CreativeDisc Exclusive Intervew with SHAUN: Single ‘Diary’ Bukan Kisah Pribadi, Dibuat agar Siapa Pun Bisa Merasa Relate

Oleh: riadini - 24 Mar 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – SHAUN kembali melanjutkan era musik terbarunya lewat pre-release single ‘Diary’, lagu ketiga yang membuka jalan menuju EP terbarunya yang dijadwalkan rilis pada April mendatang. Meski terdengar intim dan reflektif, penyanyi sekaligus penulis lagu asal Korea Selatan tersebut mengungkapkan bahwa ‘Diary’ sebenarnya bukan lagu yang sepenuhnya berangkat dari pengalaman pribadinya. Dalam wawancara bersama Creativedisc, ia menjelaskan bahwa lagu tersebut justru ditulis agar siapa pun yang mendengarkannya bisa merasa terhubung.

Inspirasi dan Emosi dalam ‘Diary’

Menurut SHAUN, ‘Diary’ lahir dari imajinasi yang ia bangun saat mulai menulis lirik. Ia ingin lagu ini terasa seperti sebuah film, lengkap dengan suasana yang visual dan puitis. Sosok “diary” yang dimaksud dalam lagu ini pun bukan sekadar buku harian biasa, melainkan gambaran tentang buku harian yang mungkin ditulis seseorang saat masih sangat muda. Ia membayangkan jika diary itu masih tersimpan hingga sekarang, maka bentuknya akan seperti kertas tua dengan tulisan tangan yang masih canggung dan berantakan, sebuah detail yang kemudian melahirkan imagery lirik seperti “old paper and clumsy handwriting.”

‘Diary’ dan Dua Lagu Pendahulunya, ‘Pixels’ dan ‘Night Walk’

SHAUN juga menjelaskan bahwa ‘Diary’, bersama dua pre-release single sebelumnya, ‘Pixels’ dan ‘Night Walk’, tidak dibangun sebagai satu rangkaian cerita yang benar-benar saling terhubung. Benang merah ketiganya justru terletak pada nuansa dan gaya yang serupa. Ia menyebut ketiga lagu tersebut lebih banyak berasal dari atmosfer emosional dan sedikit sentuhan imajinasi, yang ia eksplorasi secara bebas. Baginya, lagu-lagu ini dirancang untuk terdengar seperti film atau bahkan seperti sebuah gambar yang hidup di kepala pendengarnya.

“The Time Machine Club” dalam Video Musik

Dari sisi visual, konsep sinematik itu juga diperluas lewat video musik ‘Diary’. SHAUN mengaku menyerahkan pengembangan cerita kepada sang sutradara, dan ia merasa sangat puas dengan hasil akhirnya. Ia menyebut sang sutradara menyukai elemen-elemen film sci-fi yang kemudian dituangkan ke dalam karya yang terasa seperti drama atau film, namun tetap terhubung dengan elemen-elemen keseharian yang lebih kasual dan dekat. Menurut SHAUN, perpaduan antara visual video dan lirik lagunya terasa sangat menyatu, membuat ‘Diary’ semakin kuat sebagai karya audio-visual yang utuh.


Kepopuleran ‘Way Back Home’ dan Creative Control di Masa Kini

Menariknya, SHAUN juga menegaskan bahwa proses kreatif seperti ini adalah sesuatu yang terus ia jalani sejak masa wajib militernya hingga sekarang. Ia menyebut dirinya selalu membuat musik yang memang ingin ia buat, lalu membiarkannya hadir ke dunia apa adanya. Filosofi sederhana itu, menurutnya, memang menjadi bagian dari kehidupan seorang musisi. Di sisi lain, ia juga mengaku banyak mendapatkan inspirasi dari kolaborasi dengan musisi dan produser lain. Dengan mencoba memahami perspektif mereka dan apa yang ingin mereka sampaikan lewat sebuah lagu, SHAUN merasa proses tersebut turut membentuk identitas musikalnya sekaligus memperkaya “aset” pribadinya sebagai seorang seniman.

Ada apa saja dalam EP Mendatang?

Menjelang perilisan full EP pada April nanti, SHAUN memberi sedikit bocoran bahwa proyek ini akan dipenuhi nuansa band sound yang konsisten, dimulai dari ‘Pixels’, ‘Night Walk’, ‘Diary’, hingga lagu baru yang saat ini masih dalam tahap akhir. Ia berharap para pendengar bisa merasakan alur yang stabil dari awal hingga akhir, sekaligus menangkap satu tema besar yang mengikat seluruh proyek ini. Dengan fondasi yang sudah dibangun lewat tiga pre-release single sejauh ini, EP baru SHAUN tampaknya siap menjadi bab berikutnya yang lebih utuh dan sinematik dalam perjalanan musiknya.

Simak interview selengkapnya bareng SHAUN di sini:

Author

riadini

More from Creative Disc