Trending News

Blog Post

Classic: Green Day – Dookie (1994)
Time Tunnel

Classic: Green Day – Dookie (1994) 

Green Day : 20 Tahun Dookie – Sebuah dedikasi tanpa kompromi


Membicarakan Green Day hari ini dan Green Day 20 tahun yang lalu adalah membicarakan hal yang sama. Memang Green Day hari ini yang kita kenal adalah band punk rock terbaik dengan meraih nyaris 100 penghargaan internasional dan 200 nominasi sepanjang karir mereka bermusik. Semua hal itu dimulai dari album ini, Dookie.

Berkenalan dengan Green Day telah merubah segalanya, mentransisi semua dalam sekejap mata. Dari pop romantis menuju punk rock yang tanpa basa-basi. Mereka bukan band punk pertama namun mereka adalah bagian terpenting dari industri musik punk itu sendiri. Tidak banyak jenis musik yang bisa menyuarakan anti hedonisme dan bisa diterima oleh semua kalangan, saat Dookie pertama kali dikenalkan semua orang bernyanyi bersama mereka sedangkan yang lain mendebat pesan yang mereka bawa, namun musik bukanlah ajang debat kuda namun suara harmoni untuk menyatukan manusia.

Memang Dookie adalah album ke-3 oleh band yang dibentuk tahun 1987 ini namun proses album ini adalah titik balik yang merubah segalanya, bukan hanya untuk Green Day sendiri namun terhadap dunia industri musik, punk rock khususnya. Tindakan Billie Joe yang menerima lamaran label Reprise Record yang menjadi anak perusahaan Warner Bros untuk memproduksi dan distribusi album ini adalah sebuah dosa besar pada waktu itu. Tidak saja merusak jiwa pemberontakan dan gaya hidup punk yang anti kemapanan namun juga kepada kekalahan punk dalam bermusik dengan anggapan yang ada waktu itu adalah perusahaan besar berhasil mengikat punk menjadi gundik mereka.

Sejak terjadi komunitas punk dan indie mencemooh dan menolak kehadiran album ini, seluruh Amerika malah mulai memujanya. Album Dookie menghasilkan lima hit single dan meraih Grammy untuk album alternative terbaik pada tahun album ini diluncurkan 20 tahun yang lalu dan sampai saat ini di negri Paman Sam itu saja telah terjual lebih dari 8 juta keping.

Tidak hanya sampai disana, multi golden dan platinum album, masuk list 500 album tebaik sepanjang masa versi Rolling Stone dan mendapat predikat sebagai salah satu band Punk tersukses sepanjang masa versi Billboard.

20 tahun berlalu sejak peluncuran album ini, namun hingar bingar dan getaran yang dihasilkannya masih terdengar sampai saat ini. Waktu itu Bille Joe Amstrong (vokal/gitar), Mike Dirt (bass) dan Tre Cool (drum) masih berumur awal 20an. Masih muda dan hidup tanpa rencana, buktinya dalam salah satu wawancara tentang apa yang mereka pikirkan tentang persandingan mereka dengan label, Billie menjawab “ kami tidak memikirkan apa-apa waktu itu, aku hanya berkata (kepada Mike Dirt dan Tree Cool) selesaikan ini dan semoga kita bisa membayar sewa rumah dan lihat apa yang akan terjadi nanti.”. Tidak ada rencana masa depan mereka, membuat album ini terasa sangat kuat dan jujur, hal yang jarang terdengar waktu itu terutama dari band-band major label. Buktinya dalam lagu pertama di album ini “Burnout” Billie memulainya dengan “I declare I don’t care no more” dan dalam F.O.D (F*ck or Die) Billie menyayikan “Your head trip’s boring me” dan sepenggal kata itu telah membuka mata banyak orang untuk percaya bahwa musik dan lirik yang mereka bawa adalah sebuah pesan ketidakpedulian akan orang lain. Bersenang-senang dan berkarya hanya itu yang ada didalam diri mereka kala itu. Terlepas dari kebiasan mereka yang selalu high all the time, bozze and drug, namun seperti itu lah filosofi 20an yang juga terjadi dalam hidup siapapun, Rock Star khususnya.

Kekuatan lirik lagu pada album ini juga sangat fenomenal dan mencengangkan, jika ditelaah lebih dalam pesan anti kemapanan yang selalu diboyong oleh punk juga selalu terdengar, himbauan untuk tidak ragu bertindak, jenuh akan rutinitas yang hedonis, anti-intelektual yang terkesan sembrono namun nyata terasa dan kata-kata tabu seperti lagu tentang rokok, alkohol dan masturbasi terpatri jelas dalam album ini.
Tentu saja kita tidak bisa melepaskan band seperti Ramones atau Sex pistol jika bicara tentang punk namun era 90an adalah golden age musik dunia, kehadiran mereka bertiga dan Dookie memberikan harapan baru untuk jenis musik ini, buktinya perluasan jangkauan musik punk yang sebelumnya hanya menjadi musik bawah tanah telah bisa diterima dipermukaan. Keragaman yang mereka tawarkan memberi semangat untuk melawan dan berbuat.

Green Day bukanlah dewa mereka layaknya mentor spritual yang mengajarkan cara hidup. Tanpa kompromi Green Day hadir menyuguhkan filosofi mereka dalam album ini. Cinta mereka bukanlah kisah cinderella namun kisah cinta biasa yang jujur, perjuangan mereka bukannya melodi musik klasik namun degupan drum dan distorsi gitar yang membakar, loyalitas mereka bukanlah pengabdian tidak bertuan namun rasa saling menghargai dan membutuhkan. Mereka hanya bertiga, mereka bernama Green Day, langkah kecilnya adalah Dookie dan dunia telah menapaki langkahnya sejak nada pertama album itu terdengar.

Tracklist:

1. “Burnout”       2:07
2. “Having a Blast”       2:44
3. “Chump”       2:54
4. “Longview”       3:59
5. “Welcome to Paradise”    3:44
6. “Pulling Teeth”       2:31
7. “Basket Case”       3:01
8. “She”       2:14
9. “Sassafras Roots”       2:37
10. “When I Come Around”       2:58
11. “Coming Clean”       1:34
12. “Emenius Sleepus” (lyrics written by Mike Dirnt)     1:43
13. “In the End”       1:46
14. “F.O.D.” (song ends at 2:50, followed by hidden track “All by Myself” performed by Tre Cool, which starts at 4:07)     5:46

(Abdyka Wirmon / CreativeDisc Contributor)

*Classic adalah section baru CreativeDisc.Com yang akan membahas album-album classic bertepatan dengan bulan rilis album tersebut.

Related posts

Leave a Reply