Trending News

Blog Post

Top 10 Music Videos: Roxette
Top 10 Lists

Top 10 Music Videos: Roxette 

Sebelum Jonas Åkerlund jadi langganan Lady Gaga dan Madonna. Roxette sudah lebih dulu menggunakan jasa sutradara asal Swedia ini. Terhitung ada 11 video mereka yang merupakan arahan Åkerlund, ditambah dua video untuk album solo Marie Fredriksson (vokalis Roxette) untuk album solonya dan dua video juga buat album solo Per Gessle (gitaris dan vokalis Roxette). Tidak hanya itu saja, dia juga berperan sebagai fotografer untuk cover album Room Service termasuk promo shots mereka. Tidak heran, jika di daftar Top 10 Roxette Videos, tiga di antaranya merupakan karya sutradara yang talented ini.


10. Almost Unreal
Walaupun dibuat hampir 18 tahun yang lau, video yang juga soundtrack Super Mario Bros ini masih kelihatan relevan untuk dinikmati saat ini (begitu juga dengan lagunya). Karena dibuat untuk film yang diadaptasi dari video game, tak heran tema video ini yaitu “playing video game”. Walaupun saya bukan gamer, tetapi jadi kepengen main video game asalkan yang ada Roxette-nya. Coba perhatikan dengan seksama, si gamer bisa mengubah cuaca, backdrop, wardrobe (Marie dan Per) dan intrumen yang dimainkan Per, ide yang brilian. Akan tetapi yang paling hebat di sini adalah mereka yang bertugas mengedit video ini. Lihat videonya.

9. June Afternoon
Lagu wajib untuk menyambut musim panas bagi para penggemar Roxette. Mungkin suasana outdoor lebih sesuai bagi setting video ini karena memang tema lagunya seperti itu (let’s play in the park). Tetapi tidak bagi Åkerlund.
Untuk video yang sunny ini, justru mereka memutuskan untuk syuting indoor. Sisi positifnya, mereka bisa lebih kreatif bermain dengan warna dan setting. Kali ini “biru” menjadi pilihan utama. Di video ini, Roxette memutuskan untuk melakukan penghormatan untuk icon-icon entertainment penting di tahun 60-70 an. Per memutuskan untuk tampil ala Paul McCartney (The Beatles), sementara Marie mengadopsi gaya Twiggy, salah satu supermodel pertama dunia. Hasilnya: ini merupakan video Roxette yang paling colorful. Lihat videonya.

8. Joyride
Sebelum The Centre of the Heart, ini video Roxette yang paling mahal. Sekali ini mereka memilih lokasi syuting di Amerika Serikat. Di sejumlah adegan, Marie dan Per benar-benar berada di kap mobil yang bergerak. Tujuan video ini agar para penonton mendapat kesan mobil ini bergerak dengan sendirinya, padahal sebenarnya ada sopir yang ‘bersembunyi’ di bawah setir. Kecelakaan hampir terjadi karena sang sopir tidak bisa melihat arah di depannya dengan jelas. Di jaman sekarang, mungkin video ini tidak kelihatan istimewa, tetapi tidak demikian di awal tahun 90-an. Video ini berhasil mengambarkan makna ‘Joyride’ secara keseluruhan. Baik sebagai singel pertama tetapi juga proses pembuatan album ini yang menurut Roxette seperti ‘a long Joyride’. Kata Per sendiri, ide Joyride datang dari wawancara Paul McCartney saat ditanya soal kesannya bekerja bersama dengan Lennon. Lihat videonya.

7. Crash! Boom! Bang!
Banyak yang menanggap ini video terbaik Roxette. Lewat video ini Roxette mencoba bermain di konsep surealis. Video ini tidak secara langsung menggambarkan suasana “kesedihan” ataupun “patah hati” seperti lagunya sendiri, tetapi yang ditawarkan justru simbol-simbol yang puitis namun masih berhubungan erat dengan singel kedua dari album mereka yang juga berjudul sama. Thumbs up buat Per Gessle yang memang piawai dalam dalam menciptakan lirik-lirik yang melankolis, romantis dan puitis. “Cause everytime I seemed to fall in Love, Crash! Boom! Bang!” Lihat videonya.

6. The Centre of the Heart
Ini merupakan video termahal yang pernah dihasilkan Roxette. Dengan mengambil setting hotel Madonna Inn, California, sekali lagi Roxette meminta Jonas Åkerlund untuk mengarahkan mereka. Video ini menjadi gambaran keseluruhan album mereka “Room Service’. Nama tersebut dipilih duo ini karena mereka tujuan mereka menghibur para penikmat musik, layaknya arti dari Room Service itu sendiri. Tak heran, setting hotel dirasakan cocok untuk video dan juga sleeves album. Mereka tampil di berbagai ruangan di hotel yang memang memiliki dekorasi/tema yang unik. Marie dan Per tidak tampil berdua saja,Sejumlah figuran/model dilibatkan di pembuatan video ini. Hasilnya video ini sangat penuh dengan warna. Sayangnya, sekali lagi video Roxette di’ban’ di sejumlah negara karena ada adegan yang dianggap merendahkan derajat perempuan, silahkan dilihat sendiri pada menit 3:17. What do you think? Lihat videonya.

5. A Thing About You
Video terakhir Roxette yang dibuat sebelum Marie pingsan di kamar mandi. Setelah dibawa ke Rumah Sakit, dokter mendiagnosa Marie menderita tumor otak. 2002 merupakan tahun terberat bagi Roxette dan juga penggemar mereka. Tak heran, video dan lagu ini menjadi sangat personal bagi para fans karena sering dikaitkan dengan kondisi Marie saat ini. “Lately you’ve been painting my heart blue.” Anyway, video ini juga disutradai Jonas Åkerlund. Setting indoor dipilihnya, dan menampilkan dua model yang memerankan karakter mereka sesuai dengan cerita dibalik lagu tersebut. Ide video ini mungkin tidak begitu original, tapi untunglah seperti biasa Åkerlund pandai bermain dengan pencahayaan dan juga warna. Saya pribadi paling suka dengan wardrobe Per dan Marie yang keren banget. Lihat videonya.

4. Anyone
Siapa sangka, lagu dengan setting summer (walaupun sebenarnya saat syuting, temperatur justru sangat dingin) di Portugal bisa menyayat hati? Tapi, itulah video untuk Anyone, arahan Åkerlund. Kalau diperhatikan, warna hijau sangat mendominasi video ini, tapi ini yang membuat video yang satu ini kelihatan artistik. Sederhana, tetapi bukan berarti sekedar asal syuting aja. Ini merupakan video Roxette yang paling tragic (lagunya juga memang lumayan depressing, tapi enak untuk didengar). Adegan bunuh diri menjadi klimaks dan digarap begitu cantik oleh si sutradara. Sayangnya, banyak yang tersinggung, sehingga video ini sempat dilarang diputar di sejumlah negara. Lihat videonya.

3. Listen To Your Heart
Video ini disyuting saat Roxette tengah tur Swedia (sekitar 1988-89). Di sini Marie tampil barefoot (kalau diperhatikan banyak video Roxette yang menampilkan dia tanpa sepatu). Lokasinya adalah di sekitar reruntuhan Puri Borgholm di Swedia. Selain pemandangan sore yang memikat, kita bisa merasakan athmosphere para penonton yang beruntung bisa menonton Roxette ‘on their prime’, plus bisa diabadikan dalam video juga. Lihat videonya.

2. It Must Have Been Love
Ada tiga versi video yang satu ini. Pertama, versi Christmas for the Brokenhearted (sebelum Roxette “menjual” lagu ini ke produser film Hollywood tapi referensi Christmas diganti menjadi winter). Kedua, versi Pretty Woman (dengan menampilkan insert dari Pretty Woman yang dibintangi Julia Roberts). Ketiga, hampir sama dengan versi “Pretty Woman”, tapi tanpa clip dari film tersebut. Namun, yang paling bagus adalah versi Pretty Woman, terutama ketika Marie tampil dengan gaun putih. Selain gaun ini bikin si vokalis kelihatan seksi, rupanya gaun ketat di tubuhnya dijadikan layar projeksi klip dari film tersebut. Simple, but brilliant. Fun facts: Saat syuting, lagu It Must Have Been Love disetel dua kali lebih cepat dari normal (jadi Marie harus lip-sync lagu yang menurunya kedengaran seperti dinyanyikan chipmunks). Nanti setelah editing baru kecepatan lagu ini dibuat normal lagi. Hasilnya ada kesan ‘dreamy’ dan ‘magical’, persis seperti lagu It Must Have Been Love itu sendiri. Lihat videonya.

1. Queen of Rain
Singel kedua dari album mereka, Tourism (track yang juga lumayan populer di Indonesia dari album ini antara lain: How Do You Do dan So Far Away). Saya pilih jadi nomor satu, karena ide di video ini sesuai banget dengan tema lagu tersebut. Video ini paling pas ditonton saat musim panas, karena bisa membuat pikiran jadi adem, tapi kalau ditonton saat musim hujan bisa bikin sedih kayaknya (at least for me). Ilusi hujan yang diciptakan sang sutradara terlihat sangat indah dan melankolis, tapi favorit saya adalah silhouettenya si vokalis yang artistik banget. Lihat videonya.

Honorable mention: Salvation, Fingertips 93, Wish I Could Fly, You Don’t Understand Me dan Spending My Time.

(Miedy Bishop)

Related posts

Leave a Reply