Duo electropop yang diisi oleh Anindita Saryuf (Dita) dan Joseph Saryuf (Iyub) bernama Santamonica sukses membuat kaget dan takjub para pendengar musik di Indonesia di pertengahan 2000’an. Ketika musik Indonesia pada saat itu sedang kehilangan kualitas berkat serangan musik pop melayu, mereka hadir di berbagai macam radio lokal dengan musik electropop yang dreamy. Album mereka berjudul “Curiouser and Curiouser” laris manis di kalangan pecinta musik indie lokal berkat kejeniusan mereka menggabungkan musik lounge, jazz, bossanova, Shibuya-kei, indie pop, trip hop, electropop, electronica, shoegaze, dan dream pop.
Materi yang ada di album tersebut bisa terdengar sangat kompleks dan penuh dengan lapisan sound yang njelimet di dalamnya tapi juga bisa sangat catchy dan mempunyai hook maut seperti “Wanderlust” yang dibuat dengan gaya pop progresif dengan mencampurkan beat sinkop jazz namun mempunyai drop dan hook layaknya lagu electropop dan EDM atau “Ribbons and Tie” yang mempunyai sound electropop ceria dan catchy ala Goldfrapp namun jika lagu ini dipelankan temponya dan sound synth-nya hilang akan menjadi lagu bossanova yang sempurna. Kecerdikan mereka memasukkan unsur pop di komposisi lagu yang unik membuat mereka menjadi duo paling panas pada masanya.
Santamonica juga hadir di waktu yang tepat, mereka hadir ketika radio dengan target pasar anak muda di kota besar mulai sering memutar musik indie pop dan indie rock dari dalam dan luar negeri untuk menjaga relevansi musik mereka di tengah gempuran lagu melayu yang memborbardir musik Indonesia. Tak heran jika Santamonica mempunyai basis pendengar yang sangat kuat mulai dari pendengar biasa sampai ke artis lokal maupun internasional sampai-sampai album “Curiouser and Curiouser” dirilis di Jepang di bawah Victor Entertainment. Penampilan mereka yang memukau di berbagai macam negara selalu mendapat atensi positif dan selalu dinanti.
Ketika mereka mengumumkan akan kembali dan melaksanakan comeback gigs pada akhir Desember 2022 kemarin semua orang benar-benar menantikan mereka berkarya kembali. Hasilnya, comeback gigs di Ding Dong Disko dipenuhi oleh banyak penggemar setia mereka dari berbagai macam kalangan mulai dari musisi sampai artis papan atas seperti Christian Sugiono dan Ringgo Agus Rahman, sesuatu yang mereka sendiri tidak menyangka. “Kami gak nyangka jika gigs kami di Ding Dong Disko itu full house sampai orang yang baru dateng gak bisa masuk lagi karena udah penuh kapasitasnya.”, ungkap sang vokalis Dita atau lebih dikenal dengan nama panggung Sistine yang baru ia adopsi akhir-akhir ini.
Untuk mengobati rasa kangen penggemar Santamonica, mereka menghadirkan single terbaru mereka “Aquarius” yang masih berkiblat kepada sound Santamonica sebelumnya dengan sentuhan yang lebih modern. Irama synthpop dengan vokal Sistine yang mengawang membuat lagu ini terdengar unik dan catchy. Lagu ini merupakan materi lama yang belum dirilis dan masih tersimpan rapi di hard disk mereka.
Sama seperti proses pembuatan lagu Santamonica sebelumnya mereka tidak bisa menjabarkan secara rinci kenapa lagu ini bisa terjadi, menurut mereka semua lagu yang mereka buat terjadi begitu saja secara spontan. Mereka hanya meracik musik yang mereka suka ke dalam bahasa mereka sendiri, kepolosan tersebut membantu musik Santamonica terdengar empuk meski dibalut dengan komposisi yang berat. Santamonica adalah sebuah duo electronica yang ambisius dalam berkarya namun tidak melupakan pijakan musik mereka ke mana. Mereka sangat cerdas dalam membuat lagu yang sempurna, tematik dan mengawang tanpa melupakan pendengar awam. Sangat sulit memang untuk bisa mendapatkan keseimbangan seperti itu dan karena kesulitan tersebut mereka sempat tertidur dalam waktu lama dan menjadi legenda di belantika musik Indonesia. Setelah sekian lama sang legenda tersebut akhirnya terbangun dari tidur panjangnya dan bersiap untuk turun gunung dan memanjakan para penggemarnya dengan sajian lagunya yang magis dan indah.
Simak wawancara CreativeDisc bersama legenda electropop lokal Santamonica dimana kami bercerita tentang sejarah Santamonica, single “Aquarius”, rencana EP baru, kepercayaan mereka akan kesempurnaan sebuah musik, cerita mereka setelah album “Curiouser and Curiouser” meledak di pasaran dan berbagai macam cerita lainnya lewat video di bawah ini: