Trending News

Blog Post

Exclusive Interview With Gin Wigmore
Artist Interviews

Exclusive Interview With Gin Wigmore 

CreativeDisc kali ini mendapatkan kesempatan dari Universal Music Indonesia, untuk interview dengan Gin Wigmore, musisi asal Selandia Baru, yang terlah merilis 3 album, yaitu “Holy Smoke”, “Gravel & Wine”, dan yang terbaru “Blood to Bone”. Vokal Gin Wigmore sedikit mengingatkan dengan vokal almarhum Amy Winehouse. Genre musik yang diusung oleh Gin Wigmore pun cukup beragam, mulai campuran folk rock, pop rock, soul, blues dan masih banyak lagi. Yuk langsung simak aja, interview kita berikut ini:

CD: Beberapa lagu menjadi theme song acara TV seperti Grey’s Anatomy dan Pretty Little Liars. Bagaimana menurutmu?
GW: Mendengar laguku di film dan TV terasa fantastis. Aku senang itu merupakan platform lain agar musikku bisa didengarkan di seluruh dunia. Aku senang menjadi bagian ini semua.

CD: Membawa musik ke Amerika Serikat itu sulit, tapi kau bisa membawa musikmu kesana?
GW: Aku senang musikku bisa berada di sekeliling orang di Amerika Serikat. Itu memang hal yang sulit, tapi hal terbaik tentang Amerika adalah orang-orangnya sangat mencintai dan menghargai live music. Peminatnya besar sekali. Tapi itu tempat yang menyenangkan untuk bermain musik dan orang-orang menyukainya. Orang Amerika bisa menonton tiga sampai empat pertunjukan musik seminggu. Jadi ini semua tentang kecintaan orang akan live music.

CD: Bagaimana kau menggambarkan musikmu?
GW: Musikku bervariasi. Aku gampang bosan, jadi aku membuatnya bervariasi, karna aku tidak suka hanya bermain satu genre yang spesifik. Aku suka memasukkan unsur Hip Hop, Rock n Roll, Blues, Soul, Pop. Aku suka lagu-lagu yang asyik dinyanyikan, yang menarik di dengarkan. Contohnya lagu-lagu The Beatles. Lagu mereka sangat ngepop dan kau bisa mendengarkannya berulang kali. Aku suka itu. Tapi ya, lagu-lagu mereka bervariasi, dan mereka punya identitas yang khas.

CD: Jadi kamu mendapatkan inspirasi musik dari musik-musik lama, seperti musik tahun 60-an?
GW: Ya, aku dapat banyak sekali inspirasi dari musik lama, kurasa karena sekarang, orang-orang mencoba jadi segalanya. Mereka mencoba jadi keren, terlalu melibatkan ego. Jaman dulu, kau punya mikrofon, kau punya alat musik, kau punya kabel, itu cukup. Itu artinya lagunya harus bagus, jadi itu juga yang coba kulakukan dengan musikku.

CD: Sudah banyak musisi-musisi Selandia Baru yang masuk ke dalam industri musik dunia. Apa yang membedakanmu dari artis lainnya, seperti Lorde dan Kimbra?
GW: Kami bertiga seniman yang sangat berbeda. Kurasa kesamaan kami hanyalah karna kami sama-sama dari Selandia Baru. Musik Lorde sangat berbeda dengan musikku, begitu juga dengan Kimbra.

CD: Apa yang menjadi inspirasi dalam pembuatan albummu?
GW: Kurasa aku punya banyak hal yang ingin aku katakan. Itulah kenapa aku ingin membuat album lagi. Dua tahun terakhir dalam hidupku terjadi banyak sekali perubahan secara pribadi, seperti pindah ke Amerika pertama kalinya. Aku merasa semua pengalaman itu menjadi hal yang penting yang ingin aku tulis. Jadi saat aku menulis, aku seperti punya koleksi cerita yang akan aku rekam dan jadikan album. Jadi aku merasa beruntung bisa menceritakan semua pengalamanku dalam album ini.

Beli album “Blood To Bone” di iTunes:

CD: Apakah penting untuk terus berubah dalam hidup, untuk selalu punya hal baru untuk dihadapi?
GW: Aku tidak tahu jika kita harus terus berubah, tapi kita harus terbuka untuk segala hal yang ada. Jika ada yang bilang padaku “Gin, kau harus pindah ke Afrika Selatan besok karena disana luar biasa” dan memang aku mau melakukannya, aku akan segera berada diatas pesawat menuju Afrika Selatan. Jadi jika ada hal yang baru dan aku merasa itu adalah keputusan yang tepat untukku, aku akan melakukannya. Aku tidak memikirkan bahwa aku harus pergi dan berapa kali aku harus berpindah. Jadi sekarang aku di Los Angeles. Dan dalam enam jam, 24 jam atau dua minggu, mungkin aku tidak disini lagi. Aku terbuka untuk segala hal yang ada dalam hidup ini.

CD: Menurutmu itu juga mempengaruhi musikmu, bahwa kau terbuka untuk genre apapun?
GW: Ya, dalam hidup, kau harus terbuka terhadap apapun, jadi kau bisa berbicara dengan jujur tentang pengalaman-pengalaman itu karena itulah yang aku lakukan, menulis tentang cinta, hubungan, orang, segalanya. Jadi ya, kau harus cukup terbuka untuk menulis semua itu.

CD: Kau juga punya gaya yang beda, aku suka gayamu. Bagaimana musik memengaruhi gayamu?
GW: Aku melakukan hal yang aku suka dan aku mau, dan itu sepertinya memengaruhi caraku berpakaian. Saat aku ingin pakai celana pendek, aku akan memakainya meskipun udara dingin. Aku tidak membatasi apa yang bisa dan tidak bisa aku pakai. Kurasa hidup dengan mindset itu akan memengaruhimu bagaimana bertindak sebagai individual, dan bagaimana caramu berpakaian, atau orang-orang yang bergaul denganmu, hal-hal semacam itu. Jadi ya, itu adalah gaya hidup, pilihan hidup.

CD: Adakah lima hal tentangmu yang tak diketahui orang lain?
GW: Aku suka anjing besar. Aku suka bikin tato secara spontan, bahkan yang tak berarti apapun. Aku tidak begitu suka mandi dengan shower, aku lebih suka berendam. Aku tidak akan pernah melakukan skydive karena aku takut ketinggian.

CD: Ada pesan untuk fansmu di Indonesia?
GW: Dengarkan Blood to Bone! Dan jika aku datang ke Indonesia, ayo nonton showku. Aku sangat ingin ke Indonesia dan konser, itu pasti akan jadi pengalaman yang menyenangkan. Terima kasih!

Facebook Gin Wigmore
Official Website Gin Wigmore
Twitter @GinWigmore

Simak interviewnya disini:

Special Thanks to Universal Music Indonesia
Mixing by @cung2
Teks by @sheylamcf
Video by @dita_annissa

Related posts

Leave a Reply