CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Membawakan lagu orang lain sudah khatam dilalui oleh solois R&B Tone Stith. Sebelum ia mempunyai materinya sendiri, ia telah populer menjadi bintang cover song di era keemasannya pada era 2010’an. Dari cover song ia banyak belajar dan akhirnya memberanikan diri untuk lepas dari bayang-bayang penyanyi cover dan merilis album perdananya “Can We Talk” pada tahun 2017.
Sembilan tahun setelahnya, Stith sudah berganti label, mengganti kulit musiknya dan bereksperimen dengan banyak hal. Semua hal itu membuatnya ingin kembali menjadi dirinya sendiri dan itu ia utarakan lewat album terbarunya nanti “The Edge” dan menjagokan single ‘Fly’ sebagai kata pengantarnya. ‘Fly’ bercerita tentang kebebasan, suatu hal yang akhirnya ia rasakan secara utuh dan autentik setelah lebih dari satu dekade berkarir di dunia tarik suara dan kali ini Tone Stith menceritakan semuanya bersama kami sembari bercerita tentang dunia cover song dan keinginannya untuk terbang ke angkasa.
Apa yang kamu lakukan akhir-akhir ini?
Aku merilis single baru berjudul ‘Fly’ dan juga selesai menyelesaikan albumku berjudul “The Edge”. Senang melihat tanggapan penggemarku yang positif atas lagu ‘Fly’ dan tersentuh dengan lagunya.
Bisa diceritakan lebih lanjut tentang ‘Fly’?
‘Fly’ adalah lagu tentang kebebasan, tidak membiarkan diri terikat oleh standar atau ekspektasi siapapun selain diri sendiri. Lagu ini berbicara tentang leap of faith, percaya pada diri sendiri dan tidak merasa terjebak akan hal apapun.
Aku merasa baik di industri musik maupun kehidupan secara umum, banyak orang merasa tertekan untuk mengikuti jalur tertentu karena disuruh atau atas dasar ekspektasi sekitar. Padahal hidup ini singkat. Kalau kita ingin menikmati hidup dan melakukan apa yang kita cintai, kita harus berani mengambil setiap kesempatan yang ada dan berani bertaruh pada diri sendiri.
Dalam lagu ini, kamu seperti terlahir kembali.
Betul sekali, aku sangat menantikan apa yang akan terjadi di masa depan karena aku merasakan ada sesuatu di sana.
Jika kamu bisa terbang, kamu mau terbang ke mana?
Langsung terbang menuju matahari dan bulan. Aku mau terbang melesat ke atas dan melihat dunia dari sana.
Jawaban yang cukup gila menurutku
Aku ingin terbang ke luar angkasa coy.
Kenapa?
Akan sangat luar biasa bisa melihat dunia secara utuh dan mendapatkan perspektif yang benar-bener berbeda. Saat ini, mungkin pengalaman terdekat kita dengan langit hanya di dalam pesawat tetapi hanya bisa lihat awan saja. Jadi kupikir seru juga kalau kita bisa menembus atmosfir sampai ke luar angkasa dan bisa melihat bumi secara keseluruhan dan menikmati keindahannya.
Dari ‘Fly’ saja sepertinya album “The Edge” akan terdengar berbeda dari album sebelumnya. Bisa diceritakan tentang konsep album ini?
Aku selalu terinspirasi dari para legenda seperti Michael Jackson, Prince, Stevie Wonder, Whitney Houston. Menurutku, mereka adalah standar tertinggi dalam bermusik. Aku ingin membuat sesuatu dengan standar tinggi, elektrik dan punya energi yang kuat seperti karya mereka dan kata edge langsung muncul dalam pikiranku ketika membuat proyek ini.
Jujur, dua tahun terakhir di hidupku sangat berat. Kehilangan orang yang dicintai dan perubahan besar di industri musik membuatku merasa di “ujung” dari segi emosional dan bermusik. Berat sekali rasanya sampai-sampai aku tidak melakukan apa yang aku inginkan.
Lewat album ini, untuk pertama kalinya aku merasa bisa benar-benar fokus dan melakukan 100% apa yang aku inginkan dari segi musik. Aku terinspirasi dari musik funk, soul, rock dan berbagai warna musik lainnya yang membentuk diriku. Prosesnya juga menyenangkan karena tidak melibatkan banyak orang, bahkan aku memproduseri sebagian besar lagunya. Hal itu bagus karena semuanya langsung paham arah album ini ke mana.
Slogan di balik album ini adalah “inilah suara kebebasan”. Setelah sekian lama, akhirnya aku benar-benar menjadi diriku sendiri yang paling autentik. Aku rasa penggemar akan mendapatkan sesuatu yang benar-benar berbeda, karena sejujurnya mereka belum pernah mendengarku membuat musik seperti ini sebelumnya.
Kamu benar-benar menghormati musisi yang mempengaruhimu ya?
Harus dong.
Apa album favoritmu sepanjang masa?
Pertanyaan yang sulit ini karena bisa berubah terus. Aku pilih album Prince “Sign o’ the Times” dan Michael Jackson “Thriller”. Siapa yang bisa mengalahkan album “Thriller”.
Menurutmu apa yang spesial dari musik masa lalu yang secara tidak langsung mempengaruhi musikmu?
Aku tumbuh besar di lingkungan gereja, bermain drum, keyboard, dan bernyanyi di sana. Sejak kecil, aku sudah berada di lingkungan musik live. Jadi bagiku, ketika memikirkan era 80-an dan 90-an, hal yang paling menarik dari masa itu adalah musiknya benar-benar dimainkan oleh orang-orang sungguhan. Tidak diprogram, bukan dari kecerdasan buatan dan bukan sesuatu yang sepenuhnya digital. Semuanya terasa organik dan membuat orang bisa terhubung secara emosional dengan musiknya.
Musik autentik yang dimainkan oleh musisi beneran dan itu juga tercermin di albumku nanti. “The Edge” benar-benar menonjolkan musikalitas yang autentik. Sebagian besar lagu direkam secara live, dan aku sendiri memainkan banyak instrumen di dalamnya. Beberapa teman produserku juga ikut bermain langsung di album ini. Kami benar-benar ingin menghidupkan kembali elemen musik live.
Bagaimana perasaanmu sebagai penyanyi yang dulunya sering membawakan lagu orang dan sekarang lagumu sendiri dibawakan oleh orang lain?
Aku sangat bersyukur akan hal itu dan jujur hal ini masih tidak nyata buatku. Aku masih seperti anak yang sama dari New Jersey yang mencintai musik dan tidak pernah membayangkan bahwa saya punya penggemar yang menghargai musikku bahkan sampai meng-cover laguku.
Aku selalu tersenyum setiap kali melihat seseorang bernyanyi, bermain bass dan menari sambil mengikuti musikku. Rasanya luar biasa. Aku hanya bisa berpikir, “wow, hidupku sekarang seperti ini toh”.
Ada cover lagumu yang paling seru yang pernah kamu temukan?
Waku itu aku ke Korea Selatan untuk shooting ‘Fly’ di tempat karaoke. Ada satu fans di Instagram yang pergi ke tempat karaoke itu dan nyanyi laguku di tempat itu dan suaranya bagus banget. Dia sampai berpose di depan tempat karaoke yang sama persis dengan cover art dari ‘Fly’ dan posenya benar-benar sangat mirip. Gila sih.
Lagu apa yang paling susah untuk di-cover?
Ya Tuhan, waktu masih muda aku pernah membawakan ulang Beyoncé, ‘Dangerously in Love” dan itu capek banget karena aku menyanyikannya dengan kunci nada aslinya. Waktu itu, vokalku masih kuat jadi bisa sama kuncinya dengan lagu aslinya. Selesai menyanyikannya, aku langsung ngos-ngosan. Terkuras habis energiku menyanyikan lagu itu.
Apa pelajaran yang bisa kamu ambil ketika kamu sering membawakan lagu orang lain dan bagaimana kamu mengaplikasikannya ke dalam musik yang kamu buat sendiri?
Membawakan lagu orang lain malah banyak mengajarkanku tentang suara dan gaya vokalku sendiri. Sebagai produser, penulis lagu, dan arranger, aku ingin membuat ulang lagu tersebut sepenuhnya dan menginterpretasikannya dengan caraku sendiri. Aku selalu membayangkan bagaimana jika lagu itu adalah lagu milikku.
Semua proses itu ternyata sangat menantang dan jadi pelajaran yang berharga. Dari situ aku belajar menemukan identitas suaraku, mengembangkan ide baru dan terus tumbuh secara kreatif.
Apa yang membedakan ketika kamu menyanyikan lagu orang dan lagumu sendiri?
Kalau berbicara dari sudut pandang pertunjukan live, hal yang menarik dari membawakan lagu cover adalah meskipun penonton belum mengenal kita, kemungkinan besar mereka sudah mengenal lagu tersebut. Jadi mereka bisa langsung ikut bernyanyi dan menikmati momen bersama-sama dan menghasilkan koneksi yang instan.
Namun, ketika kamu masih di tahap awal sebagai artis, situasinya bisa cukup menantang terutama saat menjadi pembuka di tur musisi lain. Penonton datang bukan untukmu, dan mereka belum tentu mengenal karya aslimu. Jadi ketika kamu membawakan karya sendiri, kamu benar-benar harus “memenangkan” hati mereka. Mereka mendengar lagumu untuk pertama kalinya secara langsung, jadi kamu harus bekerja ekstra untuk membuat mereka terhubung dengan musikmu.
Aku masih ingat masa-masa itu. Meski menantang, aku selalu berusaha menikmatinya dan memastikan aku melibatkan penonton. Seiring waktu, ketika aku semakin sering tampil dan berkembang sebagai artis, rasanya menyenangkan melihat semakin banyak penggemar datang ke pertunjukan dan mulai hafal lirik lagu-lagu asliku.
Ketika akhirnya saya tampil di tur-tur besar, penggemar saya sudah memenuhi bangku penontonnya. Mereka ikut bernyanyi bersama dengan laguku. Itu momen yang sangat spesial dan luar biasa.
Menurutmu bagaimana state of R&B sekarang?
R&B saat ini berada di posisi yang sangat seru. Banyak musisi mulai bereksperimen di luar standar R&B klasik yang dulu lebih kaku. Sekarang, rasanya lebih terbuka. Orang-orang membuat musik berdasarkan apa yang benar-benar mereka cintai. Mereka berpikir di luar batasan dan tidak lagi merasa terkotak-kotak, seolah batasannya hanyalah langit. Hal ini membuka ruang baru bagi para kreator untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan, karena pasti akan ada audiens yang menghargainya.
Aku melihat R&B sedang berkembang dengan sangat menarik. Ada Leon Thomas yang benar-benar tampil luar biasa. Lalu ada juga artis-artis lain yang mungkin secara teknis lebih dikenal sebagai rapper, tetapi tetap membawa warna dan pengaruh R&B dalam musik mereka seperti Doechii. Ada SZA, dan juga Olivia Dean yang mungkin lebih dikenal sebagai pop, tetapi punya pengaruh R&B yang kuat dan kualitas vokal yang luar biasa.
Dan sekarang Bruno Mars juga kembali dengan single barunya. Itu kabar yang sangat baik untuk R&B. Bagi saya, dia seperti raja di genre ini. Setiap kali Bruno Mars merilis sesuatu antusiasmenya selalu luar biasa, karena dia memang Bruno Mars.
Sebutkan lima hal yang kami tidak ketahui dari dirimu?
Aku suka basket dan tumbuh bersama basket. Aku suka modifikasi motor dan mobil. Aku suka Muay Thai. Aku suka hidup berdekatan dengan air. Terakhir, biar menarik aku suka anime dan anime kesukaanku adalah Kimetsu no Yaiba, Jujutsu Kaisen dan Dragon Ball Z. Sekarang aku suka Hunter X Hunter.
Kamu pasti cinta dengan Indonesia, karena disini kultur modif motornya kuat banget.
Waktu itu aku pernah nge-follow page yang aku lupa namanya tapi isinya tuh tentang orang ngebuat motor kenceng banget dan ikut drag race gitu. Kayaknya itu page dari Indonesia deh.
Apa yang kamu lakukan setelah ini.
Merilis album yang orang pasti akan suka dan tur keliling dunia. Semoga aku juga bisa keliling Asia dan mengunjungi Indonesia juga sekalian lihat kultur otomotifnya di sana.
‘Fly’ telah dirilis pada 12 Desember 2025 via MNRK Records.