Trending News

Blog Post

5 Alasan Harus Mendengarkan Twenty One Pilots
Behind The Music

5 Alasan Harus Mendengarkan Twenty One Pilots 

Siapa itu Twenty One Pilots? Well, mungkin sudah saatnya bagi kalian untuk mengenal nama ini.

Twenty One Pilots adalah duo yang terdiri atas Tyler Joseph dan Josh Dun. Berasal dari Colombus, Ohio, Amerika Serikat, mereka terbentuk di tahun 2009. Band ini awalnya dibentuk oleh Tyler bersama dua temannya di masa kuliah, Nick Thomas dan Chris Salih.

Nama band berasal dari sebuah drama berjudul “All My Sons” karya Arthur Miller, yang berkisah tentang seorang pria yang harus memutuskan apa yang terbaik untuk keluarganya setelah menyebabkan kematian “twenty one pilots” saat Perang Dunia II. Kisah dilema moral inilah yang menjadi inspirasi dari nama band ini.

Lantas, mengapa band ini istimewa? Mengapa kita harus mendengarkan Twenty One Pilots? Mungkin 5 hal ini bisa menjadi alasan:

1. Band Indie Yang Diperebutkan Label Besar


Di tahun 2009 juga akhirnya mereka merilis album debut mereka secara independen, sebuah self-titled, dan mulai melakukan tur di sekitar Ohio. Sayangnya di pertengahan 2011 Nick dan Chris akhirnya mengundurkan diri karena kesibukan mereka. Akhirnya bergabunglah Josh bersama Tyler, dan akhirnya format band ini menjadi duo. Sebuah album indie, berjudul “Regional at Best” kembali dirilis dengan formasi ini di bulan Juli 2011.

Karena gaya bermusik mereka yang khas, duo ini pun menarik banyak perhatian, sehingga tidak heran gig mereka selalu ramai ditonton orang. Bahkan, pertunjukan mereka di Newport Music Hall di Colombus sukses sold out hingga akhirnya menarik perhatian banyak label besar. Mereka berebut ingin menarik Twenty One Pilots bergabung bersama mereka. Namun duo ini akhirnya memilih Fueled By Ramen, yang merupakan anak dari Atlantic Records, sebagai label baru yang akan menaungi mereka.

2. Perlahan Tapi Pasti Mencuri Perhatian


Album ketiga mereka pun dirilis di bawah label Fueled By Ramen. Berjudul “Vessel” dan dirilis di Januari 2013. Album ini mendapat sambutan yang bagus dari para kritikus musik, meski sayangnya hanya sanggup duduk di posisi 58 Billboard 200. Meski begitu di chart Alternative mereka berhasil duduk di posisi 10.  Meski baru saja merilis sebuah album, Twenty One Pilots rajin pula merilis EP, sebut saja “Migraine” dan “Holding On To You” di tahun 2013 dan “Quiet Is Viølent” di tahun 2014. Mungkin karena aktif dalam merilis EP ini, perlahan tapi pasti mereka mulai mencuri perhatian. Single-single lama mereka mulai dicari lagi dan didengar.

Tapi breakthrough mereka terjadi di tahun 2014, saat pendengar mainstream mulai memberi perhatian lebih. Ini mungkin karena banyak festival besar seperti Lollapalooza, Bonnaroo dan Firefly menginginkan mereka sebagai headliner yang mengantarkan sebuah rangkaian tur Twenty One Pilots yang berjudul “Quiet Is Violent World Tour” karena banyaknya permintaan untuk itu. Puncaknya saat mereka tampil di MTV Movie Awardd 2014 dengan membawakan lagu ‘Car Radio’. Tidak heran jika antisipasi menjadi besar saat Twenty One Pilots mengabarkan akan merilis album baru. Tidak heran saat album “Blurryface” dirilis, ia langsung duduk di posisi 1 Billboard 200. Selamat!

3. Musik Gado-Gado Sebagai Ciri Khas


Menurut duo ini, tujuan mereka bermusik adalah untuk membuat orang berfikir dan juga mengajak pendengarnya untuk menemukan rasa gembira dalam apa yang mereka percayai di dalam hidup. Cukup dalam memang. Tapi keistimewaan dari Twenty One Pilots adalah lagu-lagu yang mereka bawakan. Mereka menggabungkan antara indie-pop, synth-pop, electro-pop, rock, hingga hip-hop. Ini menjadikan lagu-lagu Twenty In Pilots terdengar penuh warna sekaligus enerjik. Coba dengarkan saja hits-hits seperti ‘Car Radio’ , ‘Ode to Sleep’, ‘Holding On To You’ atau yang terbaru ‘Tear In My Heart’. Maka kita bisa merasakan pergerakan notasi yang tak biasa dan menggoda pendengaran.

Twenty One Pilots memadukan antara piano (bisa keyboard atau keytar), synthesizer, drum (juga drum elektronis), vokal, ukulele. Uniknya lagi, meski lagu-lagu mereka cenderung ngepop dan cukup easy listening, tapi dari segi lirik biasanya mengandalkan kata-kata yang puitis, meski tetap lugas dan cukup straight forward. Kadang kalau “puisi” yang mereka tulis terasa terlalu panjang, maka akan dinyanyikan dalam gaya rap. Karena gado-gadonya gaya bermusik Twenty One Pilots sehingga agak sulit untuk mengkategorikan musik yang mereka usung dalam satu genre hingga fans kemudian melabeli musik mereka sebagai “Schizophrenic pop” (dikenal juga Schizoid pop). Wah, mungkin sudah saatnya sub-genre ini dipopulerkan. Thanks Twenty One Pilots fans.

 4. Band Populer Yang Kangen Bermain Di Venue Kecil


Meski kini mereka kerap bermain di konser yang berlokasi di venue yang besar dengan jumlah penonton yang sangat besar, namun ternyata mereka tetap kangen untuk bermain di venue yang relatif lebih kecil. Menurut Tyler venue yang lebih kecil memiliki lingkungan yang lebih terkontrol dimana mereka bisa berinteraksi dengan penonton dengan lebih baik. Mereka bisa berbicara langsung dengan penonton. Kata Josh semua band tentunya ingin bermain di venue yang lebih besar dan lebih besar lagi, yang menandakan tingkat kepopuleritasan yang meninggi, tapi baginya ruangan yang lebih kecil adalah yang ideal karena mereka, sebagai penampil, bisa membuat koneksi yang lebih baik dengan orang-orang yang menghadiri konser mereka. This is so sweet and showing how humble they are sebagai band yang lebih mementingkan kualitas hubungan dengan penonton ketimbang mengejar kuota kuantitas yang berarti pemasukan materi yang lebih besar.

5. Sayang Keluarga

Meski secara fisik Tyler dan Josh terlihat (agak) gahar, dengan tato menghiasi tubuh, serta penampilam meledak-ledak saat manggung, namun ternyata di dalamnya mereka cukup “lembut”. Pada saat harus menyelesaikan rangkaian tur, ternyata mereka sangat merindukan ibu mereka. So sweet. Tampaknya mereka memang sangat menyayangi keluarga mereka. Sehingga tidak heran jika mereka menunjukkan hal tersebut dengan menampilkan sang kakek Tyler dan Josh sebagai model untuk cover album “Vessel”. Tidak heran, meski musik yang mereka usung terkadang riuh, namun kita selalu bisa merasakan sesuatu yang subtil di dalamnya.


Jadi. Tunggu apa lagi? Sudah saatnya untuk mendengarkan sensasi pop baru ini dan Twenty One Pilots menjamin sebuah petualangan musikal yang tak terlupakan.

Album terbaru mereka, “Blurryface” dirilis tanggal 17 Mei.

Official Website
Official Facebook
Official Twitter
Official Instagram
Official YouTube

Haris
CreativeDisc Contributor
@oldeuboi

Related posts

Leave a Reply