CreativeDisc Exclusive Interview with Tsaqib: Dari Paksaan Keluarga hingga Viral TikTok

Oleh: nanack - 10 Dec 2025

Teks & Interview: Nanack
CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Tsaqib adalah musisi pendatang baru asal Bandung berusia 24 tahun yang telah merilis tiga single: ‘Mau Tak Mau,’ ‘Sudahkah Aku,’ dan karya terbarunya, Roda Berputar.’

Ditemui secara daring oleh CreativeDisc, Tsaqib mengaku ketertarikannya pada musik justru bermula dari paksaan sang ibu dan abang. Sejak kecil, ia kerap didorong ikut audisi dan lomba menyanyi. Saat SD, ia bahkan sempat membentuk boyband dan merilis lagu, meski semua itu dilakukan bukan atas keinginannya sendiri. Titik baliknya datang saat SMP, ketika ia mulai merasakan keseruan bermusik. Ia sempat membentuk duo bersama abangnya, lalu duo dengan temannya, hingga akhirnya memilih tampil solo. Perjalanannya tak selalu mulus, namun berbagai kolaborasi yang ia jalani justru menguatkan keputusan untuk berkarier sebagai solois.

Setiap label memiliki A&R (Artist & Repertoire), dan dari sinilah pintu masuk Tsaqib terbuka. Seorang rekan mendorongnya mengirim demo lagu ke Trinity Optima Production. Prosesnya memakan waktu 2–3 bulan, melibatkan perjalanan bolak-balik Bandung–Jakarta. Hingga akhirnya, pada Desember 2024, Tsaqib resmi menandatangani kontrak dengan Trinity Optima.

Single perdananya bersama label tersebut, ‘Mau Tak Mau,’ dirilis pada 16 April 2025 dan langsung viral di TikTok. Lagu ini bahkan mempertemukannya dengan sejumlah kreator dan musisi, termasuk Tissa Biani dan Ziva Magnolya. Ditulis sekitar satu setengah tahun lalu, lagu ini lahir dari masa ketika Tsaqib merasa mentok dan tak mampu bercerita kepada siapa pun, kecuali lewat tulisan. Banyak lagu tercipta dari fase itu, baik yang sudah maupun belum dirilis.

‘Mau Tak Mau’ bercerita tentang seseorang yang terjebak dalam hubungan: lanjut salah, berhenti pun tak sanggup. Melalui lagu ini, Tsaqib ingin memberikan motivasi: hidup tak bisa selalu kita kendalikan. Yang penting, “lempar dulu dadunya” entah dapat angka satu yang buruk atau enam yang terbaik, yang terpenting adalah berani melangkah, ujar Tsaqib.

Karya terbarunya yang dirilis pada 20 November 2025 lalu, ‘Roda Berputar,’ mengangkat ide yang lebih berat dan reflektif. Meskipun baru berusia 24 tahun, Tsaqib mencoba membayangkan perspektif seseorang berusia 27–29 tahun yang merasa stuck dalam percintaan maupun karier. Lagu ini menggambarkan usaha untuk menjadi lebih baik, namun semakin dicoba justru semakin nihil hasilnya. Ia ingin mematahkan stigma klise “roda pasti berputar” karena menurutnya, banyak orang justru merasa berada di tempat yang sama meski sudah berusaha. “Aku tak butuh motivasimu, aku hanya lagi sedih,” begitu kira-kira esensi emosi yang ingin disampaikan.

Video musik ‘Roda Berputar’ menampilkan penggambaran yang lebih luas dan terbuka untuk ditafsirkan. Secara garis besar, klip ini menangkap kegelisahan seseorang yang merasa hidupnya berputar di situ-situ saja. Adegan di dalam angkot, dikelilingi berbagai karakter, menjadi simbol beragam persoalan hidup yang muncul silih berganti.

Dalam proses take vocal, ketiga single Tsaqib diarahkan oleh Kamga sebagai vocal director. Tsaqib mengaku sangat bersyukur mendapat bimbingan sosok dengan jam terbang tinggi sekaligus kepribadian yang hangat dan menyenangkan.

Dengan tiga single yang telah dirilis, musik Tsaqib sejauh ini cenderung berada di ranah stripped chill. Ke depannya, ia berharap bisa merilis sebuah EP setelah ‘Roda Berputar,’ dengan eksplorasi warna musik yang lebih luas dari karya-karyanya sebelumnya.

Untuk para pendengar, Tsaqib berharap musiknya dapat menjadi teman di saat-saat sulit. Meski kebanyakan lagunya terdengar mellow dan terkesan putus asa, ia selalu menyelipkan pesan motivasi atau ketenangan. Inspirasi utamanya memang berasal dari pengalaman pribadi, namun ia selalu berusaha menulis dengan perspektif lebih luas agar pesannya lebih relevan dan mudah dihayati banyak orang.

 

Tags: ,

Author

nanack

More from Creative Disc