Medyareyon Takipci Hizmetleri

windows 10 pro kaufen office 2019 pro kaufen office 365 pro kaufen windows 10 home kaufen windows 10 enterprise kaufen office 2019 home and business kaufen office 2016 pro kaufen windows 10 education kaufen visio 2019 kaufen microsoft project 2019 kaufen microsoft project 2016 kaufen visio professional 2016 kaufen windows server 2012 kaufen windows server 2016 kaufen windows server 2019 kaufen Betriebssysteme kaufen office software kaufen windows server kaufen https://softhier.com/ instagram takipçi satın al instagram beğeni satın al instagram görüntüleme satın al instagram otomatik beğeni satın al facebook beğeni satın al facebook sayfa beğenisi satın al facebook takipçi satın al twitter takipçi satın al twitter beğeni satın al twitter retweet satın al youtube izlenme satın al youtube abone satın al https://takipci33.com/

Şişli Esc Kızlar

kadıköy escort ümraniye escort

Trending News

Blog Post

Behind The Music: Shellback
Behind The Music

Behind The Music: Shellback 


Pasca meninggalnya Denniz Pop, Max Martin tidak kehilangan teman untuk berkolaborasi. Mempertahankan aroma bubblegumpop bersama Rami dan merambah ke ranah adut contemporary bersama Kristian Lundin dan Andreas Carlsson. Dan berikutnya adalah merambah ke aliran pop rock bersama nama yang satu ini. Karl Johan Schuster, alias Shellback. Sama seperti Max, pria kelahiran tahun 1985 ini juga berasal dari Swedia. Nama Shellback dipakainya sejak bergabung dengan tim produksi Max di tahun 2007. Saat itu dia masih berusia 22 tahun. Sangat belia memang. Tapi pengalaman musiknya sudah dimulai dari remaja, saat bergabung dengan band lokal di kampung halamannya di Karlshamn, Swedia. Posisi yang diambilnya dalam band adalah drummer, dan genre yang dimainkan oleh band-nya adalah rock. Dari sinilah akar musik rock yang bergabung ke cita rasa pop khas Max Martin.

Karl Johan sebagai seorang performer juga termasuk sebagai vokalis untuk band Skorda dan Blinded Colony. Bermain di genre hardcore dan metal, band ini juga sempat merintis karir sebagai recording artist. Album “Bedtime Prayers” berhaisl mereka cetak via Pivotal Recordings. Dan untuk Blinded Colony, Karl Johan sempat tur keliling Eropa. Tapi ketika jadwal tur tersebut hendak diperpanjang, dirinya justru mengambil keputusan yang memang tidak disesalinya kemudian. Mengundurkan diri dari band tersebut untuk gabung ke belakang layar bersama Max. Bersama mereka membesarkan Maratone, studio produksi yang Max dirikan setelah menutup Cherion. Sebuah hit berjudul ‘So What’ bukan hanya sukses di chart, tapi sekaligus penanda keberhasilan mereka merambah ke jalur pop rock untuk membuat lebih banyak hit lagi di jalur tersebut. Pink, Alison Iraheta, Adam Lambert, Miranda Cosgrove, Avril Lavigne, dan BC Jean. Keterlibatan Shellback untuk lagu-lagu mereka pun meningkat. Dari co-writer menjadi co-producer. Pink mendapat 2 lagu nomor 1 darinya; ‘So What’ dan ‘Raise Your Glass’, plus Adam Lambert memperoleh nominasi di ajang Grammy berkat lagunya; ‘Whataya Want From Me’. Dan kalau catatan ini masih kurang, Glee Cast mendapatkan lagu original pertama mereka pun dari dirinya; ‘Loser Like Me’.

Shellback juga mencoba mengompromikan musiknya ke jalur yang pasti tidak didapatnya sembari berada di band. Nge-pop untuk Britney Spears (‘If U Seek Amy’, ‘3’, ‘I Wanna Go’) dan Backstreet Boys (‘Bigger’), nge-dance untuk Ke$ha (‘Kiss N Tell’) dan Robyn (‘Time Machine’), nge-country untuk Carrie Underwood (‘Quitter’), dan nge-R&B untuk Usher (‘DJ Got Us Fallin’ In Love’). Bahkan untuk Britney Spears, single teranyarnya ‘Criminal’ juga melibatkan nama Shellback di dalamnya. Kalau ada yang mempertanyakan keberadaan musik karya Shellback di luar keterlibatan Max di dalamnya, bukti nyata kesuksesan tersebut sudah ada lewat single ‘Moves Like Jagger’ oleh Maroon 5 dan Christina Aguilera. Lagu sukses tersebut adalah hasil ciptaan Shellback bersama Benny Blanco, Adam Levine, dan Ammar Malik, sekaligus diproduseri oleh Shellback bersama Benny Blanco. Selain prestasi kembali nge-hits untuk masing-masing Maroon 5 dan Christina Aguilera, prestasi juga untuk Shellback karena untuk pertama kalinya mencetak hits tidak bersama sang mentor, Max Martin.

Shellback di Amerika merupakan sebuah tradisi dalam merayakan keberhasilan angkatan bersenjata disana melewati ekuator, atau garis lintang 0°. Mungkin hal tersebut menginspirasi keberhasilannya dalam pencapaian di bidang produksi musik setelah berhenti total dari kegiatan performing, terutama menandakan kesuksesannya dalam membidangi musik pop internasional.

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply

izmir eskortlar bursa eskort bayanlar ankara escort bayanlar Antalya escort bayanlar Eskişehir escort bayan Konya bayan escort escort Kayseri İzmit escort kızlar Alanya escort Kocaeli escort Kuşadası escort Gaziantep escort Malatya escort Diyarbakır escort Denizli escort Samsun escort Adana escort Bodrum escort Dubai escort porno izle seks hikayeleri sex hikayeleri paply.org