Rosalía membuka era barunya lewat ‘Berghain’, lagu megah dengan nuansa opera dan orkestra yang mempertemukannya dengan Björk dan Yves Tumor. Lirik dalam bahasa Jerman dan Spanyol berpadu dengan aransemen teatrikal yang menggambarkan perjalanan menuju kesadaran diri. Lagu ini dirilis tanggal 27 Oktober 2025.
Reneé Rapp menghadirkan ‘Lucky’ sebagai lagu penutup film “Now You See Me: Now You Don’t,” menampilkan sisi pop sinematik yang emosional. Dengan produksi dari Omer Fedi dan Ryan Tedder, lagu ini menggambarkan refleksi tentang keberuntungan dan kehilangan. Lagu ini dirilis tanggal 30 Oktober 2025.
Tyler, The Creator menambahkan lagu ‘Mother’ ke versi deluxe album “Chromakopia +”, sebagai refleksi tentang makna rumah dan masa kecilnya. Dengan gaya lirik introspektif dan nuansa nostalgia, lagu ini menegaskan posisi “Chromakopia” sebagai catatan pribadi sang rapper. Lagu ini dirilis tanggal 26 Oktober 2025.
MIKA kembali dengan single ‘Modern Times’, refleksi puitis tentang kehidupan modern dan keseimbangan antara realitas serta impian. Lagu ini menonjol lewat aransemen megah dan vokal khasnya yang membawa semangat spiritual dan optimisme. Kolaborasinya dengan Nick Littlemore menghasilkan karya yang penuh jiwa dan energi. Lagu ini dirilis tanggal 31 Oktober 2025.
Lily Allen menumpahkan emosi dan kisah pribadi dalam ‘Madeline’, bagian dari album “West End Girl” yang membahas perpisahan dengan mantan suaminya. Lagu ini memadukan kejujuran dan keberanian dalam menyingkap luka melalui lirik tajam dan narasi jujur. “West End Girl” menjadi karya paling personal Lily sepanjang kariernya. Lagu ini dirilis tanggal 24 Oktober 2025.
Jessie J kembali lewat ‘H.A.P.P.Y’, single yang menandai bab baru menjelang perilisan album “Don’t Tease Me With A Good Time.” Lagu ini menonjol dengan pesan sederhana namun kuat tentang menemukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil. Dengan produksi Ryan Tedder, lagu ini terasa penuh warna dan uplifting. Lagu ini dirilis tanggal 31 Oktober 2025.
Gil Glaze menggandeng Afrojack dan EVIE dalam ‘Hold On’, sebuah anthem dance penuh emosi dan energi positif. Vokal lembut EVIE berpadu sempurna dengan produksi megah khas Afrojack yang membawa euforia festival. Lagu ini menjadi simbol kekuatan dan harapan di tengah badai kehidupan. Lagu ini dirilis tanggal 31 Oktober 2025.
Florence + The Machine menghidupkan nuansa mistis lewat ‘Sympathy Magic’, bagian dari album “Everybody Scream” yang rilis di momen Halloween. Lagu ini mengeksplorasi tema ketenaran dan penyembuhan melalui kekuatan seni dan spiritualitas. Florence Welch menampilkan transformasi penuh keberanian dan keindahan gelap. Lagu ini dirilis tanggal 31 Oktober 2025.
Cash Cash dan Hayley Kiyoko berkolaborasi dalam ‘Sadness’, lagu dance-pop emosional yang memadukan melankolia dengan energi festival. Vokal Hayley membawa sentuhan lembut pada produksi penuh warna khas Cash Cash. Lagu ini mengubah kesedihan menjadi perayaan akan kekuatan diri. Lagu ini dirilis tanggal 31 Oktober 2025.
Olivia Marsh menyalurkan kejujuran pahit-manis cinta lewat ‘Too Good to Be Bad’, lagu yang menggambarkan tarik-ulur antara rindu dan kesadaran untuk melepaskan. Dengan aransemen pop dreamy dan lirik reflektif, ia menampilkan sisi rentan sekaligus kuat. Lagu ini menjadi simbol penyembuhan dari cinta yang tidak pasti. Lagu ini dirilis tanggal 30 Oktober 2025.