CreativeDisc Exclusive Intervew with PYC: Eksplorasi Beragam Rasa Cinta Lewat Debut Album “Taste”

Oleh: riadini - 24 Feb 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Kali ini, kita berkenalan dengan sosok alt-pop newcomer yang memadukan storytelling playful dengan kejujuran emosional. Lewat debut albumnya, “Taste”, penyanyi asal Thailand, PYC, membuka dunia di mana cinta dan kerinduan tidak hanya dirasakan, tapi seolah bisa disentuh, dicicipi, dan diresapi lewat metafora sensorik yang intim. Sebuah awal dari perjalanan artistik yang terasa sangat personal dan jujur.

Nama Panggung dan Pengalaman Tinggal di Indonesia

Dan begitu sesi dimulai, satu fakta langsung jadi “unlock secret”: PYC ternyata pernah tinggal di Jakarta selama dua tahun saat kecil. Ia bahkan masih bisa berbicara sedikit bahasa Indonesia. “Saya berbahasa Indonesia sedikit,” ujarnya sambil tersenyum. Kedekatan kecil itu langsung mencairkan suasana.

Nama PYC sendiri ternyata bukan sekadar nama panggung. Ia adalah akronim dari nama asli dan nama panggilannya dalam bahasa Thai, Penyai, yang berarti “meriam” atau “big gun.” Namun ketika ia tinggal di luar negeri, termasuk Indonesia, banyak orang kesulitan mengucapkannya. Dari situlah ia memilih PYC, sebuah identitas yang mengingatkannya pada masa kecil, pada kehidupan yang berpindah-pindah kota, dan pada proses tumbuh yang membentuk dirinya hari ini.

Kisah di Balik Album “Taste” dan Single ‘Spider-Guy’

Jika “Taste” adalah sebuah menu, maka rasa yang paling personal baginya adalah bittersweetness. “You’re never 100% happy or 100% sad,” katanya. Hidup dan cinta, menurutnya, selalu berada di antara dua sisi. Ada manis, ada pahit dan keduanya sering hadir bersamaan. Perspektif itu terasa sangat membumi. Tidak dramatis, tidak berlebihan. Hanya jujur.

Salah satu lagu paling menonjol di album ini adalah ‘Spider-Guy,’ yang terinspirasi langsung dari tokoh Spider-Man. Namun bukan soal kekuatan super. Bagi PYC, karakter itu merepresentasikan sosok yang quirky, vulnerable, tidak selalu paling kuat tapi tetap berusaha melakukan yang terbaik. “Aku merasa ingin melakukan yang terbaik untuk membuat orang di sampingku bahagia… tapi aku bukanlah seorang superhero yang kuat,” akunya. Konsep heroisme versi PYC bukan tentang menyelamatkan dunia, melainkan tentang hadir meski dalam ketidaksempurnaan.

Lagu Favorit dan Pesan yang Tersembunyi dalam “Taste”

Ketika ditanya lagu mana yang paling merepresentasikan dirinya, ia memilih ‘Where’s My Cake?’ Lagu yang ditulisnya dengan cepat saat berada di rumah sakit, tepat di hari ulang tahunnya, tanpa orang yang ia harapkan datang membawa kue. Perasaan menunggu yang terasa “memalukan” untuk diakui itu justru menjadi potret dirinya yang paling jujur. Sebuah snapshot dari momen emosional yang sangat spesifik dan sangat manusiawi.

Pesan utama “Taste” sendiri sederhana namun dalam: cinta bukan sesuatu yang harus selalu indah. Ia adalah rangkaian pengalaman. Kadang manis, kadang pahit. Tapi justru di situlah letak kemanusiaannya. “If there’s no bitter, you don’t know how sweet it tastes,” ujarnya. Sebuah pengingat lembut bahwa membuka hati, meski berisiko, adalah bagian dari menjadi hidup.

Makanan Favorit yang Cocok untuk Mendengarkan Albumnya dan Tahu Goreng

Ketika diminta memilih satu makanan yang merepresentasikan album ini, jawabannya cake. Manis, menyenangkan, tapi tidak selalu baik jika berlebihan. Sebuah metafora yang ia akui sangat menggambarkan hubungan yang ia alami selama dua tahun terakhir.

Menariknya, obrolan soal makanan membawanya kembali ke Indonesia. Ia tertawa ketika mengingat tahu goreng, singkong, bakwan, dan bahkan cireng yang disukai adiknya. Gorengan, katanya, adalah “god-tier snack.” Kenangan sederhana tentang membeli gorengan di bawah jembatan dekat stasiun di Jakarta menjadi bagian kecil dari perjalanan hidupnya yang tetap hangat.

Tampil Live dan Bawakan ‘Spider-Guy’ untuk Pertama Kali

Di akhir percakapan, kami membahas mengenai momen yang paling membekas dari perilisan album ini terutama saat ia membawakan ‘Spider-Guy’ secara live di showcase I Can Be Your Spider-Guy – Keep You Safe at Night di Soho House Bangkok. Ia mengundang teman-teman dekat dan para penggemar yang sudah mendukungnya sejak awal. Malam itu bukan sekadar performance, melainkan pesan. Bahwa ia ingin menjadi sosok protektif, setidaknya lewat lagu-lagunya. Melihat wajah-wajah tersenyum di antara penonton menjadi memori yang ia simpan sebagai sumber kekuatan untuk terus berkarya.

Berikut video interview bareng PYC selengkapnya:

Tags: ,

Author

riadini

More from Creative Disc