di kelas banyak yang namanya Kelvin dan Kevin, jadi akhirnya teman-teman manggil aku Keljo. Ternyata nama itu unik dan akhirnya kebawa sampai ke industri musik,” ujarnya.
Keljo sendiri mulai dikenal luas setelah mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol Special Season, di mana ia berhasil menembus Top 9. Dari sanalah langkah profesionalnya di industri musik benar-benar dimulai.

Titik Balik: Saat Musik Menjadi Pilihan Hidup

Kesadaran untuk serius berkarier di musik datang setelah kompetisi tersebut berakhir. Bagi Keljo, Indonesian Idol bukan hanya panggung kompetisi, tetapi juga ruang belajar yang membentuk fondasi musikalitasnya.
“Setelah Idol, aku langsung ingin punya karya. Dari situ aku baru benar-benar belajar tentang proses bermusik, cara berkarya, dan bagaimana masuk ke industri ini.”

Era Pandemi yang Membentuk Karakter

Sebagai finalis dari Special Season yang berlangsung di tengah pandemi COVID-19, pengalaman Keljo berbeda dari generasi sebelumnya yang tampil di hadapan penonton langsung, seperti era awal di Balai Sarbini.
“Era kami itu unik karena semua dilakukan dalam kondisi karantina, tanpa penonton. Tapi justru dari situ aku belajar banyak secara musikal dan mengenal diri sendiri lebih dalam, musik seperti apa yang cocok untukku.”
Pengalaman tersebut, menurutnya, memberikan bekal penting untuk perjalanan kariernya hari ini.

Pelajaran Paling Berharga: Mengutamakan Rasa di Atas Teknik

Salah satu pelajaran paling mahal yang didapat Keljo dari kompetisi adalah bagaimana mengelola emosi saat tampil di panggung.
“Dulu kalau perform suka ingin menunjukkan improvisasi macam-macam. Tapi ternyata yang paling penting adalah menyampaikan rasa dari lagu itu sendiri. Bermain dengan emosi jauh lebih kuat daripada sekadar teknik.”

Dari Production House ke Label Internasional

Perjalanan Keljo tidak berhenti pada dunia tarik suara. Setelah tahun 2021, ia bersama timnya mengembangkan production house yang menggarap berbagai proyek, mulai dari video musik hingga iklan komersial, sebuah langkah yang awalnya hanya dianggap sebagai side hustle.
Namun titik penting datang pada Februari 2025, ketika label internasional Ostereo Manchester menghubungi timnya.
“Mereka bilang suka dengan lagu kami berjudul Romansa yang rilis tahun 2024 dan sempat ramai di TikTok. Dari situ akhirnya kami sepakat berkolaborasi untuk membuat album berisi 10 lagu yang akan rilis pada 24 April 2026.”

Lebih Ambisius, Lebih Bebas Berkarya

Masuk ke label internasional justru membuat Keljo merasa lebih leluasa secara artistik.
“Kalau jujur, aku jadi lebih ambisius. Ostereo tidak mengekang kami untuk mengikuti tren pasar. Mereka memberi kebebasan dalam genre, konsep, dan aransemen. Mereka lebih menghargai isi lagu daripada sekadar permintaan market. Itu yang bikin aku sangat happy.”

‘Siapa Kamu’: Lagu tentang Ketertarikan yang Tak Terucap

Single terbaru Keljo, ‘Siapa Kamu’, berangkat dari pengalaman sederhana namun universal: ketertarikan pada seseorang yang ditemui secara tidak sengaja.
“Lagu ini tentang rasa tertarik pada seseorang yang baru kita lihat pertama kali, stranger yang terasa seperti she’s the one. Kurasa semua orang pernah merasakan hal itu.”
Inspirasi lagu ini juga datang dari pengalaman manggung reguler di kafe antara tahun 2017 hingga 2020, ketika ia sering melihat orang yang tertarik pada seseorang, tetapi tidak berani memulai percakapan.
“Sekarang ada tren ‘TikTok please do your magic’, orang mencari seseorang yang pernah mereka temui. Lagu ini seperti wadah untuk perasaan itu.”

Berawal dari Gumaman, Berakhir Menjadi Hook yang Candu

Proses kreatif Keljo hampir selalu dimulai dari melodi.
“Semua lagu yang kubikin berawal dari nada, dari gumaman kecil. Lalu tiba-tiba muncul kata sederhana yang terasa menggelitik, akhirnya muncul frasa ‘siapa kamu’, dan dari situ berkembang menjadi satu lagu utuh.”

Retro-Modern: Pengaruh Bruno Mars dan Silk Sonic

Nuansa musik Keljo banyak dipengaruhi oleh gaya pop retro-modern yang mengingatkan pada era 1980-an, dengan sentuhan kontemporer.
“Bruno Mars dan Silk Sonic memang jadi inspirasi utama di album ini. Aku ingin membawa nuansa yang ringan, fun, dan penuh groove, tapi tetap relevan dengan pendengar sekarang.”
Pendekatan tersebut juga menjadi cara Keljo membedakan dirinya di tengah lanskap musik pop Indonesia yang semakin beragam.

Multi-Peran dalam Proses Kreatif

Menariknya, Keljo terlibat hampir di seluruh lini produksi: mulai dari songwriter, composer, producer, hingga vocal producer.
“Capek sih sebenarnya, tapi aku bawa enjoy saja. Proses menulis lagu biasanya lebih lama daripada produksi. Kalau rekaman vokal, sehari bisa dua lagu. Jadi lebih ke manajemen waktu,sekitar tiga bulan untuk lima lagu.”

Cerita di Balik Lagu ‘Ya Sudahlah’

Salah satu lagu yang langsung mencuri perhatian pendengar adalah ‘Ya Sudahlah’, terutama pada bagian intro-nya yang terasa unik.
“Awalnya intro-nya kosong. Lalu saat rekaman, aku dan co-producer, Mas Kelana, merasa perlu menambahkan sesuatu. Awalnya pakai bahasa Indonesia, tapi rasanya kurang ‘bandel’. Akhirnya muncul ide menggunakan slang ‘yol’, dan itu justru memberi karakter pada lagu.”

Dari Iseng Menjadi Hits: Cover Lagu yang Berhasil

Keljo juga sempat merilis beberapa lagu cover yang justru mendapat respons besar, seperti ‘Putri Iklan’ dan ‘Gelora Asmara’.
“Awalnya hanya iseng. Putri Iklan yang asalnya melayu kami ubah jadi versi semi R&B yang berbeda dari versi aslinya. Waktu Ramadan 2022, responsnya luar biasa. Akhirnya kami merilis ulang secara resmi setelah mendapat izin dari penciptanya, Charlie ST12.”
Hal yang sama terjadi pada ‘Gelora Asmara’, yang awalnya hanya eksperimen mengikuti tren musik Hipdut saat itu.

Album “Ku Buka Pintu”: Menyatukan Semua Cerita

Album terbaru Keljo yang akan dirilis pada 24 April 2026 berjudul “Ku Buka Pintu”. Album ini akan berisi 11 lagu, terdiri dari 10 lagu utama dan satu intro.
Sebagian besar lagu sebenarnya sudah diperkenalkan sebagai single sebelumnya, termasuk:
• ‘Siapa Kamu’
• ‘Ya Sudahlah’
• ‘Gelora Asmara’
Album ini juga akan menghadirkan beberapa lagu baru sebagai pelengkap narasi musikal yang lebih utuh.

Membuka Era Baru Pop Indonesia

Di tengah dominasi berbagai genre, kehadiran Keljo membawa warna berbeda: pop retro-modern yang terasa segar namun familiar.
Sebagai penutup, Keljo mengajak pendengar untuk merasakan perjalanan emosional dalam karya-karyanya.
“Teman-teman, jangan lupa dengarkan lagu-lagu Keljo di semua platform streaming. Dan tanggal 24 April nanti, album “Ku Buka Pintu” akan rilis dengan nuansa yang mungkin belum pernah ada di Indonesia. Semoga kalian bisa menemukan perasaan kalian sendiri di lagu-lagu ini.”

Tags: ,

Author

welly

More from Creative Disc