Ikon pop, Kylie Minogue, kembali dengan album keenam belasnya, “Tension”. Album ini tidak hanya menjadi pelepas rindu dengan karya-karya terdahulunya, tetapi juga menghadirkan daya tarik yang membuat pendengarnya jatuh cinta dan ingin berdansa.
Selama 35 tahun berkarya, Kylie Minogue telah memahami jati dirinya sebagai seorang penyanyi, penulis lagu, dan penampil musik pop. Album “Tension” menjadi perpaduan yang sempurna antara gaya musik yang berbeda, dari lagu yang danceable, hingga lagu-lagu yang lebih terdengar intim.
Album ini dibuka dengan single ‘Padam Padam’ yang membuat kesan kuat dengan gaya yang unik. Meskipun lagu ini cenderung biasa saja di chart Top 40, lagu ini justru menjadi lagu favorit musim panas, terutama bagi penggemarnya. Kemudian, Kylie merilis singel kedua, ‘Tension’ yang lebih berani dan seksi, juga ‘Hold On To Now’ yang lebih membawa suasana nostalgia musik pop tahun 80-an yang menggoda.
Jika album sebelumnya mengambil inspirasi dari disco, “Tension” lebih banyak mengambil dari pop tahun 80-an, terutama pada lagu-lagu seperti ‘Things We Do for Love’, ‘You Still Get Me High, yang bring-back ke masa-masa disco sedang jaya-jayanya. Bahkan, di lagu ‘Green Light’, yang menampilkan solo saksofon yang mirip ‘rekaman-yang-hilang’ dari ‘Smooth Operator’ milik Sade.
Kolaborasi Kylie Minogue dengan produser Oliver Heldens, di ‘10 Out of 10’ juga menjadi kejutan tersendiri, yang seperti membuat Kylie mengklaim tempat di skena musik yang berkembang saat ini.
“Tension” adalah Kylie Minogue menunjukkan bahwa dia masih tetap relevan dalam industri musik, dan album ini adalah bukti bahwa dia tidak pernah kehilangan kilau dalam karirnya yang panjang.