Trending News

Blog Post

Time Tunnel: Emilia
Time Tunnel

Time Tunnel: Emilia 

Mungkin dunia ini mengenal Emilia hanyalah sebagai one hit wonder. Kurang lebih demikian. Debutnya lewat single ‘Big Big World’ dan juga album yang berjudul serupa di tahun 1998 memang hit yang mengglobal. Tercatat menjadi lagu nomor 1 di beberapa negara di Eropa dan Asia, Top 20 di Australia, juga masuk dalam jajaran Billoard Hit 100 Singles di Amerika. Apakah ini mengesankan? Jelas! Tapi sayangnya, pasca ‘Big Big World’, nasib single dan album Emilia berbalik menjadi mengenaskan. Dirinya kesusahan untuk mencetak hit lain maupun menjual albumnya.

Emilia Rydberg, atau yang juga dikenal luas dengan nama Emilia, adalah penyanyi pop dan soul asal Stockholm, Swedia. Nah, tempat ini sepertinya memang ditakdirkan untuk menjadi salah satu pabrik musik pop terbaik dunia. Ingat ABBA? Ingat Roxette? Mereka-mereka itu adalah 2 contoh besar musisi pop yang memiliki sukses global yang berasal dari Swedia. Bahkan, orang yang menemukan bakat pada diri Emilia adalah anak manajernya ABBA lho. Lasse Anderson namanya. Kemudian, Emilia dan Lasse menulis lagu ‘Big Big World’ bersama, dan kemudian karyanya didistribusikan via Universal. Sukses diraihnya, seperti apa yang tertera di atas. Emilia dengan suara yang lembut menjadi ciri khasnya sebagai penyanyi. Sedangkan sebagai tampilan, Emilia dengan rambut keriting panjang yang ngembang adalah citranya.

Sedikit mengulas tentang Emilia, secara fisik. Dirinya berasal dari Swedia, tapi kelihatan tidak seperti ras kaukasoid. Itu dikarenakan cewek yang lahir di 5 Januari 1978 ini memiliki ayah seorang Etiopia dan ibu seorang Swedia. Percampuran yang unik, yang justru melekatkan Emilia ke ciri-ciri fisik orang India.

Kembali ke musik. Album “Big Big World” dirilis di tahun 1999, berisi 10 lagu dalam 12 buah track. 2 Track terakhir merupakan versi remix single ‘Big Big World’ dan lagu ‘Maybe, Baby’. Single kedua dari album ini sendiri adalah ‘Good Sign’ namun gagal di pasaran. Begitu juga dengan single ‘Twist Of Fate’. Enggak ada yang bisa mengulang prestasi yang dicetak ‘Big Big World’. Inilah yang menyebabkan Emilia begitu lekatnya dengan pencitraan one hit wonder tadi. Lebih parahnya, rekaman yang dihasilkan Emilia berikutnya enggak ada yang ngetop. Di tahun 2000 dirinya merilis self-titled album yang mengecewakannya parah. Single ‘Kiss By Kiss’ cukup mendapat tempat di radio negara-negara di Eropa. Di Indonesia sendiri lagu ini juga pernah mengudara. Tapi kalau disandingkan dengan ‘Big Big World’, lagi, tidak ada apa-apanya.

Kenyataan tersebut membuat Emilia harus menahan nafsunya untuk kembali ke studio rekaman. Dirinya tidak lagi dinaungi Universal. Butuh waktu kurang lebih 7 tahun bagi Emilia untuk kembali ke industri ini. Hingga akhirnya di tahun 2007 dirinya merilis album berbahasa Swedia, “Små ord av kärlek” bersama Bonnier Music Sweden. Dirinya harus bersabar menunggu 2 tahun dari situ untuk kembali ke major label. Karena di tahun 2009 dirinya bersama Warner Music merilis album keempatnya yang diberi judul “My World”. Album ini membawa Emilia ke definisi sukses lain, selain penjualan tentunya. Dirinya mengikuti kontes Melodifestivalen, kontes nasional dimana pemenangnya akan menjadi wakil Swedia di ajang Eurovision Song Contest. Ini terjadi di tahun 2009, dirinya menyanyikan lagu ‘You’re My World’ yang diciptakannya bersama Fredrik Bostrom. Ini hal lain yang harus diketahui dari seorang Emilia, dirinya selalu terlibat dalam penulisan lagu-lagunya!

Meskipun enggak kesampaian ke Eurovision di tahun itu, Emilia tetap semangat membuat dirinya ngehits kembali. Di pertengahan tahun 2009, single ‘Teardrops’ dirilisnya. Sambutan yang diterima? Negatif. Emilia tetaplah menjadi Emilia yang sedari awal sudah kita kenal. Gadis manis yang melantunkan ‘Big Big World’, dan sayangnya hanya ngetop dengan satu lagu itu saja.

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply