Trending News

Blog Post

May Artist of The Month: Paramore & Michael Buble
Artist of The Month

May Artist of The Month: Paramore & Michael Buble 

Paramore hadir dalam hajatan Artist of the Month bulan ini untuk melanjutkan estafet kekuasaan musik rock di CreativeDisc. Sekaligus perayaan atas perilisan album terbaru mereka, “Paramore” yang sudah dipasarkan sedari April kemarin. Tak cukup satu, trio ini akan bersanding bersama Michael Buble dalam kehormatan Artist of the Month, karena pria jazzy nan classy tersebut juga ingin menghibur dunia dengan album terbarunya “To Be Loved”. So, please welcome CreativeDisc & Warner Music Indonesia Artists of the Month: PARAMORE dan MICHAEL BUBLE

Keluarga adalah sokongan terbesar bagi Paramore dan juga Buble dalam memulai karir musik mereka. Paramore saja dibentuk oleh kakak beradik Josh Farro dan Zac Farro yang berperan sebagai pemain gitar dan drum. Mereka membentuk Paramore di tahun 2004 bersama Hayley Williams dan Jeremy Davis yang sebelumnya bermain dalam punk bernama The Factory. Kekuatan Paramore di awal karir mereka adalah sang vokalis, Hayley yang tak hanya mencolok secara fisik tapi juga punya vokal yang dahsyat. Buble kecil kerap berdoa kepada Tuhan agar dirinya menjadi seorang penyanyi. Gairah bermusiknya terpupuk setelah ia mendengarkan album Natal milik Bing Crosby yang diputar oleh keluarganya di saat hari raya. Kuatnya keinginan untuk berjalan di jalur seni membuatnya mengesampingkan hobi olahraganya. Terima kasih kepada sang kakek yang menyediakan paltform bagi Buble remaja untuk bernyanyi di depan umum untuk pertama kalinya. Lebih lagi, Buble mendapat kelas vokal yang dibiayai oleh sang kakek.

The path to stardom has been opened for both. Hayley awalnya memperoleh kontrak rekaman sebagai artis solo, pasti karena karakternya yang sangat kuat menjadikan dirinya punya nilai jual yang tinggi. Namun label yang mengontraknya saat itu, Atlantic Records merasa bahwa jalan bagi Paramore untuk menyampaikan visi mereka lewat musik kurang tepat jika difasilitasi oleh label besar. Oleh karenanya, Paramore dipindahkan ke divisi Fueled by Ramen yang masih anak perusahaan dari Warner. Dari sini lahirlah ‘Conspiracy’ sebagai debut resmi band alternative asal Tennesse, Amerika Serikat ini. Dari panggung ke panggung, Michael Buble mengisi beragam acara dan memperkuat citranya sebagai seorang artis jazz. Mall, club, bar, lounge hotel, juga televisi menjadi jajahan Buble. Ia bahkan mengikuti beberapa kompetisi bernyanyi, lokal maupun nasional untuk mengasah kemampuan dan membangun citra diri. Seperti menjentikkan jari, dalam rentang waktu 6 tahun; 1996 ke 2002, Buble berhasil merilis tiga buah album secara indie. “Firts Dance”, “Babalu”, dan “Dream”. Guna memudahkan langkah ke arah yang lebih profesional dan juga popularitas, Buble memutuskan untuk berpindah ke Ontario yang tampaknya lebih menjanjikan dibanding kediamannya di British Columbia, Kanada.

Sentuhan popularitas pun terasa. Album debut Paramore, “All We Know Is Falling” dirilis di tahun 2005. Penggembiranya adalah Paramore tak hanya berhasil menempatkan nama mereka di chart Billboard Amerika, tapi juga menjadi perhatian di Eropa. Majalah NME keluaran Britania Raya menyebut Paramore satu dari sepuluh band baru yang patut menjadi perhatian dalam “New Noise 2007”. Meskipun Jeremy Davis dan juga Hunter Lamb sempat memutuskan untuk berpisah dari formasi, Paramore sama sekali tidak menjadikan itu sebagai alasan untuk kemunduran proyek. “Riot!” hadir di tahun 2007 dan posisi Paramore semakin kuat dengan penobatan majalah Rolling Stones sebagai “Ones To Watch”. Berkat “Rio!” juga, Paramore berhasil meraih unggulan sebagai Best New Artist di Grammy 2008. Dari album indie-nya, Michael Buble mendapat kesempatan untuk bernyanyi di depan David Foster, penulis lagu, produser, dan eksekutif label rekaman yang meluncurkan karir internasional Celine Dion. David pun mengontrak Buble di label 143 Records yang kemudian berpartner dengan Reprise Records untuk merilis album “Michael Buble” di tahun 2003. Buble will never be the same ever since. Album yang berisikan lagu-lagu jazz dari berbagai era ini menjuarai chart di berbagai negara; Kanada, Inggris, Afrika Selatan, dan Australia. Ia pun menjadi kesayangan di ajang penghargaan musik Juno, Grammy-nya Kanada. Kategori Best New Artist dimenangkannya di tahun 2004. Dan keperkasaan Buble terjadi di album “It’s Time” yang rilis di tahun 2005. Dengan hit single seperti ‘Home’, ‘Feeling Good’, dan juga ‘Save The Last Dance For Me’, Buble mulai menggerayangi Grammy sekaligus melanjutkan dominasinya di Juno.

Untuk urusan awards, Paramore memang kalah dibanding Michael Buble. Tapi bukan berarti mereka tidak punya prestasi di bidang ini. Saat mengisi soundtrack film “Twilight” dan merilis album ketiga, “Brand New Eyes”, Paramore kembali ke unggulan Grammy. Di tahun 2010 dan 2011 mereka dinominasikan di kategori Best Song Written for a Motion Picture, Television or Other Visual Media untuk ‘Decode’ dan Best Pop Performance by a Duo or Group with Vocals untuk The Only Exception. Meskipun penghargaan-penghargaan tersebut lepas dari genggaman, Paramore nyaris tak pernah melewatkan Teen Choice Awards mereka. Dari tahun 2008 hingga 2011 mereka dibanjiri penghargaan ini. Dari 11 nominasi, mereka memenangkan 10! Tiga Grammy yang Buble miliki berasal dari kategori Best Traditional Pop Vocal Album. Ia memenangkannya di tahun 2008 untuk “Call Me Irresponsible”, 2010 untuk “Michael Buble Meets Madison Square Garden”, dan 2011 untuk “Crazy Love”. Sekali namanya hadir di luar kategori tersebut, yakni 2011 saat ‘Haven’t Met You Yet’ diunggulkan untuk Best Male Pop Vocal Performance. Just about time, Paramore akan kembali menyerang Teen Choice dan album “To Be Loved” Buble kembali ke Grammy.

Setelah ditinggal Farro bersaudara, kembalinya Jeremy Davis dalam formasi, berikut keberadaan Taylor york dan Hayley Williams, trio Paramore membuktikan bahwa mereka adalah survivor. Tahun 2013 tercatat sebagai pembuktian bahwa mereka tidak butuh membuat drama penggantian personel untuk merilis album studio keempat. “Paramore” pun menghadirkan 17 track yang tidak hanya enjoyable, tapi juga memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan (Haris @oldeuiboi). Proyeksi rasa cinta, kebahagiaan, keceriaan, dan hal-hal indah tergambar dalam “To Be Loved” Buble (Iqko @Iqko_) pun melanjutkan dominasinya sebagai vokalis yang memiliki pengaruh dalam blantika musik internasional. So who’s up to rocking jazz experience this month? Now, It’s A Beautiful Day!

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)

Official Facebook Paramore
Official Website Paramore
Official Twitter @paramore

Official Facebook Michael Buble
Official Website Michael Buble
Official Twitter @MichaelBuble

Official Twitter @WarnerMusicID
Official Website Warner Music Indonesia

Related posts

Leave a Reply