Westlife A Gala Evening in Surabaya, Konser Nostalgia dalam Balutan Orkestra

Oleh: welly - 08 Feb 2026

Photo: Tony Kurniawan
CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Westlife akhirnya kembali ke Surabaya untuk kedua kalinya, dan kali ini hadir dengan tajuk A Gala Evening in Surabaya yang digelar pada Minggu, 8 Februari 2026 di Graha Unesa, yang diusung oleh promotor FolagoPro. Sebagai penggemar yang sudah menantikan momen ini sejak lama, saya datang dengan ekspektasi tinggi, terlebih karena konser ini dijanjikan tampil spesial dengan format orkestra.

Sejak pukul 17.00, antrean penonton sudah tampak padat di area venue, menandakan antusiasme besar warga Surabaya. Konser resmi dibuka pukul 20.00, dengan Shane Filan, Kian Egan, dan Nicky Byrne yang tampil dengan diiringi String Orchestra Surabaya, dengan ‘World of Our Own’ dan ‘If I Let You Go’.

Tentu saja penampilan ini disambut dengan teriakan histeris penonton. Shane, Kian, dan Nicky tampil elegan dengan tuxedo hitam, lalu menyapa penonton dengan hangat sambil memuji Graha Unesa sebagai venue yang “very beautiful.”

Energi nostalgia terasa kuat saat mereka melanjutkan dengan ‘Bop Bop Baby’, ‘Mandy’, dan ketika membawakan ‘Flying Without Wings’, mereka mengajak salah satu backing vocal mereka, Christin untuk mengisi part vokal Mark yang tidak ikut dalam tour kali ini.

Di paruh konser, Westlife sempat mengambil jeda sekitar 15 menit untuk berganti kostum menjadi tuxedo putih, sebelum kembali melanjutkan pertunjukan hingga konser berakhir sekitar pukul 22.00. Secara musikal, A Gala Evening in Surabaya menghadirkan nuansa megah dan emosional yang jarang terlihat di konser Westlife sebelumnya. Terutama untuk bagian orkestra yang memberikan sentuhan elegan di lagu-lagu klasik Westlife.

Namun, di balik kemegahan musikal, pengalaman menonton sayangnya tidak sepenuhnya mulus. Westlife sendiri sempat bercanda sekaligus mengeluh soal panasnya venue, dan keluhan itu juga dirasakan penonton, terutama di area VVIP. Beberapa penonton juga membagikan kekecewaan mereka di media sosial, seperti posisi duduk yang berada di ujung membuat pandangan hampir tidak terlihat. Tak hanya itu, banyak penonton orang tua dan manula yang terlihat kebingungan mencari tempat duduk karena minimnya staf yang membantu.

 

Author

welly

More from Creativedisc