CreativeDisc Exclusive Interview with Tahiti 80: Janjikan Setlist “Nostalgia Gila” di Soundrenaline 2026

Oleh: lauretha - 01 Jul 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Tahiti 80 kembali menjadi sorotan menjelang keikutsertaan mereka di Soundrenaline 2026 bulan Juli mendatang di Indonesia. Setelah hampir tiga dekade berkarya, band pop asal Prancis ini masih mempertahankan semangat kreatif yang konsisten, sekaligus terus mengeksplorasi arah musik baru melalui rilisan terbaru mereka “Rejoice (An Inventory Of Pop Maps)”.

Dalam percakapan eksklusif CreativeDisc bersama Xavier Boyer (lead vocalist,multi instrumentalist) Tahiti 80 membahas perjalanan panjang mereka, proses kreatif di balik album terbaru, hingga antusiasme untuk kembali menyapa penggemar di Jakarta.

Ketika ditanya mengenai rahasia chemistry yang tetap terjaga selama bertahun-tahun, mereka menekankan posisi “di tengah” sebagai kunci.

“Kami cukup beruntung merasakan kesuksesan, tetapi kami tidak pernah benar-benar menjadi arus utama. Itu berarti kami masih bisa tetap kreatif, melakukan apa yang kami suka. Tidak ada yang lebih membosankan daripada band yang membuat musik hanya untuk stadion. Musisi seharusnya membuat musik untuk dirinya sendiri,” ungkap Xavier.

Menurut Tahiti 80, ruang di antara popularitas dan kebebasan artistik justru memberi mereka keleluasaan untuk terus berkembang tanpa tekanan untuk selalu mengikuti arus besar industri.

Album terbaru mereka lahir dari pendekatan yang cukup berbeda dibanding karya-karya sebelumnya. Pengalaman memainkan set DJ dengan piringan hitam 7 inci menjadi salah satu inspirasi utama.

“Kami sering memainkan set DJ menggunakan 7 inch, dan itu sangat mempengaruhi proses penulisan lagu di “Rejoice”. Kami memikirkan lagu-lagunya lebih sebagai koleksi daripada album tradisional,” jelas sang vokalis.

Pendekatan ini menjadi semacam penyegaran kreatif setelah lebih dari sepuluh album dirilis sepanjang karier mereka.

Meski terus bereksperimen dengan berbagai warna musik, Tahiti 80 menegaskan bahwa identitas mereka tetap utuh.

“Pada akhirnya, meskipun kami bereksperimen dengan berbagai suara, selama saya yang menyanyikannya, itu akan tetap terdengar seperti Tahiti 80. Itulah kerangkanya, lalu kami bisa bersenang-senang dengan chord, produksi, dan lirik,” ujar Xavier.

Bagi band ini, suara vokal menjadi benang merah yang menjaga karakter musik mereka tetap dikenali, meski eksplorasi terus dilakukan.

Banyak penggemar lama masih lekat dengan era album seperti “Puzzle” dan “Wallpaper for the Soul”, yang melahirkan sejumlah lagu favorit seperti ‘Heartbeat’, ‘Easy Way Out’, hingga ‘Yellow Butterfly’.

Saat diminta melihat kembali periode tersebut, mereka menyebut bahwa makna lagu-lagu lama kini terasa berbeda, meski tetap memiliki tempat tersendiri.

“Beberapa lagu ditulis dengan seseorang secara spesifik dalam pikiran kami. Sekarang hubungan itu mungkin sudah berubah, tetapi lagu-lagu tersebut tetap ada. Maknanya sedikit berubah, tapi tetap berarti. Kami suka karena semuanya tergantung interpretasi masing-masing orang.”

Kembalinya Tahiti 80 ke Indonesia menjadi momen yang telah lama dinantikan. Mereka mengaku antusias untuk kembali tampil di Jakarta setelah sekian lama.

“Kami sudah lama tidak datang ke Jakarta, jadi kami akan membawakan banyak lagu klasik, beberapa lagu favorit penggemar, dan tentunya tiga single dari album terbaru kami yang akan datang,” kata sang vokalis berambut ikal ini.

Menariknya, mereka juga sempat melakukan polling di Instagram untuk mengetahui keinginan penggemar terkait setlist.

“Saya sangat senang melihat pilihan para penggemar. Sulit untuk memuaskan semua orang, tapi saya yakin ini akan menjadi momen yang spesial.” ungkap Xavier.

Selain tampil di panggung, Tahiti 80 juga menantikan penampilan musisi lain di Soundrenaline 2026. Salah satu yang mereka sebut secara khusus adalah The Beths.

“Saya penggemar berat The Beth! Saya pernah menonton mereka di Paris, jadi saya sangat antusias untuk menonton mereka lagi di Jakarta,” jawab sang vokalis Tahiti 80 ini.

Sebagai penutup, mereka membayangkan skenario jika hanya boleh membawakan tiga lagu untuk memperkenalkan musik mereka kepada pendengar baru. Pilihan mereka jatuh pada ‘Heartbeat’, ‘Hurts’, serta single terbaru yang belum dirilis berjudul ‘Wild Romance’.

Jadi, buat CD besties yang sudah nungguin momen hadir di Festival Musik, nostalgia, dan ketemu musisi favorit kamu termasuk Tahiti 80, segera amankan tiketmu sekarang juga. Jangan tunggu sampai cerita serunya cuma kamu lihat dari timeline orang lain. Sampai jumpa di tengah keramaian Blok M District, tanggal 18–19 Juli 2026 kita seru-seruan bareng di Soundrenaline 2026!

Author

lauretha

More from Creative Disc