CreativeDisc Exclusive Interview with TOGENASHI TOGEARI: Simbol Empowerment Baru di Dunia Anime

Oleh: luthfi - 20 Oct 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Setelah sebelumnya dunia musik anime penuh dengan riuhnya grup idol, sekarang giliran all-girl band yang mendominasi dunia anime. Dominasi tersebut dimulai dari awal 2020’an dimana banyak media mix project mulai memunculkan all-girl band yang mengaburkan batas antara dunia anime dan dunia nyata, salah satu yang paling terlihat adalah sebuah grup band binaan Universal Music, Toei Animation dan agehasprings bernama TOGENASHI TOGEARI.

Awalnya grup yang diisi oleh Rina (vokal), Yuri (gitar), Mirei (drum), Natsu (keyboard), dan Shuuri (bass) terbentuk berkat audisi Girl’s Rock Audition di tahun 2021. Mereka debut di Mei 2023 lewat single ‘Nameless Name’ dengan musik video full animasi jauh sebelum mereka mengumumkan judul anime yang akan menaungi cerita dari grup yang sering disingkat Togetoge ini. Lirik Togetoge selalu bercerita tentang empowerment, menjadikan kelemahan mereka sebagai kekuatan utama mereka dalam melawan dunia dan membuktikan bahwa mereka bisa terus berjalan dengan banyak ketidaksempurnaan emosional dibaliknya. Bahkan ada salah satu blog yang berkata bahwa Togetoge menggambarkan utopia dunia remaja perempuan di Jepang.

Ketika anime yang menceritakan kisah dibalik lagu yang sudah mereka rilis berjudul “GIRLS BAND CRY” dirilis pada April 2024, narasi tersebut semakin kuat dan terus menyebar ke orang yang bahkan belum pernah mendengar karya mereka. Narasi “me vs the world” ditambah dengan melankolia sebagai bumbu penyedap yang terus ditampilkan sepanjang 13 episode serta presentasi audiovisual yang kuat dan menarik menjadikan mereka pembeda dari sekian banyaknya grup musik anime serupa. Banyak yang mengatakan bahwa cerita dan lagu mereka sangat realistis dan sangat relate dengan kehidupan yang keras dibandingkan judul anime yang sejenis dengan “GIRLS BAND CRY”.

Bukan hanya menampilkan cerita dan lagu yang kuat, penampilan live mereka juga sangat enerjik dan benar-benar membawa narasi yang ada di anime tersebut terdengar sangat nyata. Sebelum membawakan sebuah lagu, mereka terus menampilkan adegan dari anime-nya sebagai dasar cerita dari lagu yang mereka akan suguhkan membuat pengalaman menonton mereka seperti melihat sebuah penampilan teater musikal yang dinarasikan melalui lagu yang mereka bawa. Penonton pun selalu menaikkan jari kelingking ketika mereka selesai membawakan lagu yang menjadi representasi empowerment dari Togetoge. Berkat perpaduan hal itu nama mereka semakin harum dan mampu menghibur penonton di Amerika Serikat, Taiwan, Hong Kong, Indonesia, Thailand, Korea Selatan, dan Singapura.

Kali ini, CreativeDisc berkesempatan mengobrol bersama Shuuri, Rina, dan Yuri sebelum mereka tampil menghibur penontonnya di Indonesia lewat tur yang diberi judul “TOGENASHI TOGEARI ‘Rinne no Katawari’ SOUTHEAST ASIA TOUR 2026” dalam gelaran Anime Festival Asia Indonesia 2026 pada 16 Juni kemarin. Lima pertanyaan tentang anime “GIRLS BAND CRY” dan keinginan mereka di masa depan sudah mampu menggambarkan kenapa mereka disukai oleh banyak orang lewat tema empowerment yang mereka bawa.

Bagaimana akhirnya bisa tampil di Indonesia?

Rina (R): Kami baru saja tampil di sesi talk show dan berkesempatan bertemu langsung dengan para penggemar sebelum konser. Antusiasme mereka luar biasa sekali. Sejak pertama kali melangkah ke atas panggung, penggemar kami langsung menyambut kami dengan sangat meriah. Karena ini kali pertama datang ke sini, ada rasa cemas yang lumayan gede seperti apakah penggemar kami banyak yang datang atau seperti apa ya suasananya nanti. Tapi, bisa bertemu dan melihat wajah penggemar secara langsung sebelum konser dimulai benar-benar membuat kami merasa sangat lega.

Kalian mencampurkan antara anime dan real band di dunia nyata. Bisa diceritakan tentang awal terbentuknya proyek ini?

Yuri (Y): Kami ikut audisi bernama Girl’s Rock Audition. Kami dinilai berdasarkan kemampuan musik kami. Jujur, kalau soal menjadi pengisi suara anime (seiyuu) kami semua baru pertama kali merasakannya karena kami tidak ada pengalaman akting sebelumnya. Untungnya, bagian akting kami tidak terlalu dinilai pas audisi. Sekitar 4 tahunan lalu, kami mulai aktif sebagai real band yang terhubung langsung sama animenya. Karakter animenya yang ngisi suara kita terus yang tampil di band nyata juga kita, agak unik memang konsepnya. Tapi serunya, pas konser kita bisa bikin tata panggung dan koreografi yang nyatu sama karakter animenya. Menurutku, itu bagian paling menarik dan seru selama gabung di proyek ini.

Jika ada satu lagu yang paling berkesan dari Togetoge, lagu apa itu?

Shuuri (S): Setiap member pasti ada lagu yang paling berkesan buat mereka. Kalau buatku pribadi yang paling berkesan itu ‘Reimei wo Ugatsu’ (Piercing the dawn of time). Lagu ini salah satu lagu wajib pas audisi dulu. Di bagian interlude-nya ada teknik slap bass dan banyak bagian solo yang agak rumit. Dulu pas audisi, aku beneran gak bisa mainin lagu itu dengan mulus. Gara-gara itu, bagian interlude lagu ini terus menghantui aku sampai setengah tahun lebih ketika masa audisi. Sampai sekarang pun kalau mau bawainlagu itu secara live ada perasaan “duh, bisa gak ya”. Untungnya, momen grogi itu sudah lewat dan udah bisa ngebawain lagunya sambil seru-seruan bersama penonton.

Aku sudah menonton “GIRLS BAND CRY” dan di dalamnya terdapat pesan “peduli amat yang dikatakan oleh orang sekitar, aku berjalan di atas pijakanku sendiri”. Hal tersebut juga terpancar di lagu kalian yang mengandung semangat empowerment.

Y: Mungkin memang jodoh kali ya kami dengan tema empowerment seperti itu. Ketika kami memerankan karakternya, kami merasa jalan hidup kami sama karakternya saling nyambung dan kami bisa berempati dengan karakternya. Buat yang nonton juga pasti ada yang ngerasa relate banget sama temanya sampai animenya tuh bersa banget di mereka ya. Meskipun animenya tentang band, anime ini lebih dari sekedar menampilkan serunya bermusik, ada sisi rumitnya bermusik dan ribetnya hubungan antarmanusia. Menurutku itu yang membuat anime ini punya daya tarik tersendiri.

Tema lagu apa yang belum bisa kalian nyanyikan sekarang tapi ingin kalian nyanyikan di masa depan?

R: Aku pengen nge-rap di lagu Togetoge.

S: Wow, ini baru pertama kali aku mendengar kamu pengen nge-rap.

Y: Sama, aku juga makanya kaget tadi dengernya.

R: Lagu-lagunya Togetoge kan emang ketukannya cepet dan liriknya padet banget tuh, jadi sebenernya ada mirip-miripnya juga sih sama rap. Tapi kalo ngerap yang bener-bener hardcore gitu, aku pribadi belum pernah nyoba sama sekali. Cuma pas liatnya tuh kayaknya seru banget ya bisa ngikutin ritmenya, makanya aku pengen nge-rap sekali-kali.

S: Jujur, aku kaget sih kalau ada rap di lagu Togetoge.

R: Tapi selain di Togetoge pun, misal sebagai penyanyi solo aku dapet kesempatan buat coba hal baru kayak ngerap atau mengeksplorasi berbagai genre yang berbeda, bakal seru banget sih kayaknya.

Simak wawancaranya lewat video di bawah ini:
https://www.youtube.com/watch?v=S-jTTjXzxcs

 

Author

luthfi

More from Creative Disc