Trending News

Blog Post

Behind The Music: Danja
Behind The Music

Behind The Music: Danja 

DanjaFloyd Nathaniel Hills, agak asing ya? Kalau Nate Hills saja mungkin lebih sering didengar. Tapi kalau Danja, nah ini yang paling dikenal namanya. Danja ini adalah pria kelahiran 22 Februari 1982, jadi usianya masih muda, baru 29 tahun. Tapi namanya sebagai produser rekaman udah enggak muda lagi. Dia memulainya di pertengahan dekade 2000-an dengan di bawah payung asuhan Timbaland. Bagaimana bisa dia ketemu dengan si Timbo? Begini ceritanya. Awalnya, pria kelahiran Virgina Beach ini ikut serta dalam proses pengerjaan album keempat grup Blackstreetdimana dirinya kerja bareng Teddy Riley di studio Interscope. Nah, disini ini musiknya berada dalam radar Timbo dan akhirnya diboyonglah Danja ke Miami, tepatnya ke studio milik Timbo disana.

Dari sini jelas kesempatan kerja dan peluang sukses untuknya lebih terbuka. Dimana ada Timbo, disitu dia ikutan nebeng. Contohnya untuk lagu Justin Timberlake yang dipakai sebagai soundtrack “Shark Tale”. Lagu ‘Good Foot’ yang menampilkan Timbaland di dalamnya juga terdapat credit untuk nama Danja. Semakin percaya diri, Danja muncul untuk album Keri Hilson, The Game, Black Eyed Peas, Notrious B.I.G., dan Bjork. Makanya, saat Justin Timberlake sukses besar dengan album keduanya “Future Sex/Love Sounds” dan Nelly Furtado dengan album “Loose”, namanya pun ikut terangkat. Dia berada di peranan yang cukup besar dalam kedua album tersebut. Tapi jangan lantas melulu nge-cap dirinya terus-terusan nebeng bareng Timbaland ya. Karena untuk urusan album debut Katharine McPhee, dirinya bebeas dari bayang-bayang sang mentor. Ini membuktikan kalau dia juga mampu bekerja sendiri tanpa embel-embel.

Danja and Simple Plans

Bagaimanapun juga, penilaian terhadap produktivitas kerjanya sebagai produser rekaman dan pencipta lagu bergantung kepada seberapa banyak proyek yang Timbaland kerjakan. Timbo melibatkannya di 6 track untuk album “Shock Value” di tahun 2007, juga kepercayaan penuh dalam mengerjakan album Duran Duran “Red Carpet Massacre” di tahun yang sama. Tapi kesuksesan terbesarnya di tahun 2007 ini adalah saat membawa Britney Spears pada kesuksesan lain dalam karirnya untuk album “Blackout”. Meskipun album ini dinilai kurang sempurna sebagai comeback dari pop princess itu, tapi Brit bisa menyabet penghargaan bergengsi di ajang MTV Video Music Awards lewat album ini. Makanya enggak salah kerjasama ini dilanjutkan di album “Circus”.

Kepakan sayap Danja pun semakin melebar. Dia mengerjakan lagu untuk T.I., 50 Cent, Trey Songz, Natasha Bedingfield, Menudo, Simple Plan, Danity Kane, Mariah Carey, Pink, hingga Madonna. Ini menunjukkan kecakapannya dalam mengolah berbagai jenis musik untuk berbagai penampil dalam berbagai genre. Mengesankan bukan? Apalagi belum lama ini dia juga ikut mengerjakan album Keri Hilson, Jamie Foxx, Jesse McCartney, J. Cole, dan Diddy Dirty Money. Dan sekarang, Danja juga ikut nimbrung untuk mengerjakan album Kelly Rowland, Kelly Clarkson, Ciara, Travis Garland, Usher, Jennifer Lopez, dan masih banyak lagi. Dalam majalah Remix, Danja mengungkapkan instrumen yang dipakainya dalam memproduksi lagu. Sebuah laptop, sebuah Edirol MIDI controller, sebuah Akai MPC4000, sebuah Alesis Andromeda A6 synthesizer, sebuah Korg Triton, dan sebuah Yamaha Motif. Dia juga menggunakan audio sequencer Cubase dari Steinberg. Dan dari majalah lain, bahkan ada tarif Danja mengerjakan sebuah lagu lho. 🙂

Official Website Danja

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)

Pengen tahu karyanya Danja apa aja? Baca disini

Related posts

Leave a Reply