Trending News

Blog Post

Time Tunnel: Tina Cousins
Time Tunnel

Time Tunnel: Tina Cousins 

Image and video hosting by TinyPicBermula dari ketidaksengajaannya menggantikan seorang penyanyi yang mendadak batal tampil di salah satu fashion show yang diikutinya, Tina Cousins kemudian memulai karir menyanyinya. Meski sempat belum terkenal untuk beberapa bulan, keberuntungan tidak terlalu lama untuk menghampirinya. Label rekaman independen tempat Cousins merekam lagunya mengirim demo suaranya ke Pete Waterman dari trio produser Stock Aitken Waterman (yang sempat mengorbitkan antara lain artis seperti Kylie Minogue, Jason Donovan, Sonia, dan Bananarama).

Kemudian dari sini, Cousins diminta untuk dites vokal nya di studio PWL dan langsung mempesona Pete Waterman. Pete menyebut Cousins sebagai paras supermodel yang juga mempunyai kemampuan bernyanyi yang baik, dan ini adalah modal yang absolut untuk menjadi artis dance wanita. Kemudian setelah berbagai penampilan di klub-klub, Tina mengalami masa sukses globalnya dengan lagu dance ‘Mysterious Times’ bersama DJ asal Jerman, DJ Sash, mendaki sampai posisi kedua di UK chart. Saat dia menandatangai kontrak di Jive Records dengan waktu yang hampir bersamaan dengan artis Jive lainnya seperti Britney Spears, Justin Timberlake, Steps, dan Backstreet Boys, Tina kemudian melanjutkan deretan dancefloor hitsnya dengan singles Killing Time, Angel, Pray, Forever, dan Just Around The Hill. Lagu-lagu ini termuat dalam debut albumnya, Killing Time di tahun 1999.

Satu lagi moment penting bagi Tina adalah pada saat Brit Awards dimana dia menyanyikan medley lagu ABBA bersama Steps, B*Witched,dan Billie Piper. Lagu ini pun kemudian dirilis sebagai single dan masuk ke UK Top 10 Charts. Setelah mengalami sukses besar di UK, Eropa and Scandinavia, Tina Cousins juga populer di Australia dimana lagu-lagunya masuk Top 5 Australian Chart dan albumnya mendapat sertifikasi Gold. Seperti halnya penyanyi terkenal asal Australia, Kylie Minogue, Cousins juga sempat tampil live di perayaan Sydney Mardi Grass didepan 120.000 penonton dan mendapatkan sambutan yang meriah.

Image and video hosting by TinyPicAlbum berikutnya, Mastermind, yang mengandung unsur pop yang lebih kental daripada debut albumnya yang kental unsur dance. Dirilis dalam jangka waktu yang cukup panjang, yaitu tahun 2005, album ini selain menawarkan musik dance, juga mengandung lagu-lagu pop balada. Album yang berisikan single “Hymn”, “Wonderful Life”, “Come to Me” dan “Pretty Young Thing” ini meskipun mendapat review yang cukup positif, namun gagal mengulang sukses besar seperti album pertamanya.

Pada tahun 2010, Tina menandatangani kontrak dengan label besar Sony Music International untuk merilis album. Single yang sudah dirilis pada akhir tahun 2010 adalah cover dari lagu Kings of Leon, yauitu “Sex on Fire”. Sedangkan full album yang merupakan album ketiganya baru akan dirilis Sony Music pada pertengahan tahun 2011. Akankan dia berhasil mengulang sukses album pertamanya? Kita lihat saja nanti.

Official Website Tina Cousins

(Erwin Sagata / CreativeDisc Contributors)

Related posts

Leave a Reply