CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Mariah Carey resmi memasuki era perayaan ulang tahun album “Glitter”. Sang diva pop mengumumkan bahwa edisi 25 tahun dari album “Glitter” akan dirilis pada 30 Oktober mendatang, sekaligus meluncurkan versi baru dari lagu ‘Didn’t Mean To Turn You On’ yang menghadirkan kolaborasi bersama penyanyi-penulis lagu asal Kanada, Rochelle Jordan.
Kabar ini diumumkan lewat grafis teaser berkilau di media sosial, dengan Carey menuliskan bahwa era perayaan “Glitter” resmi dimulai, sembari mengajak penggemar menantikan perilisan album pada 30 Oktober lewat karya kolaborasi barunya bersama Rochelle Jordan, yang sudah bisa dinikmati sejak sekarang sebagai pembuka rangkaian kampanye anniversary ini.
Pengumuman ini sekaligus menjawab pertanyaan yang selama ini menghantui para penggemar. Awal tahun ini, “Glitter” sempat menghilang secara diam-diam dari beberapa platform streaming tanpa penjelasan, memicu spekulasi soal nasib ketersediaannya. Kini, Mariah Carey mengonfirmasi bahwa album tersebut akan kembali hadir di platform streaming sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahunnya.
View this post on Instagram
Dirilis pertama kali pada 18 Agustus 2001, “Glitter” awalnya berfungsi ganda sebagai soundtrack untuk film berjudul sama sekaligus menjadi album studio kedelapan Mariah Carey. Terinspirasi dari latar tahun 1983 dalam filmnya, album ini memadukan dance-pop, funk, hip-hop, dan R&B, dengan sederet kolaborator seperti Jimmy Jam, Terry Lewis, DJ Clue, Ja Rule, Da Brat, Ludacris, Busta Rhymes, Fabolous, dan Eric Benét. Meski single utamanya, ‘Loverboy’, sempat menembus posisi No. 2 Billboard Hot 100, album ini justru menjadi salah satu babak tersulit dalam karier Mariah Carey setelah menerima ulasan keras dan performa penjualan yang jauh dari harapan.
Namun persepsi publik terhadap “Glitter” berubah drastis dalam dua dekade terakhir. Album yang dulu banyak diremehkan kritikus ini perlahan membangun basis penggemar setia, dengan berbagai ulasan retrospektif yang justru memuji produksinya, sentuhan musik dance era awal 80-an, serta penampilan vokal Mariah Carey di dalamnya, didorong pula oleh gerakan #JusticeForGlitter dari para penggemar yang memperkenalkan kembali album ini ke pendengar baru.
Mariah Carey sendiri mengakui perubahan ini dalam wawancaranya bersama Variety awal tahun ini, mengaku sempat “membenci” album tersebut karena kenangan menyakitkan yang menyertai perilisannya, sebelum akhirnya belajar mencintainya. “Album ini jadi sesuatu yang benar-benar aku cintai,” ujarnya.