Trending News

Blog Post

Interview With Dave Koz
Artist Interviews

Interview With Dave Koz 

Dave Koz kembali hadir di Jakarta dalam rangka meramaikan 10th Year Edition Java Jazz Festival. Bersama beberapa media, Creative Disc berkesempatan untuk mewawancarai beliau. Dave menyapa ‘Selamat siang’ ketika memasuki interview room.

Berikut interview kami dengan beliau:

Q: Jadi, Anda sudah bertemu dengan Ruth Sahanaya?
A: Ya, Ruth (Uthe) adalah teman lama saya, kami sudah kenal lama sekali. Saya pernah bertemu dengannya di LA. Saya merekam lagunya yang berjudul ‘Keliru’, beberapa tahun lalu. Saya sangat suka lagu itu. *bersenandung bagian reff lagu Keliru* Saya tidak tahu liriknya dalam bahasa Indonesia, tetapi melodinya sangat indah. Sangat banyak lagu-lagu Indonesia yang indah dan musisi hebat di Indonesia yang mungkin menjadi salah satu alasan musisi Amerika ingin berkunjung dan share musik dengan mereka. Ruth sangat hebat, berbakat, dan cute. Mungil tetapi bakatnya sangat besar.

Q: Setelah pernah kolaborasi dengan Ada Band beberapa tahun lalu, apa ada rencana untuk kolaborasi lagi dengan musisi Indonesia?
A: Semua kolaborasi saya dengan musisi Indonesia sangat menakjubkan. Ada Band sangat menakjubkan dan lagunya pun populer. 2tahun lalu saya berkolaborasi dengan 57kustik musisi jalanan dari Bandung. Dewi Gontha mengirim email kepada saya menanyakan apakah saya bersedia kolaborasi dengan mereka. Saya pikir kenapa tidak? Saya melihat mereka online dan mereka cute, anak muda bermain biola, dan mereka musisi hebat. Kami tampil bersama beberapa kali dan sangat menyenangkan. Saat ini belum ada rencana untuk berkolaborasi tapi saya sangat ingin jika ada kesempatan.

Q: Apa pendapat Anda tentang musisi-musisi muda saat ini?
A: Menurut saya, ini saat yang menarik untuk musik. Seseorang yang tinggal di kota kecil di Indonesia pun dapat meng-upload video di Youtube dan bisa terkenal di seluruh dunia dan ditonton oleh jutaan orang. Sekarang tidak harus dikontrak oleh label besar, jika punya bakat. Youtube menjadi sarana untuk menemukan bakat-bakat baru. Tempat yang menarik untuk mencari musik-musik baru.

Q: Bisa ceritakan sedikit tentang kolaborasi unik Anda dengan Scott Bradlee?
A: Scott adalah musisi sekaligus Youtube Sensation, banyak yang menonton video-video musiknya. Dia memainkan dan memadukan musik lama dan baru, mulai dari Britney, Miley, atau Pink namun dengan sentuhan musik a la tahun 1920an atau 1930an. Seperti yang kita lihat di film Great Gatsby, begitulah warna musik band Scott yang bernama Postmodern Jukebox. Dia mengajak saya untuk berkolaborasi dan menurut saya ini ide bagus, fans Scott mungkin tidak mengenal saya. Tapi inilah inti dari kolaborasi. Mengantarkan musik saya pada audience muda, sangat unik dan menyenangkan.

Q: Penyanyi muda banyak bermunculan, namun bagaimana dengan saxophonist muda?
A: Saxophone sangat populer di Jepang, di kalangan remaja putri. Seperti Mindi, teman saya, dia mewakili wanita dan melambangkan power wanita dalam memainkan instrumen musik yang biasa dimainkan oleh musisi pria. Dia bisa sangat agresif dan strong memainkannya namun juga dengan sentuhan wanita dan kelembutan. Kombinasi yang amat menarik. Saya rasa dia bisa dijadikan panutan sebagai musisi wanita. Saya banyak belajar darinya dan tampil bersamanya. Saxophone adalah instrumen yang sangat powerful, ekspesif, emosional dan saya rasa tidak akan out of style.

Q: Bisa ceritakan sedikit tentang rencana tour? (cruise tour)
A: Ya, bulan September nanti akan tur dimulai dari Vancouver, Kanada hingga Alaska. Kapal pesiar akan dipenuhi oleh musisi-musisi Jazz dan pecinta musik Jazz. Tahun lalu ada 3000orang dalam cruise ini, di Eropa, dimulai dari Roma, menuju Sicily dan Yunani. Bersama Mindi dan musisi-musisi Jazz lainnya kami akan melakukan tur yang menyenangkan.

Q: Bersama dengan Mindi, Richard dan Gerald, Anda membentuk Summer Horns, apakah akan ada album kolaborasi?
A: Tadinya akan seperti album Dave Koz and Friends, namun ketika kami dipersatukan dalam sebuah studio, saya pikir kami merupakan satu kesatuan, satu unit, seperti band. Kami sangat nervous karena belum pernah bermain bersama sebelumnya. Tapi kami berhasil, musik kami sangat spesial. Summer Horns akan tetap seperti ini dan anggotanya empat orang ini. Kamipun pernah dinominasikan di Grammy namun belum menang. Saya pun beberapa kali masuk nominasi di Grammy, namun belum pernah menang.

Q: Selain sebagai musisi, Anda juga berprofesi sebagai presenter TV dan penyiar radio? Mana yang paling Anda sukai?
A: Tentu saja sebagai musisi, musik adalah yang utama dalam hidup saya. Saya juga menikmati pekerjaan saya sebagai penyiar radio dan tampil di tv. Namun bermain saxophone ada di urutan teratas. Musim panas ini kami akan membuka restoran di Beverly Hills bernama Spaghettini & the Dave Koz Lounge, dengan masakan khas California Italian. 5hari dalam seminggu akan ada hiburan musik pada malam harinya.

Q: Bagaimana pendapat Anda mengenai perkembangan industri musik saat ini?
A: Sangat berubah sejak saya dikontrak label di akhir tahun 1980an. Sekarang sangat berbeda, bahkan tidak perlu dikontrak label besar karena penjualan record sangat menurun namun kecintaan terhadap musik meningkat. Kita mengalami masa transisi dalam industri musik. Industri musik harus bangkit lagi karena musisi harus mendapat reward atas hasil karya mereka. Karena kami hidup dari musik. Musik adalah bagian penting dalam hidup kita. Coba saja bayangkan hidup Anda tanpa musik? Hidup Anda akan terasa hampa.

Q: Apakah musik Anda pernah merubah hidup seseorang?
A: Ada beberapa yang mengirim email atau menulis di website saya atau di Twitter, orang-orang yang merasakan dampak mendalam dari musik saya. Saya rasa inilah alasan dan tujuan seniman. Kami merekam musik kami, dan kami sebarkan pada dunia, tanpa tahu akan memberikan dampak terhadap orang lain atau memberikan kesan mendalam bagi mereka, itu membuat saya sangat senang. Banyak yang menyukai musik saya, namun komentar favorit saya salah satunya adalah ada yang pernah mengatakan pada saya bahwa musik saya adalah satu-satunya yang dia dengarkan saat membersihkan rumah.

Dave Koz pun mengucapkan ‘Terima Kasih’ di akhir wawancara kami.

Interview by Ivy Agrina
Special Thanks to Universal Music Indonesia & Java Jazz Festival

Related posts

Leave a Reply