CretiveDisc Exclusive Interview with Chloe Stroll: Menemukan Cahaya di Celah Kehidupan lewat “Bloom in the Break”

Oleh: nanack - 13 Mar 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Di tengah lanskap pop yang sering terasa serba sempurna, Chloe Stroll hadir dengan pendekatan yang justru merayakan ketidaksempurnaan. Penyanyi dan penulis lagu asal Montreal, Quebec, Canada ini kembali dengan album terbarunya, “Bloom in the Break”. Sebuah karya yang terasa seperti percakapan personal tentang rapuhnya kehidupan sekaligus harapan yang lahir dari dalamnya.

Alih-alih menghadirkan narasi besar yang dramatis, Chloe memilih jalur yang lebih intim: bercerita tentang proses tumbuh, tentang luka yang tidak selalu terlihat, dan tentang bagaimana manusia belajar menemukan cahaya di antara retakan hidupnya.

Album ini terasa seperti jurnal emosional yang dibuka untuk publik.

Mengenal Sosok di Balik Musiknya

Sebelum berbicara tentang album terbaru, penting untuk mengenal sosok di balik musik yang penuh perasaan ini.

Menurut Chloe, identitasnya terdiri dari banyak peran.

“Aku adalah seorang penyanyi, penulis lagu, storyteller, seorang ibu, dan juga seorang istri. Hidupku sering berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Tapi peran yang paling permanen bagiku adalah menjadi seorang ibu. Meski begitu, menjadi penyanyi dan penulis lagu adalah sesuatu yang sangat melekat dalam diriku. Itulah sebagian besar identitasku saat ini.”

Ketertarikan Chloe pada musik sebenarnya sudah muncul sejak masa kecil.

“Sejak kecil aku selalu tertarik pada musik. Aku juga sangat menyukai menulis, literasi, dan hal-hal kreatif. Semua itu akhirnya membentuk diriku sekarang. Menyanyi, menulis lagu sendiri, dan bercerita lewat musik. Rasanya seperti menemukan dunia yang tepat untukku.”

Cerita Personal yang Menjadi Musik

Bagi Chloe, “Bloom in the Break” bukan sekadar kumpulan lagu baru. Album ini adalah refleksi perjalanan hidupnya hingga saat ini.

“Album ini merepresentasikan hidupku sejauh ini, meskipun tentu perjalanan itu belum selesai. Proses menulisnya banyak berisi cerita tentang berbagai aspek kehidupanku. Aku ingin album ini terasa rentan, emosional, dengan titik tertinggi dan terendahnya. Karena hidup memang perjalanan, dan kita harus menikmati setiap bagiannya.”

Konsep utama album ini berangkat dari ide sederhana namun kuat: bahwa manusia sering kali justru tumbuh melalui momen-momen rapuh.

“Aku selalu percaya bahwa manusia berkembang menuju sesuatu yang lebih baik. Tapi ketidaksempurnaanlah yang membuat kita unik dan membentuk siapa diri kita. Ada sesuatu yang indah ketika kita melihat bagaimana kekurangan bisa menciptakan sesuatu yang berbeda.”

Dari situlah lahir gagasan Bloom in the Break, mekar di tengah retakan.

Single-Single yang Membentuk Narasi Album

Sebelum album ini dirilis penuh, Chloe telah memperkenalkan beberapa lagu yang secara perlahan membangun dunia emosionalnya: ‘You’re OK’, ‘I Stood My Ground’, dan ‘Home’.

Setiap lagu membawa nuansa cerita yang berbeda.

  • ‘Home” menghadirkan sisi yang lebih hangat dan optimistis, tentang cinta dalam keluarga dan menemukan seseorang yang terasa seperti rumah.
  • ‘I Stood My Ground’ berbicara tentang kemarahan, keberanian, dan keteguhan untuk tetap menjadi diri sendiri.
  • ‘You’re OK’ menggambarkan sisi paling rapuh dari kehilangan.

Namun bagi Chloe sendiri, satu lagu memiliki tempat yang paling spesial: ‘Love in the Dark.’

“‘Love in the Dark’ adalah lagu favoritku di album ini. Aku ingin menyampaikan bahwa tidak semua hal dalam hidup harus selalu jelas atau berjalan sesuai harapan. Kadang hidup terasa gelap dan berat dan itu tidak apa-apa.”

Lagu ini bergerak lebih pelan dan kontemplatif dibanding single lainnya. Sebuah refleksi tentang hari-hari ketika seseorang merasa sedikit tersesat dalam hidupnya.

“Kadang kamu merasa sendirian dalam hubungan, bukan hanya romantis, tapi juga dalam pertemanan atau kehidupan secara umum. Rasanya seperti tidak ada jalan keluar.”

Namun seperti banyak lagu Chloe lainnya, bahkan kegelapan tetap menyimpan harapan.

“Aku membayangkan lagu ini seperti sebuah terowongan. Di ujungnya selalu ada cahaya.”

Inspirasi dari Kejujuran Musisi Lain

Dalam membangun dunia emosional album ini, Chloe banyak terinspirasi oleh musisi yang dikenal karena kejujuran mereka dalam menulis lagu.

Beberapa nama yang ia sebut antara lain Adele, Lewis Capaldi, Ed Sheeran, hingga Billie Eilish.

“Aku sangat terinspirasi oleh artis-artis yang jujur pada diri mereka sendiri. Mereka tidak selalu terlihat sempurna atau dipoles secara berlebihan. Mereka hanya menjadi diri mereka yang sebenarnya, dan itu sangat memengaruhi cara aku menulis album ini.”

Momen Tak Terlupakan di The Kelly Clarkson Show

Salah satu momen besar dalam karier Chloe terjadi ketika ia tampil di The Kelly Clarkson Show, dipandu oleh idolanya sendiri, Kelly Clarkson.

“Itu momen yang sangat besar bagiku. Butuh waktu berminggu-minggu untuk benar-benar menyadari apa yang terjadi.”

Chloe tumbuh besar mendengarkan album “Breakaway”.

“Aku menyanyikan lagu-lagu dari album itu sejak kecil. Kelly adalah salah satu pengaruh besar dalam hidupku. Dia selalu menjadi dirinya sendiri, dan itu luar biasa.”

Yang membuat pengalaman tersebut semakin spesial adalah fakta bahwa Kelly sendiri yang memilih lagu yang akan dibawakan Chloe.

“Itu terasa seperti validasi yang luar biasa. Sampai sekarang aku masih sulit percaya pernah tampil di acaranya.”

@chloestroll

Still on cloud 9…thank you @Kelly Clarkson Show for having me, and thank you to everyone who has encouraged me and helped me get here <3 Here’s a clip from my performance – you can watch the full version at the link in my bio! #kellyclarkson #kellyclarksonshow #pedestal #popmusic #liveperformance

♬ original sound – Chloe Stroll

Kolaborasi Impian

Ketika ditanya soal musisi yang ingin ia ajak berkolaborasi, Chloe langsung menyebut dua nama:

  • John Legend
  • Lewis Capaldi

“Aku sangat menyukai musisi yang berbasis piano. Rasanya akan sangat keren bekerja sama dengan mereka. Jadi ya John atau Lewis akan menjadi duet impianku.”

Hidup di Persimpangan Musik dan Olahraga

Kehidupan pribadi Chloe juga menarik karena ia berada di lingkungan yang sangat dekat dengan dunia olahraga profesional.

Adiknya adalah pembalap Lance Stroll yang berkompetisi di Formula One, sementara suaminya, Scotty James, adalah atlet snowboard profesional.

Menariknya, dunia olahraga justru sering menjadi inspirasi dalam musiknya.

Salah satu contohnya adalah lagu ‘Hurricane’, yang ia tulis ketika Scotty sedang berkompetisi di Olimpiade 2022.

“Lagu itu tentang menemukan seseorang bahkan di tengah badai. Tentang tetap berada di sana untuk orang yang kamu cintai.”

Energi dari dunia olahraga: adrenalin, dedikasi, dan kerja keras memberikan perspektif berbeda dalam proses kreatifnya.

“Ketika aku ikut perjalanan bersama Scotty, aku sering membawa notebook dan menulis di jalan. Inspirasi bisa datang dari mana saja.”

Menuju Bab Berikutnya

Setelah “Bloom in the Break” resmi dirilis, Chloe sudah mulai memikirkan langkah berikutnya.

Ia ingin kembali ke studio, menulis lebih banyak lagu, sekaligus membawa album ini ke panggung live.

“Aku ingin melakukan lebih banyak pertunjukan live, bahkan mungkin tur untuk album ini. Itu akan menjadi mimpi yang jadi kenyataan.”

Ketika Musik Menjadi Teman

Pada akhirnya, tujuan Chloe dari album ini sederhana namun kuat: membuat pendengarnya merasa tidak sendirian.

“Aku berharap orang-orang merasa didengar ketika mereka mendengarkan album ini. Aku ingin mereka tahu bahwa apa pun yang mereka rasakan dalam hidup, mereka tidak sendirian.”

Karena bagi Chloe, musik terbaik bukan hanya yang terdengar indah tetapi yang mampu menemani seseorang melewati momen-momen sulitnya.

Dan lewat “Bloom in the Break”, ia melakukan tepat itu: menghadirkan ruang yang jujur bagi emosi manusia. Tempat di mana luka, harapan, dan pertumbuhan bisa hidup berdampingan.

Simak wawancara lengkap CreativeDisc bersama Chloe Stroll lewat video di bawah ini:

 

Author

nanack

More from Creative Disc