Trending News

Blog Post

Top 10 Music Video: Muse
Top 10 Lists

Top 10 Music Video: Muse 

Tidak terasa sudah 16 tahun semenjak pertama kali Muse merilis album, tepatnya album debut merek, “Showbiz” di tahun 1999. Semenjak itu mereka sudah merilis 6 album studio lain, termasuk yang paling baru, “Dromes”, dua album live, satu album kompilasi, tiga EP, 31 single dan 40 video musik.

Wah, 40. Tentu saja mereka sudah mengerjakan video musik sebanyak itu. Dan tentu saja memilh 10 terbaik dari 40 tersebut pastinya akan cukup sulit mengingat setiap video yang dikerjakan oleh Muse biasanya selalu memerhatikan aspek estetika visual tertentu, entah nyeni, teatrikal atau dramatis. Yang pasti sebagian besar dari mereka adalah video yang sangat berkesan.

Memadatkan 40 video menjadi 10 memerlukan ketelitian sendiri dan tentunya subjektifitas, karena apa yang dipandang bagus oleh CreativeDisc belum tentu berlaku sama dengan orang lain. Meski demikian, terlepas dari pro atau kontra, berikut 10 video musik terbaik Muse versi CreativeDisc.com:


10. Unintended (Alb. Showbizz, 1999)


Mungkin ‘Unitended’ adalah single yang menjadi gong untuk kepopuleran Muse. Di awal 2000-an single ini begitu populer sehingga nama Muse pun dilirik oleh orang banyak. Padahal ini merupakan single kelima untuk album debut mereka, “Showbizz”. Konsep videonya sederhana saja, namun cukup istimewa, karena menampilkan efek slit-scan yang membaurkan model-model yang berperan sebagai pasangan kekasih dalam videonya, sementara Muse duduk dan mencermati. Meski sederhana, tapi video ‘Unitended’ terasa pas dengan ritme lagunya yang melankolis dan sedikit berlarat, sehingga tidak mengherankan jika video ‘Unintended’ sulit dilupakan selepas menyaksikannya. Video disutradarai oleh Howard Greenhalgh.

Buy on iTunes.


09. Dead Inside (Alb. Drones, 2015)


‘Dead Inside’ diset sebagai single andalan Muse untuk album terbaru mereka, “Drones”. Sebagai andalan, tentunya konsep videonya juga harus istimewa. Disutradarai oleh Robert Hales, video memakai konsep dystopia, meski berseting tertutup dan terbatas. Kesan dystopia didapat dari atribut serta pakaian yang digunakan Muse maupun modelnya, sepasang penari yang menari sepanjang videonya di tengah latar yang berdebu. Saat mereka menari, debu pun beterbangan dan melingkupi videonya. Kesan gelap dan pucat sekaligus menjadi andalan videonya, sesuai dengan aspek tematis lagu ‘Dead Inside’ ini.

Buy on iTunes.


08. Invincible (Alb. Black Holes and Revelations, 2006)


Durasi video untuk single ‘Invincible’ lebih pendek dari durasi lagu yang terdapat dalam albumnya, namun lebih panjang dari versi radio edit. Disutradarai oleh Jonnie Rose, video difilmkan di Dublin sebelum Muse tampil di sebuah konser. Videonya menampilkan Muse bermain dalam sebuah taman bermain yang melintasi sejarah dunia, termasuk jaman pra-sejarah yang menampilkan dinosaurus, Mesir kuno, Roma dan juga Perang Dunia II. Semakin meriah dengan hadirnya mahluk luar angkasa lengkap dengan UFO-nya yang menyerang bumi di klimaks videe. Unik dan berbau fantasi, sehingga tidak heran video ‘Invincible’ menjadi berkesan.

Buy on iTunes.


07. Undisclosed Desires (Alb. The Resistance, 2009)


Disutradarai oleh duo asal Perancis, Jonas & François, video menampilkan Muse dalam sebuah ruangan yang tak biasa dengan kawat yang berseliweran memenuhi ruangannya. Di ruangan ini tiap personel Muse melakukan tugasnya di luar kebiasaan. Terdapat juga seorang penari yang memakai busana extravaganza berwarna cerah. Di dinding juga terdapat banyak monitor yang menampilkan lirik lagunya, meski tidak sinkron dengan nyanyian, kecuali pada saat Matt menyanyikan chorusnya. Kesan aneh namun juga indah menjadi kekuatan videonya.

Buy on iTunes.


06. Supermassive Black Hole (Alb. Black Holes and Revelations, 2006)


Sutradara terkenal, Floria Sigismondi, bertugas sebagai penggarap video untuk ‘Supermassive Black Hole’. Dalam videonya Muse diperlihatkan tampil di sebuah toko furnitur kecil dengan memakai topeng. Diintercut dengan gambaran penari dalam pakaian ala Zentai yang kemudian akan terbuka dan menampilkan sosok yang berada di dalamnya. Menurut Sigismondi, videonya adalah gambaran mimpi yang kerap dialaminya, yaitu penari yang memakai topeng yang menampilkan wajah mereka sendiri atau cermin. Terdapat juga gambaran lingkaran hitam sebagai perwakilan dari konsep Supermassive Black Hole.

Buy on iTunes.


05. Hysteria (Alb. Absolution, 2003)


Aktor Justin Theroux didapuk sebagai bintang untuk video ‘Hsyteria’ yang merupakan single untuk album ketiga mereka, “Absolution”. Video ini mengambil konsep berdasarkan adegan mengacak-acak hotel di film “Pink Floyd The Wall” sehingga alur narasinya mengingatkan akan sebuah film pendek. Video berkisah tentang seorang pria yang terbangun di sebuah kamar hotel, dan melalui alur yang secara kronologis non-linear, kita akan mengikuti sang pria. Videonya memang memiliki aspek tematis yang ambigu dan mengundang interprestasi yang berbeda. Sinematis dan mengundang pemikiran mendalam, tidak heran jika ‘Hysteria’ yang disutradarai oleh Matt Kirby tampil sebagai salah satu video terbaik Muse. Hadir pula versi alternatif untuk perilisan Amerika dan juga versi Director’s cut.
Buy on iTunes.


04. Madness (Alb. The 2nd Law, 2012)


Videonya merupakan kolaborasi kedua antara Muse dengan sutradara Anthony Mandler setelah ‘Neutron Star Collision (Love Is Forever)’. Difilmkan di Los Angeles, video dibintangi oleh dua model, Erin Wasson dan Max Silberman. Video akan memperlihatkan dua model ini dalam sebuah narasi yang berbau thriller dan diintercut dengan adegan Muse memainkan lagunya. Videonya memainkan konsep paralelisme antara pelepasan emosi antara adegan yang diperankan oleh para model dengan lirik yang dinyanyikan Muse dalam penampilannya. Video seolah mengindikasikan jika pertukaran emosi antara dua individu atau lebih sifatnya repetitif.

Buy on iTunes.


03. Time Is Running Out (Alb. Absolution, 2003)


Sutradara kenamaan asal Australia yang juga biasa menggarap layar lebar, John Hillcoat, bertugas sebagai sutradara untuk ‘Time Is Running Out’. Videonya menggambarkan sejumlah petugas militer duduk di meja bundar dan bergerak mengikuti beat dari lagunya yang dimainkan Muse di atas meja bundar tadi. Pada akhirnya para petugas militer tadi naik ke atas meja dan mulai menari dengan meriah bahkan cenderung gila-gilaan mengikuti irama lagunya. Konsep video ini secara parsial mengambil ide dari film klasik “Dr. Strangelove or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb.”

Buy on iTunes.


02. Starlight (Alb. Black Holes and Revelations, 2006)


‘Starlight’ mungkin merupakan salah satu lagu terbaik dari Muse, sehingga tidak heran jika konsep videonya juga istimewa. Paul Minor, sutradara untuk videonya, menampilkan Muse tampil di sebuah kapal bernama MS Ocean Chie. Sebuah kapal barang yang terlihat besar dan sedikit mengancam. Muse diperlihatkan juga menghidupkan flares sebagai upaya mereka meminta penyelamatan, meski pada akhirnya mereka gagal dan tetap “terdampar” di kapal tersebut. Sebuah konsep yang berhubungan erat dengan lirik videonya yang menyebutkan tentang kapal dan rasa ditelantarkan.
Buy on iTunes.


01. Sing for Absolution (Alb. Absolution, 2003)


Tim efek khusus asal Inggris, Ark VFX, bertugas sebagai pembuat video untuk ‘Sing for Absolution’. Tidak heran jika videonya dipenuhi dengan efek khusus yang mengagumkan. Dan entah mengapa lagunya yang moody menjadi pas saat digambarkan dengan adegan berbau sci-fi videonya. Dikisahkan Muse sebagai tim astronot yang menjelajah luar angkasa. Bahkan narasi videonya pun kaya dengan nuansa fiksi limiah yang futuristik tadi, meski juga bertugas memberi komentar akan aspek sosial politis yang tengah terjadi. Perpaduan antara lirik yang kuat, melodi yang menghanyutkan serta visual video yang kaya, tidak heran jika ‘Sing for Absolution’ kami dapuk sebagai video terbaik Muse sampai sejauh ini.
Buy on iTunes.


Demikianlah 10 video terbaik Muse versi CreativeDisc. Apa yang menjadi favoritmu?

Haris
CreativeDisc Contributor
@oldeuboi

Related posts

Leave a Reply