CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Di tengah derasnya arus hiburan modern, Pagelaran Sabang Merauke kembali membuktikan bahwa budaya Indonesia mampu hadir sebagai sebuah pertunjukan kelas dunia. Memasuki tahun kelimanya, Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya mengusung tema “Hikayat Srikandi Nusantara” dan sukses mengubah Indonesia Arena, GBK Senayan, menjadi panggung kolosal yang memadukan teater, tari, musik, tata visual, hingga teknologi panggung dalam satu pengalaman yang begitu imersif.
Bukan sekadar mempertontonkan keberagaman budaya dari Sabang hingga Merauke, pertunjukan kali ini menghadirkan sebuah narasi utuh tentang keberanian, pengorbanan, cinta, dan keteguhan melalui sosok Srikandi. Cerita tersebut dibangun lewat perpaduan ratusan penari, puluhan penyanyi, orkestra, paduan suara, hingga permainan tata cahaya dan visual yang terus berubah mengikuti alur kisah.
Skala produksinya pun kembali meningkat. Sekitar 1.700 pelaku seni, kreatif, dan tim produksi terlibat dalam pagelaran ini. Sebanyak 387 penari membawakan 104 koreografi, didukung 60 musisi orkestra, 119 anggota paduan suara, 50 alat musik tradisional, serta lebih dari 1.500 kostum rancangan 16 desainer yang memperkuat identitas visual di setiap babak pertunjukan.
Salah satu sorotan utama tahun ini datang dari Raisa, yang untuk pertama kalinya bergabung dalam Pagelaran Sabang Merauke sebagai pemeran Srikandi. Berbeda dari penampilannya sebagai penyanyi di atas panggung konser, Raisa kali ini juga dituntut berakting, membangun karakter, hingga menjalani berbagai adegan teatrikal.
Sementara itu, Yura Yunita kembali menghadirkan kejutan yang sudah menjadi tradisinya selama tiga tahun terakhir. Jika sebelumnya ia sempat turun menggunakan sling dan tampil di atas naga, kali ini Yura sebagai Mahadewi muncul di atas naga raksasa berkepala tiga yang menjadi salah satu visual paling mencuri perhatian sepanjang pertunjukan.
![]()
Deretan penampil lintas generasi lainnya seperti PADI Reborn, Indra Bekti, Mirabeth Sonia, Pradja Larasati, Christine Tambunan, Taufan Purbo, Risang Janur Wendo, Nino Prabowo, hingga Galabby Thahira turut memperkaya pengalaman musikal melalui 28 lagu daerah dan nasional yang diaransemen ulang oleh Elwin Hendrijanto bersama tim musik, orkestra, paduan suara, dan musisi tradisional.
Yang membuat Pagelaran Sabang Merauke terasa berbeda dibanding pertunjukan budaya lainnya adalah bagaimana seluruh elemennya saling mendukung sebuah cerita, bukan berdiri sendiri. Teknologi panggung memang megah, tetapi tidak pernah mengambil perhatian dari narasi yang sedang disampaikan. Tata cahaya, perubahan set, kostum, hingga koreografi terasa hadir untuk memperkuat emosi setiap adegan.
Setelah dua tahun menyaksikan langsung Pagelaran Sabang Merauke, CreativeDisc kembali dibuat terkesan oleh konsistensi tim kreatif di balik produksi ini. Alih-alih hanya memperbesar skala pertunjukan setiap tahunnya, mereka juga terus menemukan cara baru untuk menyajikan kekayaan budaya Indonesia agar terasa relevan, emosional, dan dekat dengan generasi masa kini. Semangat untuk memperkenalkan sekaligus merayakan keberagaman Nusantara terasa begitu kuat di setiap detail pertunjukan.
![]()
Lebih dari sekadar hiburan, Pagelaran Sabang Merauke kembali menjadi pengingat bahwa budaya bukan hanya sesuatu yang diwariskan, tetapi juga sesuatu yang terus hidup ketika dirawat, dikembangkan, dan dipresentasikan dengan cara yang mampu menjangkau generasi baru. “Hikayat Srikandi Nusantara” berhasil menunjukkan bahwa cerita-cerita Indonesia masih memiliki ruang besar untuk menginspirasi, sekaligus menjadi panggung yang membanggakan di negeri sendiri.