Trending News

Blog Post

Highlight Headliner Apple Music Festival 2015
Concerts Review

Highlight Headliner Apple Music Festival 2015 

Dengan berakhirnya bulan September, maka usai sudahlah pagelaran Apple Music Festival untuk tahun 2015 ini. Dimulai pada Jumat, tanggal 19 September dan berakhir pada Senin, 28 September 2015. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang berlangsung selama sebulan, maka kali ini festival berjalan selama 10 malam saja, namun secara berturut.

Ada 10 musisi kenamaan yang menjadi headliner Apple Music Festival 2015. Dan mereka sukses dalam memuaskan dahaga para penggemar maupun penikmat musik secara umum dengan pertunjukan mereka. Memang, acara yang berlangsung di Roundhouse, London, ini hanya terbatas pada penonton yang berasal dari Inggris dan sekitarnya. Namun, jangan kuatir, buat yang tidak bisa menyaksikannya, akan kita ulik setiap penampilan mereka, untuk memberikan gambaran betapa serunya Apple Music Festival 2015. Here they go!

19 Sep: Ellie Goulding

EllieGoulding-AW-0351-1691280_1048576

Ellie Goulding menjadi pembuka festival dengan menjadi penampil di hari pertama. Ia tidak sendiri, karena ada Andra Day yang menemaninya. Goulding membawakan barisan lagu hitsnya, baik solo maupun kolaboratif, untuk memuaskan penggemar. Tapi mungkin highlightnya adalah saat membawakan hits terbarunya, ‘On My Mind’, yang datang dari album barunya, “Delirium”, yang akan dirilis pada tanggal 6 November. Goulding juga tak melewatkan kesempatan menyanyikan kolaborasinya dengan Major Lazer dalam ‘Powerful’ yang dimeriahkan dengan permainan lampu yang menawan. Goulding menutup pertunjukannya dengan membawakan lagu superhit, ‘Love Me Like You Do’. Penampilannya ini sukses membuka Apple Music Festival 2015 dengan meriah.


20 Sep: Take That + Charlie Puth

Take That

Boyband legendaris tetap berkibar meski kini hanya beranggotakan 3 orang saja, Gary Barlow, Mark Owen dan Howard Donald. Para penggemar sudah memadati venue acara bahkan jauh sebelum acara dimulai. Charlie Puth hadir sebagai pembuka dan berhasil memanaskan suasana. Ini merupakan kali kedua tampil di Inggris bagi pendatang baru yang tengah naik daun ini. Ia tidak hanya membawakan hits-nya seperti ‘Marvin Gaye’ dan (tentu saja) ‘See You Again’, namun juga hits milik Calvin Harris, ‘How Deep Is Your Love’.

Sedang Take That, yang mengaku ini kali pertama manggung di Roundhouse, memberikan penampilan yang tak kalah memukau. ‘Shine’ membuka penampilan mereka, yang kemudian berlanjut dengan barisan hits seperti ‘Back For Good’, ‘Pray’ atau ‘Relight My Fire’. Ada sekitar 14 lagu yang mereka bawakan, meski highlight-nya adalah saat membawakan lagu ‘Patience’, yang dibuka dengan monolog Barlow yang menyebutkan jika lagu ini yang menyatukan Take That kembali dan juga ‘These Days’, dimana mereka masih melincah menari di usia yang sudah tak lagi muda. Salut!


21 Sep: Carrie Underwood

CarrieUnderwood-AW-0526-1691280_1048576

Senin menjadi lebih meriah dengan hadirnya Carrie Underwood di panggung Roundhouse. Busana serba hitam membuat ia terlihat menonjol di panggung yang hadir dengan tata lampu yang meriah. Namun, sebelum penonton bisa menyaksikan Underwood, sebelumnya hadir The Shires dan Cam. Saat gilirannya tampil tiba, Underwood segera membawakan barisan hitsnya, seperti ‘Something In The Water’ atau ‘Two Black Cadillacs’. Tapi Underwood tidak hanya ingin membawakan lagu country saja, karena ia membawakan ‘See You Again’ milik Charlie Puth, bahkan menunjukkan kebolehannya nge-rap. Kesempatan ini juga dimanfaatkan Underwood untuk mempromosikan album barunya, “Storyteller”, dengan membawakan single terbarunya untuk album tersebut, ‘Smoke Break’. Underwood sendiri merasa senang bisa tampil di panggung Apple Music Festival yang dianggapnya sebagai pengalaman yang unik dan tidak sabar ingin kembali tahun depan.


22 Sep: One Direction + Little Mix

OneDirection-DN-0255-Twitter_1048576
Dua kumpulan bentukan Simon Cowell dan jebolan The X Factor, One Direction dan Little Mix hadir di hari Selasa. Sekitar 1.700 fans sudah memenuhi venue yang antusias menyaksikan idola mereka. Sebelumnya Little Mix membuka acara dengan penampilan mereka yang atraktif. Memadukan kelincahan dan juga vokal, mereka tampil memukau membawakan beberapa lagu, diantaranya diambil dari album terbaru mereka, seperti ‘Grown’ yang ditulis juga oleh Jess Glynne atau ‘Black Magic’. Tentunya mereka juga membawakan hits lama mereka dalam pertunjukan yang meski singkat namun memukau.

Sedang bagi One Direction ini merupakan pemanasan sebelum melakukan tur “On the Road Again” dan kemudian hiatus untuk sementara. Mengingat mereka akan segera merilis album baru, maka dalam pertunjukan mereka ini dihadirkanlah lagu ‘Drag Me Down’ selain barisan hits seperti ‘Little Things’, ‘Night Changes’ atau ‘What Makes You Beautiful’. Total ada sekitar 15 lagu yang mereka bawakan di atas panggung yang cenderung sederhana. Uniknya mereka mengaku merasa gugup untuk tampil di venue yang relatif lebih kecil ini dengan penonton yang tak begitu banyak pula, karena pertunjukkan terasa lebih intim. Tapi ini membuat pertunjukkan mereka menjadi lebih jujur dan personal, yang tentunya memuaskan para fans.


23 Sep: The Weeknd

TheWeeknd-DN-0051-Twitter_1048576

Setelah dibuka oleh Grace Mitchell dan Justine Skye, The Weeknd pun hadir di atas panggung Roundhouse. Sebagain besar lagu yang dibawakannya berasal dari album barunya, “Beauty Behind The Madness”, termasuk track pembuka pertunjukkan, ‘Prisoner’. Lana Del Rey, rekan duetnya absen, sehingga The Weeknd membawakan lagunya secara solo. Sebuah pertunjukkan yang enerjetik bisa diharapkan dari The Weeknd dan ia memberikan itu kepada para penonton. Termasuk saat membawakan hits raksasanya, ‘Can’t Feel My Face’. Tapi ia tidak melulu membawakan lagunya sendiri, karena dengan percaya diri menyanyikan ‘Drunk In Love’ milik Beyonce. Setelah mengakhiri pertunjukkan dengan ‘The Hills’, ia menghadirkan encore dua lagu, yaitu ‘High For This’ dan ‘Wicked Games’.


24 Sep: The Chemical Brothers

ChemicalBrothers-DN-0693-169490_1048576

Setelah dibuka dengan pertunjukkan dari musisi electronica asal Skotlandia, Hudson Mohawke, yang membawakan sekitar 8 lagu, maka musisi pengusung electronic dance senior, The Chemical Brothers, hadir dengan membuka pertunjukan mereka lewat hits klasik ‘Hey Boy, Hey Girl’ yang tentunya disambut dengan meriah. The Chemical Brothers menunjukkan mengapa mereka tetap berada di garda terdepan dalam skena “EDM” dengan menghadirkan pertunjukkan yang memukau. Tidak ada gimmick yang berlebihan. Paling hanya permainan lampu yang sangat cantik dan atraktif, menghiasi panggung dengan indahnya. Tapi sajian utama tentu saja bagaimana mereka mengajak para penonton untuk larut dalam barisan hits seperti ‘Star Guitar’ dan ‘Setting Sun’. Setlist mereka mayoritas memang datang dari album terbaru, “Born in the Echoes”, seperti ‘Sometimes I Feel So Deserted’ atau ‘Go’, tapi tak menyurutkan enerji penonton dalam menyaksikan pertunjukkan mereka yang penuh warna. Menyaksikan pertunjukkan The Chemical Brothers adalah sebuah pengalaman yang sulit untuk dilupakan dan malam itu bukan pengecualian.


25 Sep: Disclosure

Disclosure-DN-0314-169490_1048576

Pertunjukkan Disclosure di Apple Music Festival 2015 tampil layaknya sebuah DJ set ketimbang konser konvensional, dimana mereka menghabiskan sebagian besar waktu berada di belakang instrumen dan di balik bayang-bayang permainan tata lampu panggung yang meriah, cantik dan futuristik. Tapi bukan berarti tidak kalah menawan. Barisan hits, terutama dari album baru mereka, “Caracal” dihadirkan kepada para penonton. Tapi bukan berarti hits lama mereka dianaktirikan. terbukti ‘White Noise’ dihadirkan sebagai pembuka. Beberapa bintang tamu memang absen, seperti Sam Smith yang membantu Disclosure dalam ‘Omen’ dan ‘Latch’, namun dihadirkan dalam bentuk proyeksi gambar di atas barisan penonton. Syukurnya, dua artis pembuka, LION BABE dan Nao, juga merupakan kolaborator Disclosure, sehingga bisa langsung hadir untuk membawakan track ‘Hourglass’ dan ‘Superego’, selain Kwabs (‘Willing & Able’0 dan Brendan Reilly (‘Moving Mountains’). Dengan gemilang, pertunjukkan Disclosure sukses merubah Roundhouse menjadi sebuah klub dan membuat yang hadir berdansa dengan penuh semangat.


26 Sep: Pharrell Williams

PharrellWilliams-DN-0170-169490_1048576

Setelah dibuka oleh Leon Bridges, Pharrell Williams pun segera hadir menghibur para penonton yang sudah memenuhi arena Roundhouse. Dan Williams tampaknya tak pelit dalam menghamburkan lagu yang dinyanyikannya. Ada sekitar 18 lagu yang dibawakannya saat itu, termasuk ‘Get Lucky’, ‘It Girl’ atau ‘Come And Get It Bae’. Tidak hanya itu, ia juga membawakan hits N*E*R*D dan beberapa cover version milik artis lain, seperti ‘Hollaback Girl’ milik Gwen Stefani. ‘Happy’? Tentu saja juga ia bawakan sebagai salah satu encore pertunjukkanya malam itu.


27 Sep: Mumford & Sons

MumfordandSons-DN-0523_426563

Jack Garratt membuka pertunjukan untuk Mumford & Sons. Dan setelah penonton sudah merasa cukup antusias, maka hadirlah band rock-folk asal Inggris ini di atas panggung. Mereka segera menghajar pendengaran dengan lagu ‘Snake Eyes’ yang terdapat dalam album baru, “Wilder Mind”. Tapi antuasias penonton tampaknya baru terlihat saat band ini memainkan lagu-lagu dari album lama mereka, seperti ‘I Will Wait’, yang membuat penonton bernyanyi dan bertepuk tangan mengikuti lagunya. Sang vokalis juga sempat memamerkan kemampuan bermain drum saat menyanyikan lagu ‘Lover of the Light’, yang sayangnya membuat vokalnya menjadi keteteran. Sebuah cover version pun dihadirkan, yaitu lagu milik Eurythmics, ‘Sweet Dreams (Are Made of This)’, yang dinyanyikan secara duet bersama Garratt. Sebagai band yang memulai konsep rock, masih ada perlu beberapa catatan untuk penampilan Mumford & Sons, karena penampilan mereka sepertinya masih belum memiliki enerji dan emosi yang intens dalam memenuhi arena, seperti yang ditunjukkan oleh Coldplay, Muse atau The Killers misalnya.


28 Sep: Florence + The Machine

Florence+TheMachine-DN-0317-1691280_1048576

Akhirnya kita tiba di hari terakhir Apple Music Festival 2015 yang ditutup dengan pertunjukkan Florence Welch bersama Florence + The Machine-nya. Hadir tanpa bintang pembuka (sedianya hadir James Bay, namun harus membatalkan karena terserang demam), ia dengan hangat menyapa penonton yang memenuhi Roundhouse. Seperti biasa Florence + The Machine menghadirkan pertunjukkan yang komunikatif, sehingga penonton merasa terhibur, tidak hanya dengan barisan hits seperti ‘Dog Days Are Over’ maupun lagu-lagu baru mereka, seperti ‘What Kind of Man’. Welch menyempatkan pula untuk menyanyikan lagu ulang tahun untuk ayahandanya sebelum menghadirkan sebuah lagu dari album debut, “Lungs”, yang didedikasikan untuk sang ayah. Dan pertunjukkan menawan Florence + The Machine pun sukses menutup Apple Music Festival untuk tahun ini.


Haris
CreativeDisc Contributor
@oldeuboi

Related posts

Leave a Reply