Trending News

Blog Post

Time Tunnel: S Club 7
Time Tunnel

Time Tunnel: S Club 7 

Photobucket

Terima kasih atas jasa Geri Halliwell yang memecat Simon Fuller dari sistem manajerial Spice Girls, dan Fuller pun kemudian tidak patah arang untuk membuktikan ambisinya membentuk grup vokal yang terdiri dari 7 anak muda yang enerjik dan penuh vitalitas, yang kemudian disebut dengan nama S Club 7. Kenapa dinamakan demikian? Well, angka 7 menunjukkan jumlah mereka, Club berarti kumpulan mereka, dan S dinyatakan sebagai huruf yang paling banyak memiliki kata berawalan dirinya. Maka terjadilah S Club & hasil dari audisi (kecuali Rachel) yang diadakan terhadap 10.000 orang pelamar. Maka terciduklah Rachel Stevens, Hannah Spearritt, Jon Lee, Tina Barrett, Jo O’Meara, Bradley McIntosh, dan Paul Cattermole.

Tahun 1999 adalah awal kemunculan sekaligus kesuksesan mereka. Mereka unik dan jarang. Di zaman pop merajalela, nama solo, girlband, atapun boyband yang memiliki anggota maksimal 5. Namun mereka ada 7 orang gabungan cewek dan cowok. Mereka memiliki vokalis utama cewek kayak yang ada di B*Witched (Jo), mereka memiliki rapper seperti di Steps atau Five (Paul dan Bradley), mereka bahkan memiliki Baby seperti di Spice Girls (Hannah). Ini modal besar untuk S Club 7 maju dan dikenal. Jelas saja, Bring It At Back yang dirilis Juli 1999 menjadi juara di UK sebelum akhirnya harus tertunduk pada Vengaboys.

Debut album mereka pun meluncur. S Club dirilis 4 Okt 99 dan menghasilkan hits S Club Party dan Two In A Million, selain Bring It All Back tentunya. Di album ini mereka bekerjasama dengan Stargate, Eliot Kennedy, Cathy Dennis, hingga DuffleBag Boys (nama yang membesarkan Lolly-Viva La Radio). Lanjutannya adalah 7, album studio kedua yang muncul di Juni tahun 2000. Reach dan Natural sebagai 2 single andalannya seperti mementahkan anggapan bahwa grup ini hanya mampu mengeluarkan lagu-lagu up tempo bubble gum pop yang cheesy dan hmm… sorry to say, murahan. Watkins, Wilson, dan Ackerman (orang-orang yang bertanggung jawab atas kesuksesan awal karir Kylie Minogue) membantu penggarapan album ini. Hasilnya album ini berhasil peak di posisi puncak Uk Album Chart. Dan hebatnya lagi saat dirilis ulang, Never Had A Dream Come True berhasil masuk dalam Top 10 lagu terpanas di Amerika Serikat dan resmi memasukkan nama mereka sebagai salah satu One Hit Wonder dekade ini.

Sunshine berikutnya dirilis di Nopember 2001. Jarak yang terlampu dekat dari setiap album S Club 7 sedikitpun tidak mempengaruhi kualitas materi album mereka. Sunshine menghasilkan hit Don’t Stop Movin yang menandakan kembalinya mereka berpesta, You, dan juga Have You Ever yang sama klasiknya dengan Never Had A Dream Come true! Ini adalah album terakhir mereka dalam formasi lengkap, hingga akhirnya Paul memutuskan untuk berpisah di tahun 2002. Maka nama S Club 7 berganti menjadi S Club saja dalam album Seeing Double di tahun 2002. Oh no, bereksplorasi dengan pop dance R&B yang lebih dewasa menjadikan album ini album terburuk mereka hingga saat itu. Seeing Double juga merupakan judul film yang mereka bintangi di tahun 2003, yang juga merupakan film terakhir mereka.

Angin badai semakin kencang menerpa. Meskipun demikian, mereka mencoba untuk menembus pasar Amerika dengan merilis album Don’t Stop Movin’ (yang judulnya seperti curhatan) untuk paling tidak kembali eksis dalam chart disana. Hasilnya? Album yang berisi materi gabungan dari Sunshine dan Seeing Double ini tidak berdampak sama sekali. Hingga akhirnya di tahun 2003 mereka membungkus perjalanan karir bermusik mereka dalam album kompilasi Best : The Greatest Hits Of S Club 7.

Perpisahan S Club 7 di tahun 2003 adalah berkah bagi beberapa anggotanya. Contohnya Rachel Stevens. Rachel-lah yang paling bersinar dalam solo karirnya. Berhasil merilis 2 album studio, Funky Dory (#9) dan Come and Get It (#28) dan lebih dari 5 hits, Some Girls, Sweet Dreams My LA Ex, Funky Dory, More, More, More, Negotiate With Love, I Said Never Again, dan So Good. Dan Rachel juga ikutan dalam album soundtrack Princess’ Diaries membawakan lagu Fools.

Jo O’Meara merilis Relentless di tahun 2005 dan hanya terjual 30.000 kopi saja. Sempat tampil menyanyikan ‘Every Kind Of people’ untuk soundtrack film ‘The Guru’. Hannah Spearritt tampil dalam Agent Cody Banks 2: Destination London sebagai kepala polisi di kota London dan mendapat peran kecil dalam Seed of Chucky. Jon Lee bermain dalam Famous 5: On The Case (2008) dan Telstar (2009). Tina Barrett tidak melakukan apa-apa selain diharapkan mampu menyelasikan proyek solo-nya tahun depan. Sementara Bradley McIntosh dan Paul Cattermole lebih masuk akal dengan merencanakan reuni S Club bersama Jo. Setelah sebelumnya Brad menjadi featured artist untuk Robbie Glover (Hands Up-2008) dan Juggy-D (Vang Teri-2009), Paul fokus pada EP-nya yang berjudul You Make Me Happy danberusaha mempromosikan lewat MySpace.

So, reunian mereka tahun depan hanya mengandalkan Brad, Paul, dan Jo dengan nama S Club 3??? Well, it’s gonna be a little peculiar, but we’ll just see.
(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

Discography:
* S Club (1999)
* 7 (2000)
* Sunshine (2001)
* Seeing Double (2002)
* Don’t Stop Movin’ (2002)
* Best: The Greatest Hits of S Club 7 (2003)

Related posts

Leave a Reply