CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Berasal dari Chiang Mai, Thailand, YONLAPA adalah band yang mengusung suara antara dream-pop, rock, psychedelic, dan groove. Mereka dikenal dengan menghadirkan kontras emosional, yang terkadang berat dan penuh tenaga, kadang lembut dan melankolis. Semua itu berpadu dengan nuansa budaya dan lingkungan yang membentuk identitas mereka sejak awal.
CreativeDisc berkesempatan berbincang dengan mereka tentang proses kreatif, perjalanan tur Asia, dan harapan mereka di tahun 2026 ini.
“Kami baik-baik saja dan baru saja merilis EP “Velvet Petals”,” sapa YONLAPA ketika ditanya kabar terbaru. “Akhir-akhir ini kami sedang tur di beberapa negara, dan di akhir tahun ini kami juga akan tampil di Chiang Mai, kota kami.”
EP terbaru mereka memang terasa sangat personal. Saat ditanya momen atau pengalaman apa yang paling mempengaruhi proses kreatif “Velvet Petals”, mereka menjelaskan bahwa karya ini adalah perpaduan dari ide dan selera pribadi masing-masing anggota. “Kami punya banyak hal yang ingin dicoba, dan kami bekerja keras agar semuanya bisa menyatu dengan harmonis,” ungkap mereka.
Lagu utama EP ini, ‘Velvet Love’, menjadi fokus yang sarat emosi. “Ini tentang mimpi dan harapan,” jelas mereka. “Semakin dewasa, aku merasa ingin kembali terhubung dengan keluarga. Aku bermimpi kelak memiliki keluarga besar yang hangat.” Perasaan akan fondasi emosional dan harapan itulah yang memberi kekuatan dan secara alami membentuk lagu tersebut.
Meski membawa nuansa baru, proses rekaman “Velvet Petals” tidak banyak berubah. “Proses kerja kami hampir sama, kami masih rekaman di tempat yang sama. Yang berbeda kali ini, ada produser muda teman kami dari Chiang Mai yang ikut terlibat sebagai co-producer di beberapa lagu!”
Menariknya, hampir semua lagu YONLAPA dirilis dalam bahasa Inggris. Alasannya sederhana namun mendalam: “Saat kami menggumamkan melodi, ia lebih lancar mengalir dalam bahasa Inggris. Bahasa Thai adalah bahasa bernada, perubahan nada bisa mengubah makna. Untuk menjaga melodi tetap seperti yang keluar secara alami, bahasa Inggris lebih cocok untuk lagu-lagu ini.”
Dalam perjalanan musik mereka, inspirasi datang dari banyak sumber. “Tak terhitung banyaknya! Kami tidak bisa memilih satu saja,” kata mereka tentang musisi yang menginspirasi. Kini, mereka bersiap menyapa pendengar di berbagai negara Asia dan Tenggara. “Kami paling menantikan pertemuan dengan para penggemar. Senang bisa memainkan lagu baru dan bertemu dengan orang-orang yang menunggu kami. Itu sangat berarti.”
Sebagai grup yang dikenal dengan karakter dream-pop-nya, YONLAPA terus menjaga identitas itu sambil tetap menjelajah wilayah musikal baru. “Kami berusaha menjaga identitas dengan tetap menjadi diri sendiri di setiap lagu. Selama kami sungguh-sungguh menyukai apa yang kami buat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”
Memasuki tahun 2026, mereka tampak santai dan optimis. “Kami menantikan apa yang akan dibawa tahun 2026. Kami hanya ingin tetap bahagia dan menikmati setiap momen.” Dan jika diberi kesempatan berkolaborasi dengan musisi global? Senyum mereka mengembang. “Ada banyak sekali artis yang kami kagumi dan ingin diajak kolaborasi. Sungguh, terlalu seru untuk memilih satu saja!”
Dengan “Velvet Petals”, YONLAPA tidak hanya menawarkan musik, tetapi juga ruang berimajinasi dan berakar. Mereka adalah pengingat bahwa dalam dunia yang penuh ekspektasi, kesetiaan pada diri sendiri dan kebahagiaan dalam proses adalah ‘Velvet Love” yang paling berharga.
Dengarkan EP “Velvet Petals”