CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Jay Chou resmi kembali dengan album studio ke-16 bertajuk “Children of the Sun” yang dirilis secara digital pada 25 Maret 2026. Berisi 13 lagu, album ini langsung melesat ke puncak chart penjualan album digital tahun ini di berbagai platform musik utama di Tiongkok daratan. Antusiasme penggemar pun terasa besar sejak awal, dengan banyak pendengar menunggu hingga larut malam untuk menyambut perilisan album tersebut. Tak butuh waktu lama, album ini juga dilaporkan telah terjual lebih dari dua juta kopi di QQ Music, sekali lagi menegaskan posisi Jay Chou sebagai salah satu ikon pop terbesar di Asia.
Sorotan utama dari proyek ini datang dari video musik title track nya yang berdurasi 6 menit 59 detik, menghadirkan narasi penuh ketegangan dengan sentuhan dark comedy sambil merangkai referensi dari 30 karya seni terkenal dunia. Beberapa di antaranya termasuk The Anatomy Lesson of Dr. Nicolaes Tulp karya Rembrandt, The Kiss milik Gustav Klimt, Self-Portrait with Bandaged Ear dari Vincent van Gogh, The Death of Marat karya Jacques-Louis David, hingga Nighthawks milik Edward Hopper. Dengan tata rias, arahan artistik, properti, pencahayaan, dan efek visual yang detail, video tersebut menghidupkan ulang adegan-adegan ikonik dari lukisan-lukisan legendaris itu sebagai bentuk penghormatan terhadap mahakarya seni klasik. Proses produksinya berlangsung selama lebih dari dua tahun di Paris dan Taipei, dengan anggaran yang dilaporkan menembus US$2,8 juta atau sekitar Rp45,6 miliar.
Skala produksinya pun disebut sebagai salah satu yang paling ambisius di dunia Mandopop saat ini, memadukan adegan live-action, animasi, dan pengerjaan pascaproduksi dalam skala besar. Secara visual, video tersebut juga disebut membawa sentuhan Wētā Workshop, studio kreatif ternama di balik film-film blockbuster seperti Avatar, The Lord of the Rings, Planet of the Apes, dan Dune. Keterlibatan studio itu terasa lewat detail world-building dan tekstur sinematik yang membuat video ini terasa melampaui rilisan musik biasa. Sementara itu, secara musikal, lagu utamanya memadukan unsur rock dan musik klasik, menggabungkan estetika Gotik dan referensi seni Barat ke dalam balutan pop khas Jay Chou. Liriknya kembali ditulis oleh kolaborator lamanya, Vincent Fang, dengan tema tentang menghadapi dan menaklukkan sisi gelap dalam diri. Penyanyi 47 tahun tersebut juga menampilkan sisi personal lewat lagu ‘My Daughter, Your Highness’ yang didedikasikan untuk putri bungsunya, Jacinda, dengan nuansa ceria dan lirik jenaka tentang kesehariannya sebagai ayah, sementara lagu-lagu seperti ‘Sicily,’ ‘Gold Rush Town,’ ‘The Girl from Hunan,’ dan ‘The Day It Rained’ langsung mencuri perhatian sebagai favorit awal penggemar.