Trending News

Blog Post

Creative Disc Interview With Elisa: Ingin Mengubah Image Di Proyek Baru
Artist Interviews

Creative Disc Interview With Elisa: Ingin Mengubah Image Di Proyek Baru 

Dalam perhelatan Anime Festival Asia 2016 lalu tim Creative Disc berkesempatan untuk mewawancarai beberapa artis yang terlibat dalam I ? ANISONG. Wawancara akan kita hadirkan setiap hari dan untuk kesempatan pertama, yuk kita simak pembicaraan santai bersama si cantik Elisa.

Ceritakan bagaimana awalnya terjun ke dunia tarik suara?
Awalnya saya mengikuti ajang pencarian model dan saya tembus ke babak berikutnya berkat menduduki peringkat satu di bidang style. Ketika masuk ke babak 10 besar saya ditarik oleh orang label karena suara saya bagus dan unik di mata mereka dan akhirnya seperti sekarang.

Apa yang menjadi kebiasaan Elisa dalam bernyanyi?
Latihan mengeluarkan suara saja dan latihan menyanyikan lagu tersebut sebelum dinyanyikan.

Lagu apa yang menjadi favorit Elisa sepanjang karirnya?
Pertama adalah lagu yang baru saya rilis karena energi saya selalu tercurahkan disitu. Kedua lagu yang paling berkesan dan paling cocok adalah “Euphoric Feel” dan “Hikari” karena cocok dengan suara saya.

Bagaimana Indonesia?
Indonesia orangnya ramah-ramah dan makanannya enak-enak. Sewaktu saya makan di hotel tempat saya menginap saya disuguhi sambal kecap dan enak sekali, saya ingin membawa sambal kecap tersebut ke Jepang.

Kalau liburan ke Indonesia mau kemana?
Saya ingin naik bianglala dan ingin ke laut sambil snorkling lalu makan mangga karena Indonesia negara tropis. Lalu saya ingin pergi ke pulau yang tak berpenghuni sambil memancing sendiri ikannya dan makan pakai sambal.

Disini kalau makan pakai sambal semuanya enak
Oh iya, wah kalau begitu nanti saya coba deh.

Ada proyek terbaru yang sedang dikerjakan?
Saya sedang mengerjakan sebuah proyek bernama “Anikuro” dimana saya ingin mengubah image saya sendiri menjadi warna hitam.

Lagu Elisa kebanyakan dinyanyikan dalam bahasa Inggris, gimana caranya Elisa belajar bahasa Inggris?
Saya pertama kali bersentuhan dengan bahasa Inggris di sekolah, tetapi anak-anaknya tidak diajarkan begitu mendalam soal bahasa Inggris. Akhirnya saya memutuskan untuk memperdalam ilmu bahasa saya pada ekskul “English Club” di sekolah. Dalam ekskul tersebut saya belajar tentang pola kalimat, percakapan dan lainnya.

Interview & Teks:
Luthfi Suryanda Atmojo
Photo Credit Official AFAID

Related posts

Leave a Reply