Iklan

10 Label Rekaman Indonesia yang Mendominasi Industri Musik Saat Ini

Oleh: cung2 - 19 Feb 2021

Mulai dari label lintas generasi hingga label yang baru saja lahir.

Industri musik Tanah Air telah berubah banyak bila dibandingkan dengan sepuluh atau dua puluh tahun silam. Semakin besarnya permintaan pasar akan musik yang lebih variatif tidak hanya mendorong label yang sudah eksis untuk semakin menunjukkan daya saing, tetapi juga menginspirasi lahirnya label-label baru yang tidak kalah ambisius. Bagi pembaca di luar sana yang bertekad merintis karier sebagai artis rekaman, tidak ada salahnya membaca daftar di bawah ini sebagai referensi kalian.

Honorable mention: Wonderland Records (Mikha Angelo), Orang Pertunjukkan (Sal Priadi), Sorai (Nadin Amizah, Kevin Hugo), Aquarius Musikindo (BCL, Once Mekel).


  1. Sony Music Entertainment Indonesia

Label yang satu ini masih menjadi salah satu destinasi idaman artis rekaman berkat kesuksesan artis mereka, di antaranya Ardhito Pramono (“fine today”), TheOvertunes (“Bicara”), JAZ (“Sedang Jatuh Cinta”), dan Terry (“Di Persimpangan Dilema”). Newcomer yang digaet Sony Music baru-baru ini di antaranya Good Morning Everyone (“Selamat Pagi”) dan Mea Shahira (“KISSIN’ MIRRORS”).


  1. Demajors

Berdiri sejak tahun 2000, Demajors kini berevolusi menjadi salah satu label idaman untuk artis dan musisi indie Tanah Air. Hingga saat ini, Demajors menaungi artis-artis indie kenamaan seperti Hindia (“Rumah ke Rumah”), Danilla Riyadi (“Buaian”), dan Jakarta Blues Factory (“All I Wanna Do”). Bahkan, pada tahun 2020, salah satu album yang dilahirkan dari dapur rekaman label Demajors berhasil mendulang nominasi AMI Awards untuk Album Terbaik Terbaik (Menari Dengan Bayangan, Hindia)-- prestasi yang masih terbilang langka untuk album indie.

(EDITOR'S NOTE: Hindia telah berpindah label dari Demajors ke Sun Eater)


  1. AFE Records

Belakangan ini AFE Records juga menjadi label idaman untuk para calon artis yang hendak memulai karier di genre musik dangdut pop yang sedang naik daun. Artis-artis dangdut pop yang dinaunginya saat ini di antaranya Rizky Billar (“Melihatmu Bahagia”) dan Ihsan Tarore (“Biar Orang Tahu”). Terlepas dari itu, AFE Records juga menaungi artis pop/rock seperti Jakvegas (“Pesona Sosial Media”) dan Ifan Seventeen (“Janji Hati”).


  1. RANS Music

Label bentukan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini semakin mengukuhkan daya saingnya di industri musik berkat portofolio artis yang berasal dari beraneka genre tanpa mengesampingkan nilai komersial. Sebut saja Monita Tahalea (“The Sound of Silence”), Anneth Delliecia (“Mungkin Hari Ini, Esok Atau Nanti”), Marsha Zulkarnain (“23”), dan Hanggini (“Ruang Bahagia”).


  1. Juni Records

Kini Juni Records menjelma menjadi garda terdepan musik R&B dan hip hop di Indonesia berkat lineup artis luar biasa seperti Raisa (“Kali Kedua”), Kunto Aji (“Rehat”), Ramengvrl (“The Emo Song”), dan Sade Susanto (“U Got Me”). Sejauh ini sudah ada dua album yang dilahirkan Juni Records yang dianugerahi AMI Awards untuk Album Terbaik Terbaik: Handmade (Raisa) dan Mantra Mantra (Kunto Aji).


  1. Trinity Optima Production

Belakangan ini Trinity Optima Production menjadi tujuan para newcomer muda yang kini merajai streamers dan media sosial. Sebut saja Mawar de Jongh (“Mesin Waktu”), Nadiya Rawil (“Satu Di Antara Berjuta”), dan The Baldys (“Sayang Sayang”). Beberapa artis rekaman senior yang baru-baru ini ‘loncat kapal’ ke Trinity di antaranya Afgan (“Tunjukkan”) dan Armand Maulana (“Be With You”).


  1. Hits Records

Label bentukan MNC Group ini memiliki reputasi gemilang sebagai dapur pengayom jebolan ajang pencarian bakat yang berhasil diorbitkan menjadi artis rekaman yang mampu bersaing. Sebut saja Andmesh Kamaleng (“Cinta Luar Biasa”), Novia Bachmid (“Ingin Jatuh Cinta”), dan Ghea Indrawari (“Janji”). Hits Records juga menjadi rumah untuk Agatha Chelsea (“Sudah Sampai Di Sini”) dan B FORCE (“Together Stronger Better”).


  1. Warner Music Indonesia

Label yang sudah cukup ‘berumur’ ini masih mengukuhkan relevansinya di industri musik Tanah Air berkat lineup artis seperti Rahmania Astrini (“Take Me Home”), Suara Kayu (“Miniatur”), Putih Abu-Abu (“Sudahi Saja”), dan Hanin Dhiya (“Jangan Sampai Pasrah”). Warner Music Indonesia juga kini menjadi rumah untuk band-band seperti The PanasDalam Bank (“Bunyi Sunyi”) dan NaFF (“A-A-A-A-A”).


  1. Musica Studios

Sama halnya dengan Warner Music Indonesia, Musica Studios juga berhasil mengukuhkan relevansinya di Milenium ini berkat lineup artis yang terdiri dari para veteran seperti D’MASIV (“Lelaki Pantang Menyerah”) dan NOAH (“Menunggumu”) dan newcomer berbakat seperti Steven Pasaribu (“Belum Siap Kehilangan”) dan Shakira Jasmine (“Semua Tentang Kita”). Musica Studios membuktikan bahwa tidak ada resep terbaik untuk mencetak bintang selain pengalaman lintas generasi.


  1. Universal Music Indonesia

Label tersohor yang satu ini sedang memasuki “The Second Renaissance” berkat meledaknya artis-artis muda seperti Rendy Pandugo (“Home”), Tiara Andini (“Cintanya Aku”), dan Weird Genius (“Lathi”). Belakangan ini juga artis-artis veteran di bawah naungan Universal Music Indonesia sedang mencicipi comeback yang manis, di antaranya Samsons (“Jika Nanti”), Ikka Nurjanah (“Air Surgawi Berubah Api Neraka”), dan Gloria Jessica (“Buka Mata”). Universal Music Indonesia juga dipercaya untuk menggarap soundtrack film internasional versi Indonesia, di antaranya Mulan (“Reflection”) dan Aladdin (“A Whole New World”).


TENTANG PENULIS

Felix Martua adalah penulis, editor, traveler, kurator, dan cataloger bilingual (Bahasa Inggris dan Indonesia) untuk musik, hiburan dan all things pop culture. Felix bisa dihubungi via martuafelix00@gmail.com

cung2
More from Creative Disc