Quantcast

Exclusive Interview with Jeff Bernat: Mantan Dancer Yang Beralih Menjadi Penyanyi Soul R&B

By - 1 month ago in Artist Interviews

Penyanyi soul R&B asal US, Jeff Bernat, menjadi salah satu penampil yang ditunggu-tunggu di gelaran Java Jazz Festival 2019. Dengan segudang koleksi hits seperti ‘Once Upon a Time’, ‘If You Wonder’ dan ‘Cruel’, vokalis berdarah Filipina-Amerika tersebut berhasil membuai penontonnya dengan penampilan yang tak terlupakan.

Pernah berkolaborasi dengan superstar Korea seperti Dean, Crush dan girl band K-Pop Mamamoo, serta merajai tangga lagu Gaon Music Chart dengan ‘Call You Mine’, Jeff Bernat memiliki fanbase yang cukup fanatik terhadap musiknya di negeri ginseng tersebut. Untuk memantapkan eksistensinya di dunia musik, ia merilis EP terbarunya yang berjudul “She Loves Me Not” yang memiliki kisah “tragis” di baliknya.

Intip obrolan seru Creative Disc bersama Jeff Bernat berikut ini.

Creative Disc: Bagaimana kabarmu?
Jeff Bernat: Baik, terima kasih..

Creative Disc: Ini kali pertamamu ke Jakarta?
Jeff Bernat: Ya, pertama kalinya saya mengunjungi Indonesia. First time ever.

Creative Disc: Sudah sempat melihat-lihat?
Jeff Bernat: Belum sempat. Hanya di hotel saja..

Creative Disc: Apakah kamu pernah mendengar mengenai festival ini sebelumnya?
Jeff Bernat: Ya, saya pernah mendengarnya dari artis yang pernah tampil di festival sebelumnya. Saya sempat melihat penampilan Daniel Caesar dan juga India Arie (lewat internet). Dan produser saya juga bilang bahwa ini adalah salah satu festival musik terbesar di dunia.

Creative Disc: Saat kamu beranjak dewasa, apakah kamu berkeinginan untuk menjadi seorang musisi?
Jeff Bernat: Saya tidak pernah memikirkan bermusik secara profesional sampai setelah lulus high school. Dulu saya malah aktif sebagai dancer. Dan setelah lulus sekolah saya membeli apartemen studio dan mulai memproduksi dan menulis lagu, yang kemudian membawa saya keliling kota dan tampil di berbagai tempat. It’s been cool since that.

Creative Disc: Kapan kamu memutuskan untuk berkarir di dunia musik?
Jeff Bernat: Menurut saya, sekitar tahun 2010. Itulah saat dimana saya berhenti dari pekerjaan saya dan mulai bermusik secara penuh.

Creative Disc: Apa yang menginspirasimu untuk mengejar mimpimu dalam bermusik?
Jeff Bernat: Bagi saya itu adalah tujuan hidup saya. Dan saya percaya bahwa ini jalannya, karena saya bisa menjangkau hati banyak orang melalui musik saya, membantu orang-orang yang saya cintai seperti keluarga dan teman-teman saya. Menurut saya yang membuat saya terinspirasi untuk bermusik secara full time adalah melihat bahwa saya mampu melakukan ini semua. Dan saya tetap berpegang pada ketetapan itu.

Creative Disc: Jenis musik apa yang senang kamu dengar waktu kecil?
Jeff Bernat: Everything.. Tergantung mood saya saat itu. Kalau di rumah saya banyak mendengarkan R&B dan musik soul. Saat saya berkendara, musik-musik dance yang riang yang saya dengarkan. Dan saat saya minum-minum, musik club yang cocok menemani saya. Saya mendengarkan banyak sekali jenis musik.

Creative Disc: Bagaimana kamu mendeskripsikan musikmu?
Jeff Bernat: Musik saya bisa dibilang musik R&B soul modern. Salah satu inspirasi terbesar saya adalah Musiq Soulchild. Saya sangat menggemarinya.

Creative Disc: Dan kamu juga dikenal sebagai penulis lagu. Bagaimana proses menciptakan sebuah lagu yang biasa kamu lakukan?
Jeff Bernat: Tergantung keadaan. Kadang, saat saya sedang mandi dan saya mulai menyanyikan beberapa nada dan langsung menyukainya, setelah selesai saya mandi saya langsung merekam nada tersebut di ponsel saya dan segera menunjukkannya kepada produser saya. Atau saat sedang di studio dan saya mulai menyanyikan sesuatu. Selalu berbeda, tergantung keadaannya.

Creative Disc: Kamu baru-baru ini merilis EP “She Loves Me Not”. Dan berdasarkan judulnya, menggambarkan kisah cinta yang tragis. Apa cerita dibalik EP tersebut?
Jeff Bernat: Setiap album yang saya buat sebelumnya berciri khas lagu cinta. Saat itu saya sedang menjalin hubungan dengan seorang perempuan selama 6 tahun, dan kami berakhir dengan tidak baik. Saya tidak pernah menulis tentang lagu patah hati sebelumnya. Tapi itulah yang terjadi saat itu. Saya membuat proyek ini dan menceritakan cerita saya.

Creative Disc: Jadi ini semacam dedikasi untuk mantanmu tersebut ya?
Jeff Bernat: Begitulah. Saya tidak tahu apakah dia menyukainya atau tidak. (sambil tertawa)

Creative Disc: Ceritakan sedikit mengenai lagu ‘Changes’.
Jeff Bernat: ‘Changes’ adalah sebuah transisi dari masa-masa sulit saat saya masih bersama mantan saya tersebut. Kami sedang memasuki masa-masa sulit dari hubungan kami yang berujung kepada putus hubungan. Dan setelah putus, saya menulis “She Loves Me Not”. Semua yang saya tulis adalah sebuah rangkaian cerita. Para penggemar saya mengetahui apa yang sedang saya lalui melalui lagu-lagu saya tersebut. Jadi, dimulai dari “The Gentleman Approach” yang saya tulis yang juga berkisah tentang perempuan yang sama, seperti “She Loves Me Not”, hanya saja “She Loves Me Not” jadi bagian akhir dari perjalanan hubungan saya dengannya.

Creative Disc: Dari semua lagumu, mana yang paling personal menurutmu?
Jeff Bernat: Menurut saya ‘Changes’. Karena lagu itu hadir saat saya berada di masa-masa tersuram dalam hidup saya. Lagu tersebut menggambarkan masa transisi ke fase hidup saya selanjutnya.

Creative Disc: Kamu memiliki lagu yang pernah merajai tangga lagu di Korea, dan juga berkolaborasi bersama beberapa artis Korea. Ada apa antara kamu dengan Korea?
Jeff Bernat: Saya juga tidak tahu sejujurnya. (sambil tertawa) Semua bermula saat saya merilis album “The Gentleman Approach”. Setahun kemudian album tersebut meledak di Korea karena lagu-lagu saya mulai diputar di berbagai acara di TV, dan responnya sangat bagus. Dean dan Crush mengontak saya dan mengajak untuk bekerjasama. Semuanya adalah anugerah. Saya sudah beberapa kali ke Korea, sekitar 14 kali sejak 2013.

Creative Disc: Indonesia juga mencintaimu.
Jeff Bernat: Ya, dan saya ingin Indonesia menjadi “Korea” saya selanjutnya.

Creative Disc: Dan juga kamu sempat berkolaborasi dengan girl band Korea Mamamoo. Bagaimana kolaborasi tersebut bisa terjadi?
Jeff Bernat: Saya tidak terlalu mengetahui tentang Mamamoo sebelumnya. Mereka hanya mengontak saya dan membuat saya terbang ke Korea, lalu kami merekam lagu bersama.

Creative Disc: Apakah ada pesan bagi para orang muda yang ingin mengejar karir bermusik mereka?
Jeff Bernat: Saya rasa kamu hanya perlu mengejar apa yang menjadi cita-citamu. Memang musik adalah hal yang paling kamu suka, tapi kamu harus sadar bahwa tidak semudah itu. Percayalah, saat saya memulai karir bermusikku, sangat sulit. Saya berhenti dari pekerjaan saya, tinggal di rumah, tidak punya apa-apa. Saya mengorbankan segalanya. Sekitar 2 tahun saya berusaha keras untuk bisa memulai karir bermusik saya. Dan sejak saat itu, semuanya mulai berjalan dengan baik. Yang paling penting kamu harus punya kesabaran. Kesuksesan tidak datang dalam sekejap. Dan juga, kamu perlu memiliki insting bermusik yang baik. Semua orang berpikir bahwa mereka bisa melakukannya, tapi kamu harus benar-benar mengetahui bahwa kamu bisa melakukannya. Dan kamu harus paham bahwa orang lain ingin mendengarkan karyamu.

Creative Disc: Pertanyaan terakhir, apa yang sedang kamu persiapkan untuk para penggemarmu?
Jeff Bernat: More music.. Album berikutnya yang pasti.

Creative Disc: Apakah akan dirilis tahun ini?
Jeff Bernat: Rencananya tahun depan. Dan juga akan ada tur dunia.

Life. Music. Love. Fashion. A mixture of saint & stallion.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Artist Interviews | April 19, 2019 By

Exclusive Interview with Jannine Weigel: Lagu ‘Words’ Adalah Jawaban Bagi Kritik Netizen

Music News | April 6, 2019 By

Jannine Weigel Rilis Lagu Debut Bahasa Inggrisnya, “Words”

Artist Interviews | April 1, 2019 By

Exclusive Interview with Ruel: Menulis Lagu Adalah Terapi Bagi Saya