Quantcast

CreativeDisc Interview With DNCE: “Kamu Berhak Tampil Seperti yang Kamu Mau”

By - 2 months ago in Artist Interviews

Spotify On Stage digelar untuk pertama kalinya di Indonesia dan Asia, bertempat di JIExpo, Rabu 9 Agustus lalu. DNCE menjadi salah satu daftar pengisi acara yang paling dinantikan fans di Indonesia, mulai dari fans Jonas Brothers hingga fans DNCE sendiri. Setelah malam sebelumnya tampil di Malaysia, tampaknya Joe Jonas, Jin Joo Lee, Cole Whittleman dan Jack Lawless tidak kehabisan energi. Mereka sukses mengguncang Jakarta! Sebelum konser, CreativeDisc bersama beberapa media lain berkesempatan mewawancara band nyentrik ini secara langsung lho! Yuk simak wawancara kami bersama DNCE.

Q: Apa lagu yang kalian mainkan bersama pertama kalinya di pertunjukan rahasia kalian di New York?
Joe: Lagu pertama yang kami mainkan bersama adalah Cake by the Ocean. Awalnya itu cuma latihan, tapi tiba-tiba orang mulai berdatangan, kami jadi memainkan empat show dalam semalam dan kami melakukan itu sepanjang minggu. Pengalaman yang luar biasa!

Q: Kalian tampil di acara yang sama (Spotify On Stage) dengan NCT 127 dari Korea. Bagaimana pendapat kalian tentang K-pop?
Joe: Kami senang sekali dan tidak sabar bertemu mereka. Kami dengar banyak hal bagus tentang K-pop, jadi kami akan bersenang-senang dan mengguncang panggung bersama malam ini.

Q: Baru-baru ini kalian merilis Kissing Strangers featuring Nicki Minaj. Apa itu hanya single atau akan dijadikan bahan untuk album atau EP kalian selanjutnya?
Cole: Itu lagu yang sangat kami sukai saat dibuat, jadi kami langsung merilisnya. Dan saat kami bisa mengajak Nicki berkolaborasi, rasanya seperti impian yang terwujud, karena kami ngefans berat sama dia. Kami semua jadi karakter kartun, itu pengalaman yang luar biasa. Tapi kami tidak tahu bagaimana selanjutnya. Kami hanya akan terus membuat musik dan merilisnya saat alam semesta bilang kami harus merilisnya.

Q: Jin Joo, bagaimana rasanya menjadi satu-satunya perempuan di band? Apa member lainnya suka mengganggumu?
Jin Joo: Mereka sering sekali menggangguku! Tapi mereka juga membuatku tertawa sepanjang hari, jadi itu menyenangkan, dan aku suka.

Q: Apa kalian berencana konser solo di Indonesia?
Tentu saja! Kami ingin kembali dan konser lagi di sini. Ini tur Asia pertama kami, jadi kami ingin kembali dan bikin lebih banyak konser.

Q: Kalian juga membuat versi rock ‘n roll Grease Live. Bagaimana awalnya?
Joe: Kami beruntung menjadi bagian Grease Live karena Grease adalah hal ikonik di Amerika. Bukan hanya bagian musiknya, filmnya juga sangat penting. Saat mereka menghubungi kami untuk menjadi band yang tampil di pesta dansa SMA, kami senang sekali dan memikirkannya dengan sangat serius, ternyata hasilnya bagus.

Q: Cole, kamu dikenal punya selera fashion yang unik. Bagaimana menurutmu? Bagaimana kamu mendapat inspirasi?
Cole: Aku mendekati fashion dengan cara bagaimana seorang anak kecil mulai berpakaian, sebelum mereka tahu apa yang harus dipakai atau apa yang populer. Menurutku waktu kita semua berusia lima tahun, kita tidak mengerti kenapa kita tidak boleh memakai pakaian ibu kita seperti menggabungkan sarung tangan oven bersama jubah dan gaun juga helmet futbol. Begitulah hidupku. Aku hanya ingin merasa jadi versi terbaik diriku dan menurutku semua orang seharusnya begitu. Beberapa orang merasa terbaik saat memakai tuksedo. Aku merasa terbaik saat memakai hal gila yang kutemukan. Tapi tidak semua orang harus sepertiku. Aku hanya berpikir, penting untuk menyadari kamu berhak tampil seperti yang kamu mau.

Q: Apa inspirasi terbesar di balik musikmu? Karena kamu menulis tentang apapun, mulai dari “Kue,” hingga sikat gigi.
Joe: Inspirasi kami banyak sekali. Terkadang kami hanya kepikiran satu kata, lalu membuat twist pada liriknya, seperti yang biasanya kalian dengar di sebuah lagu tentang meninggalkan sesuatu di apartemen atau rumah seseorang. Itu spesial, jadi kami menempatkan makna harfiah yang benar-benar menyebutkan “sikat gigi”. Itu terjadi pada lagu lainnya.

Q: Untuk Jin Joo, sebagai musisi yang berasal dari Korea, apa kamu tertarik pada musik Korea? Siapa artis Korea favoritmu?
Jin Joo: Aku besar di Korea, jadi aku juga mendengarkan musik Korea dan aku tahu beberapa artis Korea. Aku fans berat G-Dragon dan aku juga suka sekali sama IU. Semoga suatu hari kami bisa bekerja sama.

Q: Apa lagu DNCE favorit kalian?
Jack: Cake by the Ocean, tentu saja.
Joe: Selalu berubah. Sekarang aku suka Unsweet.
Cole: Setiap hari selalu berubah, tergantung mood atau lagu tertentu yang ingin kami mainkan. Sepertinya hari ini aku bersemangat untuk… DNCE.
Jin Joo: Toothbrush.

Q: Di Body Moves, kalian juga beriklan dengan Victoria’s Secrets. Bagaimana itu terjadi?
Joe: Aku menghubungi semua pacarku yang model. *tertawa*

Q: Apa hal menarik yang orang lain tidak tahu tentang kalian?
Cole: Tadi malam pasta gigi, deodoran dan segala produk rambutku berceceran di kamar mandi.
Joe: Aku, Cole dan Jack diserang bidet toilet hari ini. Oh iya, Jack dulunya penjaga pantai.

Q: Apakah Joe atau Jack yang terlalu mabuk hingga salah menulis “dance” hingga akhirnya kalian punya nama “DNCE”?
Joe: Itu kolektif, kami semua. Kami keluar bersenang-senang, padahal ada deadline untuk kami mengajukan nama band. Kami bisa membuat musik, tapi tidak bisa membuat nama band. Ada banyak nama yang sudah jadi milik orang lain, jadi ternyata salah eja bisa membantu. Satu saran kami untuk semua band di luar sana, salah eja saja nama kalian!

Q: Tentang Jonas Brothers. Katamu, reuni Jonas Brothers mungkin saja terjadi. Tapi kenapa sampai sekarang belum ada?
Joe: Sekarang kami semua punya kesibukan masing-masing, tapi kami saling mendukung karier individual masing-masing. Kami bisa menikmati jadi keluarga, itu hal terpenting bagi kami. Aku tidak bilang tidak mungkin karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi saat ini kami fokus pada kesibukan kami sendiri.

Kalo kamu fans berat DNCE, kamu nggak salah! Serius, mereka semua ramah dan rajin tebar senyuman. Meskipun Jin Joo dan Jack lebih banyak diam, ada Cole yang selalu menceriakan suasana. Semoga DNCE cepat balik ke Indonesia lagi ya!

From Post-Hardcore to K-pop. Pizza is so pop-punk. Pop-punk is life. Therefore, pizza is life.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | October 16, 2017 By

“She said yes!”, Joe Jonas dan Sophie Turner Resmi Bertunangan

Concerts Review | By

Konser Taeyang di Jakarta: “Saat Terbahagiaku Adalah Saat Bersama BIGBANG”

Concerts Review | September 18, 2017 By

In Our Bones Tour Jakarta, Lebih Dekat dengan Against the Current