Trending News

Blog Post

CreativeDisc Exclusive Interview with Omar Apollo: Siap Rilis Debut Album Tahun Ini
Artist Interviews

CreativeDisc Exclusive Interview with Omar Apollo: Siap Rilis Debut Album Tahun Ini 

Omar Apollo, penyanyi berusia 22 tahun asal Indiana, tengah digandrungi akibat gayanya yang funky serta parasnya yang tampan. Namun, musisi yang melejit lewat single ‘Ugotme’ ini punya kualitas bermusik yang patut diacungi jempol. Pemuda yang menjadikan Prince sebagai idolanya tersebut telah menghasilkan karya-karya yang soulful, groovy dengan sentuhan pop modern yang trendi. Vokalnya? Tak perlu diragukan lagi, permainan falsetto-nya mampu mengundang decak kagum.

Creative Disc berkesempatan berkenalan dan berbincang dua kali dengan penyanyi muda berbakat yang belajar bernyanyi dan bermusik secara otodidak tersebut. Yang pertama, saat ia tengah berada di Jepang untuk melakukan show disana, dan kedua, beberapa saat sebelum ia tampil di Java Jazz Festival 2020.

Simak wawancaranya dengan Creative Disc berikut ini.

Creative Disc: Apa kabarmu?
Omar Apollo: Saya baik-baik saja.

Creative Disc: Saya sangat tidak sabar untuk menonton penampilanmu di Java Jazz mendatang. Apakah kamu pernah mendengar tentang festival tersebut sebelumnya?
Omar Apollo: Ya, saya pernah mendengar tentang Java Jazz sebelumnya, dan saya juga tidak sabar untuk tampil disana.

Creative Disc: Bagi mereka yang belum pernah melihat penampilanmu secara live, menurutmu seperti apa sih show/penampilan seorang Omar Apollo?
Omar Apollo: There’s a lot of energy, there’s a lot of dancing.. Akan banyak gerakan tentunya. It’s cool..

Creative Disc: Bagaimana kamu mendeskripsikan jenis musikmu?
Omar Apollo: Saya tidak memiliki sebutan untuk itu sebenarnya. Saya rasa R&B-soul-funk santai.

Creative Disc: Kamu merilis EP “Friends” tahun lalu. Ceritakan mengenai EP tersebut dan kisah dibalik proses pembuatannya.
Omar Apollo: Saya membuatnya sebagian besar di Indiana, sebelum saya pindah ke Los Angeles. Bermula di saat saya mulai menemukan hal-hal yang funky, juga musik folk, karena saya besar dengan musik latin dan juga R&B, jadi saya mulai mendengarkan berbagai macam jenis musik dan mulai mengembangkan sesuatu dari kegemaran saya tersebut.

Creative Disc: Apakah ada tujuan tertentu untuk EP-nya?
Omar Apollo: Tidak juga. Saya hanya berharap orang-orang menyukainya, hanya itu.

Creative Disc: Sepertinya kamu merilis EP setiap tahun selama 2 tahun belakangan ini. Apakah kamu akan merilis EP lain di tahun ini, ataukah dalam bentuk sebuah album?
Omar Apollo: Saya rasa saya ingin membuat sebuah album dan saya sedang mengerjakannya.

Creative Disc: Apakah akan dirilis dalam waktu dekat?
Omar Apollo: Yang pasti dalam tahun ini. Saya juga belum tahu kapan waktu tepatnya.

Creative Disc: Tentang lagu yang berjudul sama dengan albumnya, ‘Friends’, sebuah lagu yang sangat akustik, berbeda dengan track-track lainnya (di EP tersebut). Apa cerita di balik lagunya?
Omar Apollo: Lagunya menceritakan bagaimana sebuah perasaan yang berkembang terhadap salah satu temanmu, namun takut untuk mengutarakannya, dan hanya membiarkannya begitu saja..

Creative Disc: Jadi berdasarkan pengalaman pribadi?
Omar Apollo: Ya, tentu saja.

Creative Disc: Melihat penampilanmu di festival SXSW 2019, patut diacungi jempol. Padahal, menurut wawancaramu di sebuah situs, kamu menderita sakit yang cukup parah di hari itu dan kamu agak ragu untuk tampil. Bagaimana kamu mengumpulkan niat dan keberanian untuk tetap tampil saat itu?
Omar Apollo: Saya hanya berusaha sekuat mungkin. Saya menderita flu parah waktu itu, dan cuacanya kebetulan sangat dingin disana. Saya hanya berpikir, apakah akan membatalkan shownya atau tetap tampil? Namun, saya sangat bersemangat untuk tampil di festival tersebut. Jadi saya minum teh dan madu yang banyak sebelum naik ke panggung. Saya hampir tidak bisa menyelesaikan show saya. Namun saya tetap memberikan yang terbaik.

Creative Disc: Apakah kamu selalu mengetahui bahwa musik adalah impianmu sejak kecil?
Omar Apollo: Ya, saya selalu mengetahuinya.

Creative Disc: Apakah benar bahwa bernyanyi bukan keahlianmu waktu kecil, dan ayahmu merupakan kritikus terbesar terhadap suara/cara bernyanyimu?
Omar Apollo: Benar sekali. Ayah saya sangat kritis terhadap saya soal bernyanyi. Saya belajar bernyanyi secara otodidak, dan membutuhkan waktu setahun bagi saya untuk bisa bernyanyi dengan baik.

Creative Disc: Kamu juga bisa disebut sebagai pemusik otodidak. Dari mana motivasi tersebut muncul?
Omar Apollo: Saya tidak tahu. Muncul begitu saja. Orang lain pernah menanyakan kepada saya siapa yang menginspirasimu untuk belajar gitar, dan saya tidak tahu bagaimana menjawabnya. Saya rasa motivasi tersebut selalu jadi bagian dari diri saya.

Creative Disc: Kamu juga pernah belajar menari waktu kecil. Apakah keahlianmu tersebut turut mempengaruhi aksi panggungmu saat ini?
Omar Apollo: Tentu. Saya senang pernah belajar menari. Sangat penting nyatanya untuk mendukung penampilan saya yang enerjik.

Creative Disc: Rasanya sangat susah menyanyi sambil menari sekaligus?
Omar Apollo: Benar sekali. Sangat susah.

Creative Disc: Apa judul lagu yang pertama kali kamu tulis?
Omar Apollo: Ada sebuah lagu yang saya buat untuk ibu saya saat saya berumur 12 tahun, saya rasa judulnya ‘Friday Nights’. (sambil tertawa) Saya sangat sedih waktu itu karena orangtua saya selalu bekerja, jadi saya tidak sering bertemu mereka. Lalu saya membuat sebuah lagu tentang ibu saya yang selalu sibuk kerja.

Creative Disc: Jika kamu bukan seorang musisi, bagaimana kamu menghabiskan sebagian besar waktumu?
Omar Apollo: Saya tidak punya banyak hobi, sebenarnya. Yang selalu pikirkan hanyalah musik. Jadi, kemungkinan hal-hal yang akan saya lakukan berhubungan dengan musik. Kalau diluar musik, saya suka hiking, renang atau camping.

Creative Disc: Nasihat terbaik apa yang pernah diberikan orang lain kepadamu?
Omar Apollo: Saat saya mulai bermusik, ada seseorang yang berkata kepada saya untuk fokus dengan musiknya. Jika apa yang kamu hasilkan dirasa kurang, kamu harus lebih fokus mengerjakannya. Pada dasarnya, ia memberitahuku untuk berfokuslah pada musiknya, bisnis pun datang dengan sendirinya.

Creative Disc: Apa yang kamu siapkan untuk tahun 2020?
Omar Apollo: Sebuah album, tentunya. Serta beberapa hal menarik lainnya.

Creative Disc: Apa yang ada di playlist-mu saat ini?
Omar Apollo: Ooh, aku bisa memberitahumu semua yang ada di playlist-ku saat ini. Baru saja saya buat sekitar 2 hari lalu. ‘Musicology’ dan ‘Automatic’ dari PRINCE, ‘Sweet Thing’ dari Chaka Khan, ‘5 on a Joyride’ punya Cody Chestnutt, ‘Been Away’ dari Brent Faiyaz, ada Stevie Wonder dengan ‘I Love You Too Much’, ‘Lucky Cloud’ dari Arthur Russell, ‘Brown Sugar’ oleh D’Angelo, ‘Breathe Deeper’ dari Tame Impala yang sangat keren… Lalu ada ‘The Game of Love’ dari Daft Punk, juga ‘All’ dari Cherub. Saya kasih kamu semua yang ada di playlist saya.. (sambil tertawa)

Creative Disc: Apakah ada pesan khusus untuk para penggemarmu di Indonesia?
Omar Apollo: Ya. Saya akan tiba disana segera. Jadi, datang dan nikmati show saya nanti. It’s gonna be really fun, and you’re gonna love it..

Related posts

Leave a Reply