CreativeDisc Exclusive Interview with MAKI: Ternyata Ini Arti Nama Tur MAKI ‘Kolorcoaster’ dalam Bahasa Indonesia

Oleh: nanack - 07 May 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA –Dalam beberapa tahun terakhir, nama MAKI perlahan berubah menjadi salah satu suara paling menarik dari skena pop Asia. Berangkat dari Filipina dengan lagu-lagu emosional yang terasa intim dan personal, ia kini berhasil membangun koneksi dengan pendengar lintas Negara, termasuk Indonesia.
Menariknya, banyak orang pertama kali jatuh cinta pada musik MAKI bahkan tanpa memahami bahasa yang ia gunakan.
Dari viralnya ‘Dilaw’, kolaborasi dengan artis internasional, hingga konser “Kolorcoaster Tour” yang akan singgah di Bengkel Space, Jakarta pada 14 Juni mendatang, perjalanan MAKI terasa seperti bukti bahwa emosi dalam musik memang tidak membutuhkan terjemahan.
“Diskografiku cukup kompleks dan berbeda-beda,” ujar MAKI saat berbincang dengan kami. “Tapi sebagai seniman, aku suka menulis lagu langsung dari kenyataan.”

Musik Sedih dengan Suara Ceria

Salah satu hal paling menarik dari musik MAKI adalah kontras yang ia bangun secara sadar. Di balik warna musik yang terdengar ringan dan dreamy, tersimpan lirik-lirik yang justru sangat emosional.
“Banyak orang bilang suaraku sangat ceria, tapi lirikku malah kebalikannya, sangat galau,” katanya sambil tertawa.
Menurutnya, kekuatan terbesar musiknya justru terletak pada bagaimana melodi dan lirik saling bertabrakan namun tetap terasa hangat.
“Aku sangat memperhatikan bagaimana suara dan lirik itu menyatu,” jelasnya. “Dan aku rasa orang-orang bisa memahami perasaan itu hanya dengan mendengarkannya.”
Itulah mengapa musik MAKI tetap terasa dekat bahkan bagi pendengar Indonesia yang tidak memahami bahasa Tagalog.
“Saya rasa bahkan kalian di Indonesia, meskipun tidak mengerti lirik laguku, tetap bisa beresonansi dengan jenis musik yang saya buat,” ujarnya.
Di balik itu semua, MAKI mengaku pernah mengalami fase di mana ia merasa harus berubah demi diterima industri musik. Namun pada akhirnya, ia memilih untuk tampil apa adanya.
“Dulu aku pikir aku harus menyesuaikan diri supaya orang suka sama aku,” katanya. “Tapi akhirnya aku sadar, orang yang memang terkoneksi denganmu akan datang ketika kamu menjadi diri sendiri.”

‘Dilaw’: Lagu yang Mengubah Banyak Hal

Tak bisa dipungkiri, ‘Dilaw’ menjadi salah satu titik terbesar dalam karier MAKI sejauh ini. Lagu tersebut kini telah menembus lebih dari 300 juta streams di Spotify dan menjadi anthem patah hati bagi banyak pendengar Asia Tenggara.
Menariknya, lagu ini juga sempat hadir dalam versi soundtrack yang lebih lambat dan intim untuk sebuah film romcom.
MAKI menggambarkan kedua versi itu dengan cara yang puitis.
“Dilaw versi original itu seperti pagi,” ujarnya. “Sedangkan versi soundtrack yang lebih pelan itu seperti sorenya.”
Versi soundtrack tersebut ternyata lahir setelah pihak film meminta langsung kepadanya untuk membuat interpretasi baru dari lagu tersebut.
“Sutradaranya bilang mereka mendengarkan laguku selama proses pembuatan film,” kata MAKI. “Jadi itu terasa sangat surreal buatku.”
Selain film, beberapa serial juga mulai mempercayainya untuk menulis soundtrack.
“Aku merasa sangat terhormat ketika orang mempercayai aku untuk menulis lagu untuk film atau serial mereka,” tambahnya. “Dan aku tidak sabar menulis lebih banyak lagi.”

Kolaborasi dengan JVKE dan joan

Di luar proyek solonya, MAKI juga mulai memperluas jangkauan internasional lewat sejumlah kolaborasi menarik.
Salah satunya adalah bersama JVKE, penyanyi di balik hit global ‘golden hour’ yang telah meraih lebih dari 1,5 miliar streams di Spotify. Bersama JVKE, MAKI terlibat dalam lagu ‘seasons’ yang menjadi bagian dari kolaborasi untuk tur Asia sang musisi.

“JVKE menginspirasi banyak artis,” ujar MAKI. “Dia menciptakan suara yang sangat unik, seperti punya genrenya sendiri.”
Ia menyebut pengalaman kolaborasi tersebut berlangsung sangat cepat namun menyenangkan.
“Itu pengalaman yang sangat menyenangkan, dan aku harap kami bisa bertemu lagi segera,” katanya.
MAKI juga berkolaborasi dengan duo indie-pop asal Arkansas, joan, dalam lagu ‘turning green’, musisi yang ternyata sudah lama ia dengarkan bahkan sebelum dikenal luas.
“joan bukan musisi mainstream, tapi aku sangat mencintai musik mereka,” ujarnya. “Mereka menginspirasiku menjadi artis seperti sekarang.”

Indonesia, Bali, dan Momen yang Mengubah Segalanya

Hubungan MAKI dengan Indonesia dimulai lewat penampilannya di AXEAN Festival Bali 2024 yang juga menjadi panggung internasional pertamanya.
Namun di balik penampilan itu, MAKI ternyata menyimpan rasa gugup yang besar.
“Awalnya aku takut banget,” akunya jujur. “Aku nervous sebelum naik panggung.”
Semua berubah ketika ia melihat bagaimana penonton Indonesia menyambut musiknya.
“Walaupun mereka bukan orang Filipina dan tidak mengerti liriknya, mereka tetap mendukungku,” katanya.
Beberapa fans bahkan rela datang dari Jakarta menuju Bali hanya untuk menonton penampilannya.
“Jadi aku bilang ke diriku sendiri: ini waktunya kamu tampil.”
Kini, MAKI siap kembali ke Indonesia lewat konser “Kolorcoaster Tour” di Jakarta pada 14 Juni mendatang. Dan menurutnya, akan ada sesuatu yang spesial untuk fans Indonesia.
“Aku menyiapkan kejutan untuk fans Indonesia,” katanya sambil tersenyum. “Sebagai bentuk penghormatan untuk semua dukungan yang mereka kasih sejak dulu.”

“Kolorcoaster” dan Identitas Filipina

Nama “Kolorcoaster” sendiri terdengar unik, gabungan antara warna dan rollercoaster emosi.
Ketika diberi tahu bahwa kata “kolor” dalam bahasa Indonesia punya arti yang cukup berbeda, MAKI langsung tertawa keras.
“Oh iya? Kolor itu celana dalam?” katanya sambil ngakak. “Tenang, kalian nggak akan lihat celana pendek di sini.”
Ia lalu menjelaskan bahwa nama tersebut berasal dari kata “kulay”, yang berarti warna dalam bahasa Filipina.
“Aku menambahkan huruf K supaya terasa lebih Filipino,” jelasnya.
Dan memang, “Kolorcoaster” terasa seperti representasi paling tepat untuk musik MAKI: penuh warna, emosional, hangat, namun juga chaotic di saat yang sama.

Tentang Lagu Baru dan Masa Depan

Menjelang akhir wawancara, MAKI membocorkan bahwa ia akan segera merilis single baru. Teaser-nya sudah mulai tersebar di media sosial, walaupun ia masih enggan mengonfirmasi judulnya.
Ketika ditanya apakah lagu itu akan berjudul ‘PINK’, ia hanya tertawa malu-malu.
“Untuk sekarang aku belum bisa membocorkan judulnya,” katanya. “Tapi pasti akan ada warna pink di situ.”
Meski kini mulai menjangkau audiens internasional lebih luas, MAKI menegaskan bahwa ia tidak akan meninggalkan akar Filipinanya.
“Aku akan tetap membuat banyak lagu Tagalog,” ujarnya. “Tapi tentu saja aku juga suka membuat lagu berbahasa Inggris karena itu juga bagian dari diriku.”
Sebelum wawancara berakhir, kami memberinya satu pilihan terakhir: lebih memilih menulis lagu yang menghancurkan hatinya sendiri, atau membawakan lagu yang menghancurkan hati orang lain?
MAKI tertawa lama sebelum menjawab: “Mungkin aku pilih menulis lagu yang menghancurkan hatiku… karena pada akhirnya aku juga akan membawakannya, dan itu akan menghancurkan hati kalian juga.”

Simak interview selengkapnya berikut ini:

Tags: ,

Author

nanack

More from Creative Disc