Trending News

Blog Post

EXTREME Sajikan Rock Show Yang Sesungguhnya di JOGJAROCKARTA 2019
Concerts Review

EXTREME Sajikan Rock Show Yang Sesungguhnya di JOGJAROCKARTA 2019 

JOGJAROCKARTA, International Rock Festival yang tahun ini sudah memasuki tahun ke-3 penyelenggaraannya kembali menyuguhkan tontonan yang bermutu bagi penggemar rock dan metal di Indonesia pada umumnya serta kota gudeg Jogjakarta pada khususnya. Festival yang sudah menjadi agenda tahunan dari Promotor Rajawali Communication ini diadakan pada tanggal 3 November 2019 yang lalu, di tempat yang sama, yakni Stadion Kridosono, Jogjakarta.

EXTREME, band Funky Metal legendaris asal Boston Massachusetts yg beranggotakan Nuno Bettencourt (gitar), Gary Cherone (vocal), Patrick Badger (Bass) dan Kevin Figueiredo (Drums) didapuk menjadi headliner utama pada tahun ini bersama POWER TRIP, band Crossover Thrash/Hardcore Punk asal Dallas Texas. Disamping dua line-up Internasional tersebut, 7 band Indonesia juga turut berbagi panggung bersama Extreme dan Power Trip, yaitu : Tumenggung, Trojan, Down for Life, ILP, NTRL Feat. Bimo, Edane dan Jamrud Ulasan mengenai band-band Indonesia akan di tulis secara terpisah.

Penampilan Extreme kali ini juga tercatat sebagai konser kedua mereka di Indonesia. Konser pertama adalah pada 15 December 2008 di Tennis Indoor Stadium, Jakarta. Kedatangan pertama itu adalah dalam rangka Tour album Take us Alive yg dirilis pada tahun yang sama. Pada tahun 2014, Extreme pernah digadang-gadang akan menggelar konser lagi di Jakarta dalam lawatan Tour Pornograffitti Live – 25th Anniversary, tapi kemudian batal karena ada kesalahpahaman dengan promotor yang akan membawa mereka ke Jakarta, padahal waktu itu ticket konser mereka udah dijual. Untungnya, penonton bisa me-refund lagi ticket yang sudah mereka beli.

Sejak lagu pembuka “It’s a monster” dibawakan, Extreme tak henti-henti menyuguhkan tontonan Rock show yang bermutu di setiap lagu. Kuartet ini tampil luar biasa. Mereka sangat memukau dan seakan tanpa cela. Gary Cherone, vocal nya masih terjaga dengan baik dan terdengar tidak berbeda seperti 30 tahun lalu ketika menyanyikan lagu-lagu di album Pornografitti. Nuno Bettencourt, permainan gitaris humble yang diidolakan banyak gitaris di seluruh dunia ini tetap outstanding dan selalu menjadi pusat perhatian. He is still one of the best shredders in the world. Sementara itu Pat Badger pada Bass dan Kevin Figueiredo pada drums yang bertugas menjaga tempo juga sangat padu dan kompak dengan Nuno. Tanpa jeda, mereka langsung meningkatkan tensi dengan “Get the Funk Out”, satu lagu yang sangat kental warna funky nya. Three first songs diakhiri dengan “Rest in Peace”, yg diambil dari album ketiga “III Sides To Every Story” (1992).

Berturut- turut setelah itu Extreme memainkan “Kid Ego” dan “Play With Me” yang merupakan lagu dari album pertama, self titled (Extreme). Pada “Play With Me”, Nuno banar-benar menunjukkan kepiawaiannya, dia sengaja menambah interlude lagu itu beberapa bar untuk menyempatkan sedikit ber-solo gitar, Disamping itu Nuno juga sempat berduet dengan Kevin pada drums. Nuno memainkan 2 snare drum yang telah disediakan untuknya.

Kelar dengan “Play With Me”, saatnya Nuno mengambil alih panggung, ditemani gitar akustik dia duduk di kursi. Sejenak dia menyapa penonton “How many guitar player here tonight?, get your hands up, get your hands up!”. Banyak sekali yg mengacungkan tangan. Nuno pura-pura menghitungnya sambil menunjuk ke arah penonton, “One..Two, Three, Four..”. Dia berpesan, “Just keep playing guitar Man, that’s all that matter to keep rock n roll alive..!!”.

Sejurus kemudian dia mulai memainkan komposisi solo yg sangat terkenal di kalangan gitaris, apa lagi kalau bukan “Midnight Express”, penonton seakan-akan terhipnotis oleh Nuno, diam menyimak permainan salah satu dewa gitar ini.

Benar seperti dugaan saya, “Midnight Express” seperti biasa akan disusul oleh “More Than Words”, lagu balada yang melambungkan nama EXTREME di blantika musik dunia pada awal 90an. Pada saat itu More Than Words pernah merajai tangga lagu di banyak negara. Di Jogjarockarta Nuno membuka lagu ini dengan prolog, “We’re gonna do one song, You know what song it is.., Two men, two chairs, one guitar, thousands of people.., so here we go..!!”. Dan tentu saja pada lagu ini semua penonton ikut bernyanyi bersama Gary dan Nuno.

Setelah “More Than Words”, Extreme kembali mengajak penonton bergoyang dengan lagu yang merupakan lagu andalan mereka di album III Sides to Every Story, “Cupid’s Dead”, dibawakan dengan mulus, disusul oleh “Am I Ever Gonna Change” dari album yang sama. Ahh.., sambil menulis ini, saya jadi terbayang-bayang dengan interlude lagu ini yang sangat manis. Usai “Am I ever gonna change”, Nuno sejenak ke belakang panggung mengambil gitar akustik 12 senar dan mengenakan topi koboi, Kevin juga telah berada di depan panggung, dengan perangkat drumnya (Bass dan Hi-Hat). Penonton tentu sudah hapal lagu apa yang akan dibawakan. Yup, It’s “Hole Hearted”. Tanpa ada komando dari Gary, penonton kembali ikut ber-sing along, menyanyikan salah satu single dari album III Sides To Every Story ini ; “Rivers flow into the sea, yet the sea is not so full of me. If I’m not blind why can’t I see that a circle can’t fit where a square should be, there’s a hole in my heart that can only be filled by you, and this hole in my heart can’t be filled with the things I do..”

Usai berakustik ria, Nuno kembali dengan gitar Wasburn N4-nya, memamerkan kepiawaian dalam menjelajahi fret gitar membawakan “Flight of The Bumblebee”, dan langsung disusul oleh “Decade of Decadence”, lagu yang biasanya menjadi lagu pembuka di konser-konser mereka. Kali ini lagu itu dibawakan di penghujung konser.

Pada encore, Extreme memainkan sebuah lagu dari Queen yang merupakan panutan mereka dalam bermusik. Yes, “We are the Champions” dijadikan lagu penutup dalam konser mereka kali ini. Penonton kembali ikut bernyanyi bersama,

Ada yang menarik perhatian saya setelah Extreme menyudahi set mereka di Jogjarockarta ini, Setelah berfoto bersama dengan latar belakang penonton, Nuno turun ke depan barier dan menemui penonton. Hal ini tentu saja tidak disia-siakan oleh fans-nya, semua pada saling berebutan untuk bersalaman dan memeluk gitaris rendah hati ini, diiringi oleh lagu “Peace (Saudade”) yang selalu dimainkan setelah konser selesai. Scene ini sepertinya sangat membekas pada diri Nuno. Keesokan hari nya, dia mem-posting foto ketika dia berada di barrier dengan caption dimana dia mengatakan ; Dia merasa sangat senang dan berterima kasih. memang ada goresan-goresan yang menyebabkan luka ditangannya, serta kehilangan beberapa helai rambut. The marks and soreness was well worth it, Love you, Indonesia. Dia menutup captionnya. Postingan Nuno ini mendapat likes sampai 14.2K dan 334 Comments.

Dari 3 kali kesempatan saya menonton Extreme (2008, 2014 dan 2019), Saya selalu merasa puas. Itulah alasan kenapa saya tidak ingin melewatkan konser mereka setiap kali mereka ke Indonesia atau negara tetangga. Extreme tetap memberikan tontonan terbaik, tidak perduli venue besar atau kecil. Tapi mungkin karena kali ini mereka main sebagai bagian dari sebuah festival, Extreme tidak membawakan 19 lagu seperti yang pernah mereka lakukan ketika menggelar Tour Pornograffitti Live 25th Anniversary 5 tahun lalu di Singapura.

Extreme Set List – JOGJAROCKARTA 2019.

1. It’s A Monster
2. Get The Funk Out
3. Rest in Peace
4. Kid Ego
5. Play With Me
6. Midnight Express
7. More Than Words
8. Cupid’s Dead
9. Am I ever Gonna Change
10. Hole Hearted
11. Flight Of The Bumblebee
12. Decade of Decadence
13. We are the Champions (Queen Cover)

PHOTO & TEXT BY THE ONE AND ONLY BUDI SUSANTO

Related posts

Leave a Reply