Trending News

Blog Post

Time Tunnel: A1
Time Tunnel

Time Tunnel: A1 

PhotobucketA1 dibentuk oleh Tim Byrne dan Vicky Blood di tahun 1998 beranggotakan 4 anak muda yang jago nyanyi, punya tampang cute, dan juga enerjik. Mark Read, Ben Adams, dan Paul Marazzi dari Inggris digabung bersama Christian Ingebrigsten dari Norwegia, dikontrak oleh Columbia Records untuk merilis karya musik mereka sehingga bisa dinikmati oleh penggemar musik secara luas. Tim Byrne adalah orang yang sebelumnya sukses membentuk grup vokal bergenre bubblegum pop Steps, maka besar harapan kalau anak asuhnya ini juga bisa mengecap kesuksesan serupa. Benar saja, kemunculan mereka pertama kali disambut baik oleh penikmat musik di Inggris. Single pertama mereka yang dirilis di pertengahan tahun 1999 ‘Be The First To Believe’ masuk ke 10 besar UK Singles Chart. Penampilan chart mereka membaik dari setiap perilisan single. ‘Summertime Of Our Lives’ peak di posisi 5 dan ‘Ready Or Not’ di posisi 3. Album pertama mereka “Here We Come” pun laris manis. Di Inggris saja, album ini terjual mendekati angka satu juta kopi, sehingga diganjar sertifikat emas. Single lain dari album ini adalah ‘Like A Rose’ yang memiliki tempo berbeda dari single-single sebelumnya. Lagu yang mengisahkan tentang kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa ini juga masuk dalam Top 10 UK Singles Chart. Jadi, setiap single yang dihasilkan A1 di album pertama mereka merupakan Top 10 material. Daya saing yang kuat untuk pendatang baru. Untuk album pertamanya ini, Mark, Ben, Christian, dan Paul terlibat langsung dalam pengerjaan 10 dari 12 lagu yang ada, sekaligus memproduserinya, dibantu oleh Peter Cunnah juga. Boyband ini enggak bisa dipandang sebelah mata, they performed their own music! Awesome!

Photobucket
Kesuksesan itu pun semakin menjadi-jadi. Di millenium baru, mereka punya album baru yang masih mengutakan genre dancepop, “The A List”. Meskipun tidak terjual sebanyak album pertamanya, tapi album ini menghasilkan dua single nomor 1, yaitu ‘Same Old Brand New You’ dan ‘Take On Me’. Kalau ‘SOBY’ mereka cipatakan bersama penulis lagu pop terkenal, Eric Foster White, sedangkan ‘TOM’ adalah lagu lawas milik grup a-ha. Mereka pun masih terlibat dalam pengerjaan lagu dan proses produksi album ini, dibantu-bantu juga oleh Andres Carlson dan Jean Jacques Goldman, yang keduanya pernah kerja sama dengan Diva Celine Dion. Album ini pun punya single lain, yaitu ‘No More’, yang masuk dalam Top 10 di chart. Dimana video klip untuk single ini di-syut di Singapura, berhubung lagi konser tur ke Asia Tenggara. Kawasan kita ini memang pasar yang bagus untuk para boyband, termasuk A1 ini. Mereka juga sempat singgah kog ke Indonesia Raya, yang menyisakan kabar tak sedap berupa kematian 4 remaja karena kerusuhan yang terjadi di konsernya. Habisnya, mereka sangat digilai. Dan kegilaan itu juga berubah jadi tragedi naas yang benar-benar enggak mengenakkan. Kalau kamu ingat MTV Asia sering menayangkan video akustik mereka menyanyikan lagu berjudul ‘One More Try’, lagu tersebut pun berasal dari album ini. Di tahun 2001 ini, mereka memenangkan sebuah BRIT Awards untuk ketagori “British Breakthrough Act”. Kehebohan akan A1 juga ditandai dengan program “Access All Areas” yang diluncurkan oleh Sony Music UK. Mereka merupakan artis pertama yang dibuatkan layanan jejaring sosial yang mengakomodir ketemu dan ngobrol online dengan para penggemar.

Pencitraan mereka sebagai boyband yang hanya menyanyi sambil menari dibawa ke tingkat yang lebih serius dari itu-untuk bakat di seni musiknya. Merka juga melibatkan sedikit rock dalam musiknya. Empat cowok ini tampil dengan membawa instrumen sebagai ciri terbaru mereka di album “Make It Good” (gambar di cover albumnya mengingatkanku akan cover album 911 yang “Moving On”). Perubahan gaya bermusik ke arah yang lebih dewasa ini mengagumkan. Mereka masih mencipta lagu, memproduserinya, dan sekarang ditambah memainkan alat musik dalam menyanyikannya. I just can’t get enough of this boyband. Single yang mereka hasilkan untuk album ini adalah ‘Caught In The Middle’ yang peak di posisi 2 di UK dan juga ‘Make It Good’ yang sayangnya gagal masuk Top 10 karena peak di peringkat 11. Padahal dari keseluruhan lagu yang A1 punya, lagu ini yang menurutku paling memorable, dengan lirik yang dalam dan musik yang catchy. Lagu ‘CITM’ juga punya versi bahasa Perancis, dimana A1 membawakannya bersama penyanyi pop asal Perancis Eve Angeli dengan judul ‘Nos Differences’. Selain itu, satu lagu dari album ini dimasukkan dalam album kompilasi 2002 FIFA World Cup Official Album, dimana A1 menjadi wakil dari negara Inggris. Sebuah lagu yang diciptakan oleh Paul Marazzi bersama Terry Adams dan Chesney Hawkes berjudul ‘Let It Out’.

Setelah itu, dengan alasan pribadi, Paul Marazzi mengundurkan diri dari formasi band di tahun 2002, yang mengakibatkan bubarnya grup ini. Khusus untuk penggemar berat, Sony BMG merilis album kompilasi “The Best Of A1 di tahun 2004 yang dikemas dalam paket CD dan VCD konser A1 di Thailand. Pasca bubar, masing-masing Ben, Christian, dan Mark mencoba peruntungan di jalur solo. Ben sempat merilis single ‘Sorry’ di tahun 2005 yang muncul di UK Singles Chart di posisi 18. Sayangnya perseteruan antara dirinya dengan label membuatnya pemutusan hubungan kontrak. Christian muncul di tahun 2004 dengan single ‘In Love With An Angel’ yang bertahan selama hampir 3 bulan di 10 besar chart di Norwegia. Dan Mark menulis lagu untuk artis-artis lain kayak Charlotte Church, Joe Brown, Sam Brown, Mark Owen, Jarvis Cocker dan Roger Cook, dan sempat juga tampil dalam single solo ‘Greatest Lady In My Life’ di tahun 2009 plus sebuah album “Peace At Last” di tahun yang sama. Paul? Sepertinya benar-benar hengkang dari showbiz. Dan kala A1 memutuskan untuk reuni di akhir tahun 2009, boyband ini hanya dalam formasi Ben-Christian-Mark. Sebuah album “Greatest Hits” dirilis sebagai pertanda kalau mereka akan hadir kembali. Mereka pun berbasis di Norwegia, merilis single ‘Take You Home’ yang kental sekali pengaruh ‘Viva La Vida’-nya Coldplay, memasukkan entry ‘Don’t Wanna Lose You Again’ ke dalam daftar wakil Norwegia di ajang Eurovision 2010, merilis album “Waiting For Daylight” di bulan Oktober yang ulasannya bisa kamu baca disini, dan juga merilis single terbaru ‘In Love And I Hate It’. A1 masih eksis!

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)

Discography:
Albums
* Here We Come (1999)
* The A List (2000)
* Make It Good (2002)
* The Best of A1 (2004)
* A1 Greatest Hits (2009)
* Waiting for Daylight (2010)

Singles
* “Be the First to Believe” (1999)
* “Summertime of Our Lives” (1999)
* “Ready or Not/Everytime” (1999)
* “Like a Rose” (2000)
* “Take on Me” (2000)
* “Same Old Brand New You” (2000)
* “No More” (2001)
* “Caught in the Middle” (2002)
* “Make It Good” (2002)
* “Nos Differences” (2002)
* “Take You Home” (2009)
* “Don’t Wanna Lose You Again” (2010)
* “In Love and I Hate It” (2010)

Related posts

Leave a Reply