Trending News

Blog Post

Creativedisc Exclusive Interview with COIN: Materi Terbarunya Mencerminkan Kegelisahan di Kala Pandemi
Artist Interviews

Creativedisc Exclusive Interview with COIN: Materi Terbarunya Mencerminkan Kegelisahan di Kala Pandemi 

Citra COIN sebagai band guitar pop yang ceria dan gembira sudah tertanam di telinga pendengarnya berkat single “Talk Too Much” yang melambungkan band yang diisi oleh trio Chase Lawrence, Ryan Winnen, dan Joe Memmel. “Talk Too Much” berhasil mendapatkan sertifikasi Gold di Amerika Serikat karena berhasil terjual sebanyak 500 ribu kopi di sana.

Namun, itu semua adalah kejadian empat tahun lalu. Sekarang COIN sudah lepas dari major label dan beralih ke indie label. Peralihan ini membuat mereka menjadi lebih bebas dalam membentuk musik. Peralihan tersebut dimulai di album ketiga mereka “Dreamland” yang mempunyai musik yang jauh lebih luwes dan kaya dari album mereka sebelumnya dan dilanjutkan di EP mereka “Indigo Violet” yang mencerminkan kehidupan dan hubungan di masa pandemi.

“’Dreamland’ direkam di berbagai macam penjuru dunia mulai dari Amerika Serikat sampai Filipina, jadinya kami mempunyai banyak ide menarik ketika kami rekaman di tempat tersebut dan ide tersebut direalisasikan lewat musik kami di album Dreamland. Itu yang membuat Dreamland jauh lebih kaya dari segi musik disbanding album kami sebelumnya.”, ungkap COIN dalam wawancara bersama CreativeDisc.

Ketika pandemi COVID-19 menyerang dan membuat orang menjaga jarak satu sama lain, para personil COIN merasakan hal yang sama dengan orang kebanyakan. “Tema dari EP terbaru kami Indigo Violet muncul karena pandemi”, ucap Chase Lawrence sang vokalis. “Selama masa pandemi ini orang-orang tidak bisa berhubungan seperti dulu kala dan perasaan tidak enak itu kami tuangkan lewat EP ini”.

EP terbaru mereka Indigo Violet sangat berbeda dari apa yang sudah mereka buat sebelumnya. Nada gembira yang sering mereka bawakan perlahan menghilang digantikan nada moody dan mengalun dengan berat seolah ada kegelisahan menyelimuti di setiap lagunya. “Kami berpikir pada masa ini Tuhan sedang bereksperimen dengan umatNya, akhirnya kami juga melakukan eksperimen pada Indigo Violet. Indigo Violet adalah hal yang belum pernah kami lakukan sebelumnya”, kata Chase.

COIN merupakan salah satu kasus unik jika menilik tempat mereka berasal yaitu Nashville, Amerika Serikat yang menjadi rumah untuk musik country. Ketika ditanya mengenai awal karir mereka menjadi sebuah band indie pop/guitar pop di lahan para musisi country mereka malah berkata bahwa mereka menjadi buah bibir di Nashville karena jarang yang memainkan musik seperti mereka. Mereka dengan antusias menceritakan pengalaman mereka awal manggung di daerah asalnya seolah mengingat kembali kenangan indah bersama orang-orang Nashville. “Kami bersyukur bahwa orang Nashville dan komunitas musiknya ramah dan suportif terhadap apa yang kami lakukan. Semuanya benar-benar santai dan mengenal satu sama lain jadi kami sangat senang bahwa di awal karir kami dibantu oleh banyak orang di daerah tempat tinggal kami.”

Simak wawancara selengkapnya dengan COIN dimana mereka bercerita lebih lengkap tentang Nashville, apa yang mereka rindukan selama pandemi, dan rahasia mereka bisa bertahan sebagai band selama hampir 10 tahun.

Interview dan teks by Luthfi
Thanks to Love Da Records Indonesia!

Related posts

Leave a Reply

windows 10 pro kaufen office 2019 pro kaufen office 365 pro kaufen windows 10 home kaufen windows lizenz kaufen instagram follower kaufen tiktok follower kaufen windows 10 pro satın al office 2019 pro satın al office 365 pro satın al windows 10 home satın al windows lisans satın al windows 10 satın al