Jaman dulu Maggie Lindemann seolah “dipaksa” untuk bernyanyi lagu pop yang ceria dengan tema yang sangat sederhana. Ia kurang menyukai hal tersebut. “Aku sebenarnya aslinya dengerin lagu metal dan rock loh karena keluargaku tiap hari memutar tipe lagu seperti itu jadinya ketika aku berpindah haluan menyanyikan lagu yang kencang itu seperti sebuah proses alami dari dalam diriku.”, ungkap Maggie. Akhirnya keinginan untuk menyanyikan lagu yang lebih kencang baru terwujud di tahun 2021 ketika ia merilis EP berjudul “PARANOIA” dengan musik yang lebih kencang dan berkiblat kepada pop punk.
Meskipun ia tidak menyukai bernyanyi lagu pop tetapi ia belajar banyak dari musik pop yang membesarkan namanya karena ia bisa menyeimbangkan sisi keras dari dirinya dengan memasukkan musik yang catchy serta lirik yang dekat dengan kehidupan pendengarnya.
Maggie menggunakan teknik pop tersebut di album perdananya “SUCKERPUNCH” dimana ia menumpahkan kegelisahan, kekesalan dan kemarahan ke dalam sebuah lagu dan ia semakin mantap menyampaikan unek-unek tersebut ke dalam sebuah lagu.
“Aku mengerjakan album ini langsung setelah mengerjakan EP ‘PARANOIA’ dan ketika aku mengerjakan album ini aku banyak ‘ditonjok’ dengan hal-hal yang membuatku capek dari segi emosional dan mental dan aku meluapkannya ke dalam album ini. Buatku sendiri album ini seperti terapi karena aku akhirnya bisa meluapkan emosiku ke dalam lagu yang ada di album ini.”, kata Maggie ketika ditanya lebih rinci tentang album ini.
Ia juga mengatakan bahwa skena pop punk yang ia tekuni saat ini ternyata jauh lebih mendukung apa yang dia lakukan ketimbang berada di jalur musik pop. “Sebenarnya ya lebih capek menjadi artis pop karena ketika kamu menjadi artis pop kamu ada perasaan bersaing dengan banyak musisi pop lainnya. Benar-benar sangat kompetitif dan melelahkan sebenarnya untuk menjadi musisi pop. Ketika aku berada di skena pop punk dan rock yang ada malah kebalikannya dari musik pop. Jujur teman-teman dan penggemarku di skena rock jauh lebih suportif untuk mendukungku dalam berkarya dan berasa seperti mempunyai komunitas tersendiri yang di dalamnya saling mendukung satu sama lain”, ungkap Maggie.
Dengan pernyataan seperti itu wajar saja jika Maggie melaju kencang dengan musik pop punk yang ia usung karena memang itulah jati diri Maggie yang sebenarnya. Transformasi ia menjadi seorang “pretty girl” menjadi seorang “badass girl” semakin komplit lewat album perdananya.
Simak wawancara Creativedisc selengkapnya dengan Maggie Lindemann dimana ia membahas tentang album perdananya, pertemuan uniknya dengan Kellin Quinn yang merupakan pentolan Sleeping With Sirens, perubahan musiknya dari pop ke pop punk, dan cerita tentang dirinya yang semakin nyaman dengan dirinya sendiri karena memainkan musik yang dari kecil ia suka lewat video di bawah ini.