CreativeDisc Exclusive Interview with Cavetown: Cerita Soal Album “Running With Scissors” yang Bawa Tema Keberanian, Kesembuhan, dan Babak Baru Kehidupan

Oleh: riadini - 07 Nov 2025

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Musisi asal Inggris, Robin Skinner atau yang lebih populer dengan nama panggungnya, Cavetown, dikenal lewat musiknya yang hangat dan menenangkan, seolah menjadi ruang aman bagi siapa pun yang mendengarkan. Kini, lewat album terbarunya “Running With Scissors” yang akan dirilis pada 16 Januari 2026, Cavetown membuka lembaran baru dalam perjalanan kariernya: lebih dewasa, lebih jujur, tapi tetap lembut dan penuh empati.

Dalam wawancara bersama Creativedisc, Cavetown mengaku bahwa judul album ini tidak datang begitu saja. “Biasanya aku menunggu sampai albumnya sendiri memberi tahu apa judulnya,” ujarnya sambil tertawa. Terinspirasi dari salah satu lagu di dalam album, “Running With Scissors” menjadi metafora tentang kedewasaan dan kepercayaan diri. “Sejak kecil kita diajarkan untuk tidak berlari sambil membawa gunting karena berbahaya. Tapi aku ingin membalik makna itu tentang belajar mempercayai diri sendiri meski sedang mengambil risiko,” kata penyanyi berusia 26 tahun tersebut. “Tidak apa-apa kalau terjatuh, yang penting tahu cara bangkit lagi.”

Bagi Cavetown, album ini menggambarkan fase baru dalam hidupnya bukan lagi tentang “menjadi dewasa”, tapi menjalani kedewasaan itu sendiri.

Menulis dari Tempat yang Lebih Sehat

Cavetown bercerita bahwa dulu banyak lagunya lahir dari rasa cemas atau kesepian. Tapi kali ini, ia menulis dari kondisi mental yang lebih stabil. “Dulu aku menulis semuanya sendirian, jadi wajar kalau hasilnya banyak tentang kesepian,” ungkapnya. “Sekarang aku lebih sering menulis dan memproduksi bareng orang lain, aku ke L.A., ke New York, dan mengundang lebih banyak teman ke dalam prosesnya.” Pendekatan baru ini ternyata membuka banyak hal positif. Ia pun mengaku jadi bisa merasakan emosi yang berbeda dan belajar teknik baru. “Rasanya menyenangkan bisa membiarkan orang lain masuk ke dalam proses kreatifku.”

Meski ditulis dari tempat yang lebih tenang, Cavetown menegaskan bahwa kedalaman emosinya tetap ada. “Album ini banyak bicara soal cara merasakan emosi dengan sehat dan memaafkan diri sendiri,” ucapnya. “Ada banyak hal di dunia ini yang bikin marah, terutama di Amerika sekarang. Aku juga belajar menerima rasa marah itu dan menyalurkannya lewat musik.”

‘Tarmac’: Tentang Kehadiran dan Melepaskan

Single terbarunya, ‘Tarmac’, yang ia tulis bersama sahabat sekaligus kolaborator lamanya, Orla Gartland, menggambarkan ketakutan akan kehilangan sesuatu yang indah, sambil berusaha tetap hadir di momen itu. Menariknya, lagu ini sempat terlupakan. “Aku nemu lagi file project-nya dan mikir, ‘loh, aku suka banget lagu ini sebenarnya,’” katanya sambil tertawa. “Awalnya cuma kumpulan kata yang terasa pas, tapi sekarang maknanya jadi lebih dalam.” Lagu ini juga lahir dari perasaan yang sering ia alami setelah tur. “Waktu tur, kamu dikelilingi energi yang luar biasa, ngerasain semua emosi dalam satu waktu. Tapi begitu pulang ke rumah, tiba-tiba semuanya hening,” ujarnya. “Rasanya aneh karena teman-teman terdekatmu adalah orang yang kerja bareng kamu, dan tiba-tiba kamu nggak tahu kapan akan ketemu mereka lagi.”

Ketika kami memuji aransemen lagu ‘Tarmac’ yang memasukkan banyak elemen menarik seperti bisikan lembut di tengah lagu, teriakan tiba-tiba, ledakan besar, lalu kembali redup di akhir, Cavetown tersenyum. “Itu memang yang ingin aku sampaikan,” katanya. “Kayak saat kamu kewalahan, tiba-tiba ada ledakan besar dalam kepala, tapi tak lama semuanya kembali tenang.”


Rumah Baru, Pandangan Baru

Kini Cavetown menetap di New York City, sebuah langkah baru yang terasa pas dengan fase hidupnya sekarang. “Aku baru pindah sekitar tiga bulan lalu,” katanya. “Kayaknya sekarang aku resmi jadi orang New York, masih beradaptasi sih, tapi senang.” Perubahan suasana ini membawa inspirasi segar dan membuka banyak hal baru untuk dieksplor.

Menantikan Tur Asia

Tahun depan, Cavetown akan membawa tur “Running With Scissors” keliling dunia, termasuk ke Singapura dan Manila. Saat ditanya apa yang paling ia nantikan, wajahnya langsung berbinar. “Aku belum pernah ke Asia sama sekali. Aku suka banget menjelajahi negara dan budaya baru. Aku nggak tahu harus mengharapkan apa, tapi justru itu yang bikin seru.” Ia bahkan mengungkap ingin melihat alam, binatang, tanaman yang menjadi ciri khas Asia.

Cavetown juga mendengar banyak cerita baik dari sesama musisi soal keramahan penggemar Asia. “Katanya fans di sana sangat hangat dan sopan,” ujarnya. “Aku benar-benar menantikan pengalaman itu.”

Sebagai musisi yang terus tumbuh dan berevolusi, Cavetown kini tampak lebih berani, jujur, dan percaya diri. Lewat “Running With Scissors,” ia mengajak pendengar untuk belajar mengambil risiko, menerima diri, dan tumbuh tanpa takut terluka. “Tidak apa-apa kalau terjatuh,” katanya lembut. “Yang penting, kamu tahu cara menangkap diri sendiri.”

Simak interview selengkapnya bareng Cavetown berikut ini:

Author

riadini

More from Creative Disc