Trending News

Blog Post

Time Tunnel: Blur
Time Tunnel

Time Tunnel: Blur 

Blur

AWAL BERDIRI
Albarn dan Coxon yang sudah bermain bersama sewaktu kecil bertemu Alex James sewaktu mereka di Goldsmiths College pada 1988. Albarn dan Rowntree awalnya bermain dengan grup band bernama Circus namun setelah mereka memanggil James dan Coxon akhirnya mereka merubah nama mereka menjadi Seymour. Setelah perwakilan label Food Records datang ke salah satu pertunjukan mereka, Food Records langsung berniat mengontrak mereka namun mereka tidak suka dengan nama Seymour. Setelah berbagai diskusi dengan label dan juga band sendiri akhirnya mereka sepakat memilih nama “Blur” dan langsung meneken kontrak pada Maret 1990.

LEISURE ERA
15 Oktober 1990 merupakan tanggal mereka merilis single pertama mereka yaitu “She’s So High” yang kental sekali dengan nuansa shoegaze dan masuk ke dalam album perdana mereka yaitu “Leisure”. Singlenya sendiri berhasil duduk di angka 48 di UK Singles Chart. Setelah single pertama diluncurkan mereka bingung untuk membuat single selanjutnya, namun setelah mereka bekerjasama dengan produser bernama Stephen Street akhirnya “There’s No Other Way” menjadi single kedua mereka dan berhasil duduk di posisi 10 besar di UK Singles Chart tepatnya di angka 8. Setelah single itu mereka menjadi terkenal dan menjadi salah satu band yang layak diunggulkan. NME pada tahun 1991 berujar “[Blur] are [the] acceptable pretty face of a whole clump of bands that have emerged since the whole Manchester thing started to run out of steam.” Mereka merilis single ketiga mereka yang berjudul “Bang” namun tidak sesukses single sebelumnya dan hanya mentok di angka 24. Leisure” menjual lebih dari cukup dengan duduk di tangga ketujuh UK Album Chart dan mendapat review yang lumayan dari media sebagai band baru.

MODERN LIFE IS RUBBISH ERA
Setelah mengetahui mereka berutang £60,000 mereka akhirnya memutuskan untuk mengadakan tur ke Amerika Serikat pada 1992 untuk membayarnya. Mereka merilis “Popscene” pada 1992 dan single ini mendapat pujian dari berbagai media dan menjadi salah satu lagu yang menjadi cikal bakal Britpop sendiri meski secara penjualan cukup mengecewakan yaitu hanya terpentok di angka 32. Pulang dari UK setelah tur di US membuat para personil merasa kurang puas dengan turnya yang berlangsung dua bulan. Rata-rate personil memang sangat mencintai negara kelahirannya dan merasa kurang nyaman dengan turnya di US. Setelah mereka kembali dari Amerika Serikat ternyata Suede telah menguasai pasar musik yang dulu sudah digapai Blur dan membuat Blur (khususnya Albarn) merasa kecewa. Keadaan mereka pun makin terjepit dengan adanya kemungkinan mereka akan dikeluarkan oleh labelnya. Meskipun trend Grunge sedang menggila akibat Nirvana namun mereka tetap mempertahankan nuansa dan kesan British di setiap lagunya dan akhirnya dengan bantuan Stephen Street akhirnya mereka menyelesaikan “Modern Life Is Rubbish” pada Desember 1992. Food selaku label meminta mereka untuk membuat satu hit single dan mereka menjawabnya dengan “For Tomorrow” yang duduk di peringkat 28. Album kedua mereka akhirnya rilis pada Mei 1993 dan meluncurkan tiga single yang masuk ke top 40 di UK Single Chart. Albumnya sendiri duduk di posisi 15 di UK Album Chart dan berhasil meraih sertifikasi Gold.

PARKLIFE ERA
Mereka meluncurkan album ketiga mereka yang berjudul “Parklife” setahun setelah “Modern Life Is Rubbish” rilis dan membawa nama mereka naik ke permukaan. Single pertama mereka dari album ini “Girls & Boys” berhasil duduk di tangga 5 di UK Singles Chart dan 4 di US Modern Rock dan ini berimbas pada penjualan album mereka yang menduduki puncak di UK Album Chart dan bertahan di chart selama 90 minggu membuat album ini diganjar 4 kali Platinum di UK. Banyak kalangan musik menilai bahwa album ketiga mereka merupakan album terbaik mereka sepanjang karir mereka dengan masuk di berbagai macam daftar album terbaik sepanjang masa di berbagai media musik internasional. “Parklife” sendiri menelurkan empat single diantaranya “Girls & Boys”, “To The End”, “Parklife” (yang menampilkan narasi dari komedian Phil Daniels) dan juga “End of a Century” yang berhasil meraih posisi 20 besar. Mereka juga menyabet dua penghargaan bergengsi di BRIT Awards 1995 akibat kesuksesan album ini diantaranya “Best Band” dan juga “Best Album”.

THE BATTLE OF BRITPOP
The Battle Of Britpop ini dimulai ketika Blur mengeluarkan single pertama mereka di album keempatnya yaitu “Country House” namun perilisan single tersebut ternyata berbarengan dengan rilisnya single Oasis “Roll With It”. Pertarungannya sendiri memperebutkan siapa yang akan bercokol di posisi juara di akhir minggunya. Keadaan media dan juga perselisihan antara lead vocalist dari kedua belah pihak makin memperpanas pertarungan ini sampai-sampai NME sendiri menamakan ini adalah “The British Heavyweight Championship” dan sukses menjadi salah satu fenomena media juga menjadi topik yang paling heboh di kala itu. Dan akhirnya akhir minggu telah tiba dan menobatkan “Country House” sebagai jawara pertarungan ini dengan selisih yang cukup jauh yaitu 58 ribu keping dengan Oasis “Roll With It” (Country House menjual 274 ribu sementara Roll With It 216 ribu). Blur boleh berbangga hati dengan hal itu namun tidak ketika album mereka rilis pada tahun yang sama dan terbukti Oasis jauh mengungguli Blur dalam hal penjualan album. Berkat “(What’s the Story) Morning Glory?”, Oasis pun menjadi band yang melejit baik di dalam maupun di luar negaranya sendiri terbukti dengan albumnya yang terjual lebih dari 4 juta keping dan menyabet 13 kali Platinum di UK, di US mereka sukses menjual juga 4 juta keping lebih dan meraih 4 kali Platinum. Blur sendiri hanya berhasil meraih 3 kali Platinum melalui “The Great Escape” dan masih sangat jauh sekali dengan pencampaian Oasis yang luar biasa. Blur memang memenangkan “battle” namun tidak dengan “war” dengan Oasis.

THE GREAT ESCAPE ERA
Setelah heboh pertarungan Britpop tersebut Blur merilis album keempatnya pada 15 September 1995 dan mencapai puncak pada penjualan album di UK. Album ini memang terasa sedikit melenceng dengan sound dari “Parklife” yang terkesan pop, di sini mereka sedikit bermain alternative tanpa mengurangi esensi Britpop nya dan terbukti album ini masih terjual dengan baik di UK maupun di luar UK. Album ini juga menjadi pintu gerbang Blur di pangsa musik internasional dengan meraih posisi top 10 di penjualan album 6 negara. Namun sayang di US sendiri album ini hanya duduk di posisi 150 saja. Single dari album ini juga semuanya masuk top 10 membuat album ini menjadi satu-satunya album dari mereka yang kesemuanya singlenya berhasil masuk posisi 10 besar seperti “Country House”, “The Universal”, “Stereotypes” dan juga “Charmless Man”

BLUR ERA
Pada 1996, majalah Q sempat menulis bahwa tensi diantara personil semakin panas dan hampir sempat menyatakan untuk bubar jalan. Coxon sendiri sekarang lebih senang mendengarkan musik alternative rock dari Amerika Serikat seperti Pavement dan Albarn juga mengapresiasi apa yang dilakukan Coxon. Lo-fi, undeground music dan juga indie rock menjadi kunci di album kelima mereka yang diberi judul “Blur”. Album ini sendiri dirilis pada 10 Februari 1997. Jika ditilik dari judul albumnya sendiri memang musik mereka di album ini semakin blur dari apa yang mereka kerjakan sebelumnya yang kebanyakan memainkan unsur british atau Britpop. Hal itu memang bisa meninggalkan fans mereka yang suka akan British influence nya namun berkat album ini nama Blur juga makin melambung di dunia musik internasional berkat single “Beetlebum” (yang juga meraih posisi jawara di negaranya sendiri) dan juga hit single mereka yang paling dikenal banyak orang yaitu “Song 2” yang duduk di posisi 6 di US Modern Rock Soundtrack dan menjadi runner-up di UK Singles Chart. Berkat kepopuleran “Song 2” di US album ini pun nyaman di posisi 61 di Billboard 200 dan mendapat sertifikasi Gold. Single yang juga dirilis dari album ini adalah “On Your Own” (#5 UK) dan juga “M.O.R.” (#15 UK). Mereka juga merilis album live mereka untuk pasar Jepang yaitu “Bustin’ + Dronin’” di tahun 1998 dan Coxon sendiri merilis debut albumnya juga “The Sky is Too High” dibawah labelnya sendiri pada tahun yang sama.

13 ERA
Di 15 Maret 1999 mereka merilis album keenam mereka yaitu “13” (yang jika digabungkan akan menjadi inisial dari band ini) yang makin menjauh dari Britpop dengan produser William Orbit dan juga banyaknya jamming di antara mereka membuat single-single di album ini juga cukup santai menurut saya seperti “Tender” (#2 UK), “Coffee And TV” (#11 UK), “No Distance Left To Run” (#14 UK). Album ini juga berhasil debut di angka 1 di penjualan album UK dan bertahan selama dua minggu. Sound experimental sisa album kelima dan juga lebih banyak track yang bernuansa semi-akustik menjadi kunci album ini.

blur

COFFEE & TV
Buat kamu yang hidup di akhir 90’an pasti pernah mengingat video klip tentang sebuah kotak susu yang berjalan mengitari kota demi mencari sang gitaris dan menemukan berbagai macam rintangan dan bahaya sepanjang perjalananya?. Yap, itulah sinopsis dari video klip dari single kedua mereka dari album “13” yaitu “Coffee & TV”. Video klipnya sendiri membuat saya mengenal band ini dan takjub akan keunikan video klipnya dan juga kepolosan dari karakter si kotak susu ini yang tak pernah menyerah meskipun banyak bahaya yang menghadangnya. Video klip yang sempat menjadi heavy airplay di salah satu stasiun TV musik swasta yang terkenal di Indonesia ini juga menjadi salah satu dari video klip yang paling diingat dari Blur dan menjadi ikon dari mereka setelah “Song 2”. Video klip ini disutradai oleh Hammer & Tongs dan sukses menyabet NME Awards 2000 untuk “Best Video” juga meraih berbagai pujian dari kritikus musik akan video klipnya sendiri, video klip ini masuk di list Video Klip terbaik sepanjang masa versi berbagai macam media meskipun lagunya sendiri gagal mencapai posisi 10 besar di Inggris. Pada 30 Oktober 2000 mereka merilis “The Best Of” mereka dan duduk di angka 3 di UK Album Chart.

KEPERGIAN COXON & THINK TANK ERA
Setelah album keenam, Blur sendiri merencanakan untuk mengambil hiatus dan masing-masing personilnya mengerjakan proyek solonya. Dan baru di tahun 2002 mereka akhirnya kembali bermain lagi. Ketika sesi rekaman di Moroko pada pertengahan 2002 tensi antara Coxon dan personil lainnya makin memanas dikarenakan pengaruh alkohol Coxon dan akhirnya dia memutuskan untuk cabut dari band namun dia sempat merekam part gitar untuk “Battery In Your Leg” yang akan dimasukkan ke album ketujuh mereka. “Don’t Bomb When You Are the Bomb” menjadi lagu yang dirilis sebelum album ketujuh mereka muncul, perubahan sound yang lebih elektronik menjadi salah satu perubahan dari musik mereka paling drastis yang dialami fans dan juga media. Mereka sempat menyanggah bahwa album baru mereka akan menjadi elektronik semuanya. Dan akhirnya penantian selama 4 tahun itu terjawab dengan rilisnya “Think Tank” pada 5 Mei 2003 dan masih bisa duduk di tangga jawara di UK Album Chart. Di album ini pengaruh Albarn akan kesukaannya pada musik Afrika, Timur Tengah dan elektronik makin ketara. Album ini juga bisa dikatakan lebih ekletik dan elektrik dibanding album mereka sebelumnya dan sempat menjadi nominasi BRIT Awards 2004 untuk album terbaik. Tiga single dirilis dari album ini diantaranya “Out of Time” (#5 UK), “Crazy Beat” (#18 UK) dan “Good Song” (#22 UK). Blur sendiri setelah merilis album ini sempat mengabarkan akan merilis EP namun hal itu tidak jadi dan membuat Blur menghilang dari muka bumi untuk sementara waktu.

AFTER BLUR PROJECT
Para personil Blur pun sibuk mengerjakan proyeknya masing-masing. Coxon dengan album solonya, Rowntree yang sibuk menjadi aktivis di berbagai macam organisasi dan juga James yang sibuk menjadi additional player band dan juga menjadi songwriter untuk berbagai artis. Namun diantara kesemuanya memang yang paling menonjol proyek solonya adalah sang vokalis sendiri. Damon Albarn dan Jamie Hewlett sukses membuat band virtual bernama Gorillaz yang laku keras di dunia musik internasional dan membuat Gorillaz menjadi band virtual terlaris di dunia menurut Guiness Book Of Record.Albarn sendiri juga sempat membentuk proyek bernama “The Good, the Bad & the Queen” bersama Paul Simonon dari The Clash, Simon Tong dari The Verve dan Tony Allen

REUNI
Di Desember 2008, Albarn dan Coxon menyatakan bahwa mereka akan melakukan konser reuni di Hyde Park London pada 3 Juli 2009 dan langsung sold out selama 2 menit ketika loket tiket pertama kali dibuka. Mereka juga bermain di Glastonbury Festival pada 28 Juni, Oxegen 2009 dan juga T in The Park. Untuk merayakan ini label mereka Parlophone merilis “Midlife: A Beginner’s Guide to Blur” pada Juni 2009 yang list lagunya merupakan pilihan dari para personilnya sendiri dan juga merilis film documenter “No Distance Left to Run” pada Januari 2010 yang dirilis juga pada format DVD. DVD dokumenter ini berhasil meraih nominasi Grammy Awards 2011 untuk “Best Long Form Music Video” yang merupakan nominasi Grammy pertama mereka meskipun band ini dalam kategori reunian dan sudah sempat terkenal di US sana. Pada April 2010 mereka akhirnya merilis single pertama mereka setelah tahun 2003. “Fools Day” dirilis pada saat Record Store Day dan hanya dijual sebanyak 1000 kopi dengan format vinyl 7”. Mereka membagikan single mereka secara gratis keesokan harinya.

Discography
1991 Leisure
1993 Modern Life Is Rubbish
1994 Parklife
1995 The Great Escape
1997 Blur
1999 13
2003 Think Tank

Official Website

(Luthfi / Creativedisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply