Trending News

Blog Post

Selebrasi 10 tahun The Red Jumpsuit Apparatus Dengan Konser Yang Intim
Concerts Review

Selebrasi 10 tahun The Red Jumpsuit Apparatus Dengan Konser Yang Intim 

“Am I supposed to be happy? All I ever wanted, it comes with a price..”

Sepenggal lagu “Cat and Mouse” yang dimainkan oleh The Red Jumpsuit Apparatus tersebut seolah-olah menjadi sebuah pertanyaan implisit bagi para penggemar grup asal Amerika Serikat ini: “Apakah kami harus merasa bahagia?” Tentu saja! Setelah menunggu selama satu dasawarsa agar sang idola dapat beraksi di tanah air, akhirnya penantian tersebut terbayar pada hari selasa, 27 Agustus 2013 kemarin di Gedung Kesenian Jakarta, yang diadakan oleh promotor Enter Prospero.

Nampaknya, The Red Jumpsuit Apparatus juga merasakan hal yang sama. Momen berharga ini dimanfaatkan oleh mereka untuk dapat lebih dekat dengan penggemarnya di Jakarta, dibuktikan dengan pemilihan setlist yang kebanyakan berisi dari album-album terdahulu alih-alih menggunakan sekumpulan lagu dari EP terbaru mereka, “Et tu, brute?”. Mungkin hal ini ditujukan agar penonton dapat menikmati suguhan yang lebih familiar. Ya, bisa jadi. Karena tiap kali mereka memperkenalkan lagu baru seperti “Remember Me” atau “You Can’t Trust Anyone These Days”, sang vokalis, Ronnie White, kerap memberikan toleransi dengan berujar “Ya, mungkin kalian kurang paham mengenai lagu yang akan kami bawakan setelah ini, tapi itu tidak apa-apa….” berulang kali sebelum mereka memainkan lagu-lagu baru tersebut.

Selain itu, seringnya band post-hardcore ini melisankan perhatian dan curahan hati kepada para penonton ketika konser berlangsung mampu menjadi sebuah keunikan tersendiri. Ronnie White sangat terkesima dengan para penggemar yang hafal seluruh lirik di dalam setlist mereka kali ini setelah empat lagu pembuka yang terdiri dari “Misery”, “Atrophy”, “You Better Pray”, dan “False Pretense” dikhatamkan oleh penonton yang hadir pada malam itu. Namun, ada kalanya band ini juga mengungkapkan isi hati yang mengundang simpati, seperti pada saat Ronnie menyatakan bahwa kini mereka tak bernaung di bawah recording label manapun dan kondisi ini memaksa mereka untuk berjuang lebih keras dalam menghasilkan karya-karya melalui sumber daya yang dimiliki.

Suasana intim pun makin terasa ketika memasuki sepertiga bagian konser terakhir dimana lagu “Guardian Angel” dimainkan. Ronnie White mengambil alih permainan gitar dan sontak seisi Gedung Kesenian Jakarta berubah menjadi sebuah choir massal dengan menyanyikan lagu yang terlalu romantis untuk dimainkan oleh sebuah band post hardcore tersebut. Keakraban itu berlanjut ketika lagu terakhir, “Face Down”, dimainkan dan seluruh penonton yang tadinya diam terpaku di bangkunya masing-masing akhirnya berdiri dan menghampiri panggung untuk bersenang-senang. Pada titik ini saya merasa bahwa pemilihan venue kali ini seperti blessing in disguise. Walaupun pemilihan lokasi terkesan dadakan serta memiliki kapasitas kecil, namun ternyata mampu membangun suasana yang akrab dan hangat. Ditambah dengan tidak adanya baliho maupun atribut penanda konser lainnya menjadikan perhelatan ini seperti sebuah konser rahasia yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang spesial.

Penampilan singkat yang berlangsung selama satu jam tersebut ibarat momen introspeksi bagi The Red Jumpsuit Apparatus. Satu dekade karir bermusik yang penuh akan suka duka mulai dari gejolak perombakan personil, tak terdaftar di bawah major label, hingga berbagai prestasi gemilang sepertinya menjadi sebuah pengalaman tersendiri bagi band ini. Namun, dibalik itu semua, The Red Jumpsuit Apparatus masih memiliki penggemar yang setia mendukung mereka pada kondisi apapun. Dibuktikan pada saat Ronnie White menguji kesetiaan para penggemar dengan menanyakan berapa lama penonton mengenal band ini, apakah lima tahun? Tiga tahun? Satu hari? Atau hanya dua jam? Lalu seisi Gedung Kesenian Jakarta kompak menjawab “10 years!!”. Terlepas dari benar tidaknya jawaban tersebut, namun hal tersebut layaknya sebuah apresiasi bagi sang idola yang akhirnya singgah di tanah air setelah diterpa serangkaian ketidakpastian. Dan sebagai penikmat, kami hanya bisa mengucapkan “Terima kasih, The Red Jumpsuit Apparatus!”.

(Galih Gumelar / CreativeDisc Contributors)
Photo by Budi Susanto
Special Thanks to Promotor Enter Prospero

Setlist:
1. Misery
2. Atrophy
3. You Better Pray
4. False Pretense
5. In Fate’s Hands
6. Damn Regret
7. Cat and Mouse
8. Remember Me
9. Justify
10. You Can’t Trust Anyone These Days
11. Am I The Enemy
12. Guardian Angel
13. Don’t Hate
14. Face Down

Related posts

Leave a Reply