Trending News

Blog Post

Broods Special Interview: Musik Penuh Emosional, Troye Sivan, Rindu Rumah Dan Kekuatan Persaudaraan
Artist Interviews

Broods Special Interview: Musik Penuh Emosional, Troye Sivan, Rindu Rumah Dan Kekuatan Persaudaraan 

Georgia dan Caleb Nott, dua kakak beradik Broods yang baru saja menggelar showcase di Jakarta akhir pekan lalu berhasil kita interview dan membocorkan rahasia kesolidan mereka sebagai electropop duo yang cukup menjanjikan saat ini di skena musik internasional dan festival musik dunia. Penasaran dengan apa isi pembicaraan kami, langsung simak keseruannya.

Hi, Georgia dan Caleb! Bisa diceritakan tentang bagaimana Broods terbentuk waktu itu?
G: Waktu itu saya masih dibangku SMA, kemudian manager kami yang sekarang mulai melakukan pendekatan saat menemukan kami dalam sebuah acara kompetisi musik bernama “Rockquest”, yeah dan setelah aku lulus sekolah mulailah kami menulis lagu dan saat itulah Broods lahir. Lagu pertama yang kami tulis adalah “Pretty Thing”.

Deskripsikan sekilas tentang musik Broods dong?
B: Emosional electro pop. Kami selalu menyematkan emosi ditiap musik yang kami buat, sebenarnya kami juga tidak bisa menspesifikkan musik kami namun dengan sentuhan synth dan beat berlayer ini yang kan semakin menambah energy dan lebih emosional didalamnya.

Broods Interview 02
Dalam membuat musik Broods, kalian punya jobdesc sendiri-sendiri kah?
B: Well, kita tidak pernah memberikan batasan keterlibatan kami di musik Broods, yang jelas apapun yang ingin kamu tumpahkan dalam music broods adalah sebuah kombinasi yang alami. Sejak kecil kami sudah terbiasa dengan music, bermain instrument dan membuat lirik. Tapi yang jelas, Caleb terobsesi dengan pembuatan beat dan aku terobsesi dengan merangkai kata dalam lagu Broods.

Berbicara tentang album kalian “Evergreen” ada kisah terdalamkah yang terdapat didalam proses pembuatannya? Dan lagu apa yang memiliki kisah paling dalam di album ini?
Album Evergreen ini semacam refleksi tentang siapa sebenarnya Broods, sangat dekat dan personal. Semua yang kami alami dan rasakan. Lagu yang paling sedih,dalam dan kelam di album ini adalah Medicine, bercerita tentang bagaimana kamu harus berjuang mengontrol pikiranmu sendiri disaat semua keadaan tidak berpihak padamu. Sangat menyedihkan bukan?

Waktu tercepat Broods membuat sebuah lagu ?
C: Kalau kita sedang dalam mood yang baik, satu lagu bisa kita selesaikan dalam waktu beberapa jam saja. Tergantung produktifitas kami tiap harinya.

Ceritain dong kolaborasi kalian di single “Ease” ft Troye Sivan, bagaimana akhirnya kalian memilih Troye menjadi bagian dari lagu ini?
B: Troye adalah salah satu penyemangat besar dalam awal karir kami. Akhirnya kami mengajaknya ke studio dan mari lihat apa yang bisa kita hasilkan bersama, dan “Ease” terlahir. Selain itu Troye adalah pribadi yang sangat menyenangkan, dan sangat humble terhadap fansnya.

Sebagai kakak beradik, apa yang akan kalian lakukan saat kalian terjebak dalam sebuah argument dalam membuat musik Broods?
C: Benar sekali, selama 21 tahun bersaudara, kami melewati banyak sekali argumen, penting dan tidak penting. Namun semakin kesini ya kami pasti akan lebih memikirkan keutuhan sebagai sebuah keluarga yang memiliki value lebih tinggi dari apapun. Jadi kami saling memahami dan menghargai pribadi masing-masing.

Ada tips gak untuk mereka yang mencoba membuat musik dengan keluarga atau saudara sendiri agar tetap solid?
G: Ya itu tadi seperti yang kubilang, kalian harus bisa menjaga value ikatan keluarga diatas value bisnis yang sedang kalian tangani saat ini. Family comes first. Jika kalian terpecah ya musik yang kalian buat juga susah berhasil.

Georgia, jika kamu tidak terlahir sebagai diri kamu kira-kira kamu ingin menjadi siapa?
G: Wah, aku tidak pernah merasa ingin menjadi orang lain sih ya. Haahaha. Tapi kalau tidak ada mungkin aku akan memilih bertemu Natasha Khan “Bat for Lashes”, dia keren sekali dan genius membuat musik!

Apa sih bagian terbaik saat kalian tur keliling dunia seperti saat ini?
B: Jauh dari keluarga dan rumah memang sangat menyiksa, tapi stage life bagaikan rumah kedua kami, bernyanyi untuk penggemar kami memberikan energi yang berbeda dan sangat menyenangkan membawakan musik kami tiap hari dan orang-orang menikmatinya.

Apa reaksi orang tua kalian saat mengetahui anak-anaknya menjadi terkenal dan keliling dunia seperti sekarang?
G: Ya mereka sangat tidak menduga , ibu kami sangat sentimentil dan juga sangat mensupport apapun yang kami lakukan sekarang. Bahkan saat kami membuat lagu Mother & Father, ibuku selalu berteriak “Wow, kalian menyebutkan namaku! Ya itu namaku!”, senang membuat mereka bahagia. Keluarga adalah segalanya bagi kami.

Last question, gimana perasaan kalian akhirnya bisa mampir ke Jakarta,Indonesia?
B: Kalian tahu, kami sama sekali tidak menduga bisa kesini dalam rangka showcase pula, awalnya mungkin suatu hari kami akan ke Indonesia hanya sebagai turis dan berlibur di Bali. Tapi ini lebih dari yang kita bayangkan. Menyenangkan sekali untuk akhirnya berjumpa dengan fans kami yang menakjubkan. We love Indonesia’s fans.

Teks: Lauretha Sudjono

Related posts

Leave a Reply