Trending News

Blog Post

Album of the Day: Lana Del Rey – Ultraviolence
Album of The Day

Album of the Day: Lana Del Rey – Ultraviolence 

Released by: Universal Music Indonesia

Album ketiga dari ratu slowpop Lana Del Rey telah dirilis untuk melanjutkan “Born to Die” dan dikerjakan bersama Dan Auerbach vokalis dan gitaris The Black Keys yang sebelumnya telah memproduseri banyak album blues rock dan americana, selain itu Lana juga dibantu oleh Paul Epworth, Greg Kurstin dan Rick Nowels dalam pengerjaan album “Ultraviolence”.

Jika pada album kedua Lana melakukan manuver trip-hop dan baroque pop pada albumnya maka pada album ketiga Lana pun melakukan manuver blues dan dream pop yang berbeda dari album sebelumnya.

“Cruel World” menjadi pembuka album yang begitu lambat dengan iringan musik slowcore, baroque pop dan iringan orkestra yang terdengar begitu Americana. “Ultraviolence” merupakan track bertema S&M yang diselimuti oleh musik yang pelan dengan suara Lana yang begitu spooky namun tetap sexy. “Shades of Cool” bermain-main dengan vokal Lana yang memasuki ranah dream pop, musik ala James Bond di bagian awal dan unsur blues rock di bagian bridge lagu.

Dengan bantuan unsur indie pop, surf pop, blues dan buaian psychedelic yang santai “Brooklyn Baby” pun dimainkan. “West Coast” menjadi pembeda di album Lana Del Rey sebelumnya, suara Lana yang husky dengan tatanan musik indie rock dipasang di awal lagu, namun ketika lagu menyentuh chorus unsur blues dengan bantuan surf rock yang extra pelan membuat suasana lagu ini begitu unik. Pada “Sad Girl”, Lana pun menggabungkan suasana jazz, vokal chamber pop dan suasana yang begitu sinematik.

Pada lagu sakit hati “Pretty When You Cry”, vokal Lana pun seolah merintih menangisi cintanya yang punah dengan balutan gitar hard rock yang dikemas dengan fuzz blues. Dengan raungan musik yang trippy dan vokal Lana yang shoegazing juga permainan noise gitar muncullah track “Money Power Glory”. Kualitas Lana pun turun pada saat lagu “Fucked My Way Up To The Top”dimana lagu ini adalah lagu pop namun dibuat slow dan tidak mengeksplor vokal Lana. Dengan bantuan orkestra yang minimalis “Old Money” pun dimainkan. Musik mellow pop ala 60an dan suasana yang sedikit jazzy mejadi andalan di “The Other Woman”.

Berbeda dengan album “Born to Die” yang genrenya cukup campur aduk dalam album terbarunya Lana Del Rey mencoba fokus untuk turun ke jalan dan menjadi bluesy. Ini terbukti dari konten album yang hampir semuanya mempunyai benang merah blues dan surf rock sehingga album ini jauh lebih pas dengan image Lana yang husky, haunty tapi sexy. Campur tangan Dan Auerbach yang menjadi produser utama album ini juga menjadi salah satu faktor perubahan musik Lana Del Rey di album kedua sendiri. Di album kedua ini Lana berani memainkan musik yang dia belum jamah sebelumnya namun sayangnya di akhir album kesan repetitif muncul sehingga beberapa track seolah seperti pengulangan dari track sebelumnya.

Secara keseluruhan, album baru Lana adalah sebuah perubahan yang sangat signifikan dari “Born To Die” ke “Ultraviolence”. Pada “Born To Die”, Lana masih ternodai oleh pop bahkan hip hop yang cukup melenceng dari pakem image yang dia munculkan namun pada “Ultraviolence” kesan dark dan gloomy yang selalu dibawa Lana dia munculkan dan berhasil dibawakan dengan baik walaupun tidak sepenuhnya berhasil dan cenderung repetitif.

Official Website

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

(Luhfi / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Cruel World” 6:39
2. “Ultraviolence” 4:11
3. “Shades of Cool” 5:42
4. “Brooklyn Baby” 5:51
5. “West Coast” 4:16
6. “Sad Girl” 5:17
7. “Pretty When You Cry” 3:54
8. “Money Power Glory” 4:30
9. “Fucked My Way Up to the Top” 3:32
10. “Old Money” 4:31
11. “The Other Woman” 3:01

Related posts

Leave a Reply